Sabtu, 19 Januari 2013

Gadget untuk Anak, Ya atau Tidak?


Di kota-kota besar, kalau Anda jalan-jalan ke ruang publik seperti mal dan restoran, mungkin pemandangan anak-anak memegang gadget, bukanlah hal baru. Ada yang bermain games di tablet atau memencet-mencet keypad ponsel. Bila tiba acara kumpul-kumpul keluarga, anak-anak tampak cuek karena asyik dengan gadget-nya. Suasana ceria bermain bersama saudara atau keinginan mengobrol bareng kakek nenek, tidak lagi sama seperti dulu.  


Perlu diketahui, saat bermain gadget, otak belakang akan mengeluarkan hormon endorfin. Hormon ini menimbulkan perasaan senang dan nyaman. Wajar kalau pemakaian gadget dalam jangka waktu lama dan terus-terusan, bisa menyebabkan kecanduan. Yang lebih parah, beberapa kasus penyalahgunaan gadget terjadi antara lain, untuk menyontek dan melihat situs-situs orang dewasa. 

Foto dari sini

Sebenarnya, apakah gadget selalu memberikan dampak negatif? Pada dasarnya, gadget sama seperti benda lain yang memiliki dampak negatif dan positif. Berikut beberapa tips agar gadget bisa memberikan dampak positif untuk anak.

1.      Gadget untuk komunikasi
Jika tujuan Anda membelikan gadget (ponsel) untuk anak agar mudah berkomunikasi, pilihlah gadget yang hanya bisa untuk bertelepon dan SMS.  

2.      Perhatikan kebutuhan internet
Anak meminta pemasangan internet pada gadget-nya? Pikir-pikirlah dahulu. Kalau tidak mendesak, sebaiknya ditunda saja. Anak bisa membuka internet dari laptop pribadi atau komputer di rumah, dengan pengawasan Anda.

3.      Batasi waktu pemakaian
Agar anak tidak menjadi “generasi cuek”, batasi waktu pemakaian gadget. Pakailah gadget hanya sesuai keperluan. Jika anak ingin bermain games, berikan waktu maksimal setengah jam atau bermain games cuma pada saat akhir pekan. Selebihnya, ajak anak bergaul dengan lingkungan sekitarnya.

Foto dari sini

4.      Gadget untuk membantu belajar
Beberapa fitur di gadget bisa membantu anak belajar hal positif seperti belajar matematika, IPA, memelihara binatang, dan lain-lain. Temani mereka saat mereka memanfaatkan fitur-fitur ini. Selalu ingat untuk tetap mengontrol. Lama-lama anak akan terbiasa dengan peraturan yang Anda terapkan. Boleh memakai gadget, tapi secara disiplin dan bertanggung jawab. [] Haya Aliya Zaki

3 komentar:

  1. betuul banget mbak, hal itu juga kejadian sama anak2 saya. bukan cuma si abang yg kelas 5 SD, tapi si kecil yg baru 3 tahun. Tablet dikuasai, kalo pas lagi low-bat, ganti hape. Dan sepertinya sudah terindikasi kecanduan...:(
    thanks for sharing mbak Haya :)

    BalasHapus
  2. Sama-sama, Mbak. Semoga bisa lekas teratasi. Saya sebenarnya menulis ini karena melihat bungsu saya (2,5 tahun) sepertinya mulai kecanduan main ponsel masnya (9 tahun). :( Padahal, masnya sendiri jarang banget main ponsel. Makasih sudah mampir, Mbak. :)

    BalasHapus
  3. iya, asal tetap kita pantau untuk pengunaannya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan