Selasa, 23 Oktober 2012

Repost: Menang Lomba Menulis SariWangi Unilever 2009



 Sekadar share. Tulisan ini saya ambil dari blog multiply saya yang lama (tahun 2009) dan saya repost. Tahun 2009, saya menang lomba menulis bertema komunikasi keluarga yang diselenggarakan oleh SariWangi Unilever.

21 Juni 2009

Alhamdulillah, kemarin baca pengumuman di tabloid Nova, ada nama saya tertera sebagai salah satu pemenang di Lomba Menulis "Mari Bicara" SariWangi Unilever.




Semua berawal dari iklan teh SariWangi yang saya lihat di televisi. Di pojok bawah iklan ada secuil informasi lomba menulis (tulisannya sangat kecil, sampai alis saya ikut mengerut saat  membacanya). Di situ tertulis, keterangan lomba baca di website http://www.mari-bicara.com

Saya membuka website itu. 



Ternyata, tema lomba menulisnya adalah komunikasi kepada pasangan. Saya membaca-baca tulisan para peserta yang sudah mengirimkan naskah mereka ke website tersebut. Saya mulai merangkai kata di kepala dan menulis dengan sebaik mungkin. Sebelum mengirim, saya perhatikan betul persyaratan yang diinginkan panitia. Kirim dan lupakan. Kalau memang rezeki, tak akan ke mana. Mengutip ucapan Kak Indah Juli, "Kalau Allah bilang itu milikmu, maka ia milikmu." Yap, saya memercayai itu. Dan, kali ini, ia memang rezeki saya. Alhamdulillah. Tiga bulan saya menunggu pengumuman pemenang. Sementara, hadiahnya berupa uang sebesar tiga juta rupiah, ditransfer tidak sampai sebulan setelahnya.

Nama-nama pemenang bisa dibaca di sini.

Insya Allah naskah para pemenang akan dibukukan dan diterbitkan akhir Juli oleh Gramedia Pustaka Utama.

22 Juli 2009

Kemarin siang, saya sudah menerima bukti terbit buku Mari Bicara dari SariWangi Unilever. Di dalam buku ini ada naskah saya yang menang lomba menulis SariWangi Unilever beberapa waktu lalu. Naskah saya dimuat di urutan kedua.

Entah kenapa, air mata selalu menitik bila membaca kisah yang saya tulis ini. Biduk rumah tangga saya dan suami baru dibangun seumur jagung. Kadang ada suka, kadang ada duka. Saya pribadi sering merasa belum pantas untuk berbagi, mengingat saya dan suami sama-sama minim pengalaman berumah tangga. Kami masih harus banyak belajar. 

Senangnya lagi, berkat lomba ini, saya jadi mendapat banyak teman baru. Terbayang saat kami deg-degan menunggu pengumuman pemenang (sebelumnya kami memang sudah ditelepon oleh Unilever, tapi tetap saja ada kekhawatiran nama kami tidak muncul di tabloid Nova hihi ...). Kami saling inboks dan janjian siapa yang membaca tabloidnya duluan, wajib memberitahu teman yang lain. :D Salah satu teman yang sekarang cukup dekat adalah Binta Almamba. :)

Oiya, kala membaca kata sambutan dari seorang Ibu Menteri Sari Gumelar dalam buku ini, saya merasa sangat berbesar hati. Juga ada sharing dari Mira Lesmana, Ira Wibowo, Dian Nitami, dan Meisya Siregar. Semoga semua tulisan bermanfaat bagi pembaca. Aamiin.

Perjalanan saya  masih panjang. Saya masih menyimpan segudang idam. Semoga mula langkah kecil saya, tak terhenti sampai di sini. Selamat membaca!


Judul    : Mari Bicara (100 Kisah Menghangatkan Hati tentang Menjalin Komunikasi dari dan untuk Pasangan Suami Istri Indonesia)
Editor    : Alberthiene Endah
Cetakan: I, Juli 2010
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Hal       :  324 hal

Hidup berumah tangga adalah proyek komunikasi tanpa henti. Setiap hari mencuatkan persoalan, setiap hari menawarkan tantangan diplomasi, setiap hari menuntut adanya pengertian. Tak pelak lagi, kelihaian berkomunikasi merupakan sebentuk penjaga kehidupan berumahtangga yang sangat dahsyat.

Berikut 100 kisah nyata yang terkumpul dari pengalaman pribadi pasangan Indonesia, buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pasangan lainnya. Melalui buku ini, para pasangan suami istri dapat belajar dari pengalaman pasangan lain mengenai komunikasi yang efektif dan selanjutnya menerapkannya bagi kehidupan mereka sendiri. Kisah-kisah tersebut sama sekali tidak menggurui, bahkan terkesan menggelitik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Buku ini juga diperkaya pengalaman para selebriti dan public figure Indonesia dalam membangun komunikasi efektif dengan pasangannya. Tips dari para psikolog yang ada di dalam buku ini juga diharapkan dapat menjadi pedoman bahwa berbagi adalah hal yang mutlak dilakukan dan bahwa bentuk komunikasi yang sehat hanya bisa dilakukan secara dua arah. Mari bicara! 

Buku ini  memperlihatkan bagaimana cara-cara komunikasi yang begitu sederhana, sesederhana berbicara, di antara suami dan istri sanggup menciptakan perubahan besar yang menyenangkan -Eileen Rachman, Penulis buku, Direktur Experd

Buku ini berisikan bukti-bukti nyata tentang upaya, "perjuangan" dan "pengorbanan" komunikasi yang telah dilakukan oleh para pasangan suami istri di Indonesia -Kasandra Putranto, Psikolog 

Mudah-mudahan buku ini bisa menyampaikan seluruh isi hati perempuan kepada pasangannya dan para suami pun dapat lebih mengerti bahwa perempuan tidak hanya perlu dicukupi kehidupan lahiriahnya saja, tetapi juga kebutuhan batinnya -Anjasmara, Artis

2 komentar:

  1. keren mba... mesti belajar banyak nih sama mba Haya, salam kenal :)

    BalasHapus
  2. Makasih sudah mampir, Mbak. Salam kenal juga. Yuk, sama-sama belajar.:)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan