Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Haya Aliya Zaki - Mom Blogger dan Editor

  • my image Mari membaca, Nak ....
  • some image Pelatihan menulis Happy Santren anak-anak pegawai Bank Mandiri
  • some image Fashion show Nova Ladies Fair 2012
  • some image Pelatihan menulis anak-anak Panti Asuhan Al-Muslimin bersama Kak Seto
  • some image Launching buku Tendangan Si Madun
  • some image Meeting dengan penerbit Pelangi Indonesia
  • some image Flash mob dance Nova Ladies Fair 2012
  • some image Talkshow novel Hilangnya Berlian Pink di RRI Pro2 FM
  • some image Pelatihan menulis Kisah Inspiratif Ikatan Pegawai Bank Indonesia
  • some image Booksigning Hilangnya Berlian Pink di gathering Penulis Bacaan Anak
  • some image Juri Lomba Menulis Cerpen Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2012
  • some image Talkshow Smart Shopper di Coffee Cabin, Jakarta



Kamis, 01 November 2012

Berbagi Cerita dan Keceriaan di SD Islam Cikal Harapan I BSD


Beberapa waktu lalu saya mendapat undangan via BBM dari Mas Irfan Hasuki (reporter tabloid Nakita) untuk memberikan pelatihan menulis di SD Islam Cikal Harapan I BSD tanggal 20 Oktober 2012. 

Saya dan Mas Irfan

Rencananya, saya diminta melatih anak-anak kelas V dan VI SD. Sementara, Mas Irfan, kelas III SD. Ada juga Mas Yol Yulianto, melatih kelas IV SD. 

Tentu saja menyambut baik tawaran dari Mas Irfan. Sebelum hari H, saya, Mas Irfan, dan Mas Yol, briefing terpisah dengan Bu Dedeh Kurniasih, guru yang mengkoordinir pelatihan menulis ini. Saat briefing, Bu Dedeh  menyampaikan maksud sekolah mengadakan pelatihan. Beliau juga bertanya tentang materi dan metode pelatihan. Saya menyampaikan secara singkat, lalu dilanjut dengan diskusi sebentar.  
                                    xxx

Jumlah peserta pelatihan kelas V dan VI SD ada 64 orang. Cukup banyak. Saya meminta bantuan dua guru dan satu orangtua murid untuk berada di dalam kelas supaya pelatihan berjalan efektif.

Anak-anak siap mengikuti pelatihan menulis

Acara dibuka dengan kata sambutan dan perkenalan. Saya memulai dengan memimpin anak-anak melakukan gerakan-gerakan senam tertentu. Gerakannya sekilas tampak biasa saja. Akan tetapi, sangat berguna untuk merangsang kerja otak. Saya dan teman-teman Galeri Kelas Ajaib (GKA) selalu melakukannya untuk “pemanasan”.

Wah, ada yang ngantuk, ya? Hihihi ....


“Pemanasan” berikutnya adalah pemutaran film animasi pendek. Anak-anak sangat antusias menonton dan menjawab pertanyaan saya, seputar film. Yang paling tepat jawabannya, saya berikan hadiah buku.

Asyiknya berdialog dengan anak-anak
Saya meminta Abby menyambung kalimat yang sudah dilontarkan temannya

Ketika menyampaikan materi pelatihan, saya selingi dengan games GKA yang dirancang oleh Ratih Soe. Pastinya, games dan hadiah membuat anak-anak fresh setelah berhadapan dengan materi. 

Fe, mewakili teman-teman kelompok IX, menerima hadiah menang games

Di akhir pelatihan, saya memberikan tugas praktik on the spot

Materi selesai

Tugas akan direviu langsung. Peserta yang direviu tugasnya, harus duduk di Kursi Listrik. Kursi Listrik sebenarnya hanya kursi biasa. Peserta yang duduk di sana pasti jadi deg-degan mendengarkan saran dan kritik dari pengajar. Rasanya seperti “tersengat listrik”. Makanya dinamakan Kursi Listrik. Seru! Yang menggagas Kursi Listrik adalah penasihat GKA, Benny Rhamdani. Untuk sesi terakhir ini, tentu tidak semua bisa direviu tugasnya karena keterbatasan waktu. 

Saya memilih dua peserta dengan tulisan terbaik (menurut saya) dan mereka berhak mendapatkan hadiah buku. Mereka adalah Naura. Tulisannya sangat rapi, sudah terstruktur, mudah dipahami, dan tanda bacanya oke. Dan, Khansa. Idenya keren. Khansa menulis kisah tentang seorang anak yang berada di Negeri Permen. 

Khansa di Kursi Listrik

Naura dan Khansa menerima hadiah buku

Senang sekali bisa berbagi cerita dan keceriaan di SD Islam Cikal Harapan I BSD. Anak-anak tampak senang mengikuti pelatihan. Ini terlihat dari respons di kelas dan kesan-kesan yang mereka tulis setelah pelatihan selesai. 





Beberapa anak langsung meng-add saya di Facebook dan mem-follow Twitter hahaha! Orangtua murid juga menyatakan mendukung minat anak mereka di bidang menulis. Bahkan, ada yang membawa karya sang anak dan memperlihatkannya kepada saya.

Ada satu kejadian yang membuat saya terharu. Salah seorang anak laki-laki (saya lupa namanya) membeli buku antologi saya yang berjudul Jumpalitan Menjadi Ibu (Lingkar Pena Publishing House). Kebetulan, sekolah memang meminta saya membawa beberapa buku saya untuk dijual saat pelatihan. Buku Jumpalitan Menjadi Ibu berisi kumpulan kisah inspiratif para bunda dalam mengasuh anak-anaknya. 

Buku "Jumpalitan Menjad Ibu"

Ketika saya bertanya alasannya membeli buku, inilah jawabannya.

“Besok ibu saya ulang tahun. Saya ingin memberikannya sebagai hadiah.”

Masya Allah, mata saya jadi berkaca-kaca. Allah mendengar niat baikmu, Nak, batin saya.

Usai pelatihan, panitia mengajak saya, Mas Irfan, dan Mas Yol untuk makan siang bersama. 

Bersama guru dan orangtua murid

Alhamdulillah, plakat cantik juga diberikan kepada kami, para pengajar.

Plakat cantik

Saya berharap, semoga ilmu ini bisa bermanfaat bagi anak-anak. Semoga anak-anak semakin semangat dan termotivasi menulis. Aamiin. [] Haya Aliya Zaki  









7 komentar:

  1. ehhhh mau juga dikursusin Bundaaaa...

    BalasHapus
  2. Asyiiik Mom Carol mampir. Siyap, Mom, kalau aku mampu. :D

    BalasHapus
  3. beruntung bs nemu blog mba haya,....jd pengen bs nulis yang baik n enak dibaca... :)

    kunjungan perdana n slm kenal mba...

    BalasHapus
  4. Terima kasih, Mbak. Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah mampir. :)

    BalasHapus
  5. menginspirasi sampean mak,,salut deh,,,

    BalasHapus
  6. Waah mata saya juga berkaca2 membaca tentang anak yang beli buku Jumpalitan Menjadi Ibu itu mak .. indahnya

    Mak, ijin save ini yah ... buat bahan pembelajaran saya kali2 saja ada yang minta begini. Sy baru nyadar, sudah berani kirim2 ke media tulisan ttg perempuan dan menulis ... sudah berani jadi ketua presidium korwil IIDN Mks, juga sdh berani jadi pengurus BaW Mks .. dan baru2 ini saya dgn beraninya ngirim surat ke panitia Makassar International Writers Festival utk memboyong anggota2 grup utk tampil :D

    Sy baru sadar Mak ... salah satu konsekuensinya adalah seperti yg dialami mak Haya ini .. aiiih padahal saya orangnya gugupan berat .. beraninya cupa depan laptop doang :D

    Ijin save ya .. makasih mak :)

    BalasHapus
  7. Wow, hebat! Lanjutkan, Mak! ^^

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Diberdayakan oleh Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...