Selasa, 02 Oktober 2012

Bincang-bincang Novel Hilangnya Berlian Pink (DAR! Mizan) di RRI Pro 1 FM Jakarta


Senangnya, tanggal 17 September 2012, saya menerima telepon dari Mbak Delisa dari RRI Pro 1 FM Jakarta. Mbak Delisa mengabarkan bahwa bincang-bincang novel anak karya saya, Hilangnya Berlian Pink (DAR! Mizan), dijadwalkan mengudara hari Sabtu, tanggal 22 September 2012, pukul lima sore. Nama acaranya Ruang Literasi. Ruang Literasi adalah program bedah buku dan film yang disiarkan secara live setiap Sabtu di RRI Pro 1 FM Jakarta, 91,2 FM (untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya). Audio-video streaming di www.rrijakarta.com.


Saya bertanya kepada Mbak Delisa tentang kemungkinan menampilkan juga sound track novel seri Kecil-Kecil Jadi Detektif (KKJD) saat mengudara nanti. Sound track ini khusus dibuat oleh DTS Voices, grup musik pimpinan Ratih Soe, teman saya. Sekadar informasi, Hilangnya Berlian Pink merupakan salah satu novel anak seri KKJD yang digagas Benny Rhamdani, Editor in Chief di Mizan, saat saya dan teman-teman mengikuti kelas pelatihan menulis novel anak Kelas Ajaib. Judul novel KKJD lainnya adalah Fun Gowes (Firma Sutan), Misteri Gerbong Tua (Gita Lovusa), dan Tersesat di Borneo (Lucky Saint). Masing-masing kisahnya “mandiri” alias tidak berhubungan satu sama lain. Hanya genrenya yang sama-sama detektif.  




Ternyata, Mbak Delisa bilang, boleh. Saya langsung mengontak Ratih Soe, meminta dia datang ke studio pada hari Sabtu. Ratih menyanggupi dengan senang hati. 

Pas hari H, Ratih dan teman-teman DTS Voices sudah hadir lebih dahulu. Saya datang beberapa menit sebelum acara. Mbak Delisa dan Mbak Lia (penyiar), menyambut kami dengan ramah. Berikut bincang-bincang kami.


Mbak Lia (L)   : “Apa kabar, Mbak Haya? Senang sekali bisa hadir di studio kami sore ini. Mbak Haya adalah penulis dari novel anak seri Kecil-Kecil Jadi Detektif yang berjudul Hilangnya Berlian Pink. Novel anak yang fun dan bisa dibaca bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga.”

Saya (H)          : “Alhamdulillah, kabar baik, Mbak Lia. Senang juga bisa hadir di sini.”

L        : “Bisa cerita enggak, Mbak Haya, Hilangnya Berlian Pink ini buku tentang apa, sih? Novel detektif anak-anak ya, Mbak Haya?”

H       : "Hilangnya Berlian Pink bercerita tentang tiga anak perempuan yang menjadi detektif dadakan. Mereka sepupuan dan sahabatan. Ada Vina, desainer cilik keturunan bule. Ada Kay yang tomboi dan jago taekwondo. Ada Shofie yang merasa dirinya mobil. Mereka naik kelas dengan nilai bagus dan dikasih hadiah yang surprais banget oleh mama Vina, yakni liburan ke Singapura!"

L          : “Wow! Pasti seru, ya! Mereka perginya bertiga atau bagaimana?”

H         : “Perginya bareng Tante Lulu, mama Kay. Tante Lulu berwajah imut dan bertubuh mungil. Jadi sering masih dianggap masih remaja. Sikapnya kadang-kadang suka jail, seperti Kay.”

L      : “Dan, di Singapura, mereka ketemu sama Tante Rosa, pemilik cincin berlian pink yang harganya selangit itu?”

H         : “Iya, tepatnya, di pesawat menuju ke Singapura. Mereka satu pesawat.”

L    : “Yap, di pesawat. Tante Rosa jadi pusat perhatian karena memakai perhiasan berlebihan dan pastinya, cincin berlian pink yang bikin penampilannya tambah mencolok. Tapi, sebelumnya, Tante Rosa sendiri sudah “mengenal” Vina, ya, karena dia pengagum baju-baju rancangan Vina?”

H         : Iya, Tante Rosa selalu hadir setiap Vina menggelar peragaan busana.”

L          : “Oiya, kenapa setting-nya di Singapura, nih?”

H        : “Sebenarnya, pengennya di Paris, Prancis hihihi .... Soalnya, Paris, kan, kota mode. Vina bisa liburan, sekalian mencari inspirasi mendesain baju di sana. Tapi, ke Prancis, mahal! Hahaha! Mmm, begini, kalau novel KKJD yang lain, setting-nya Indonesia sekali, Mbak Lia. Antara lain, Yogya dan Kalimantan. Jadi, saya ambil setting luar negeri, yakni Singapura. Biar tampil beda.”

L      : “Sip, sip. Oke, sekarang kita simak dulu lagu Kecil-Kecil Jadi Detektif dari DTS Voices, ya.”


video


Lirik:
Kecil-kecil jadi detektif
Kuak misteri dengan kreatif
Kumpulkan fakta berpikir aktif
Temukan hal yang menjadi motif

Kecil-kecil menyelidiki
Rahasia yang mengganjal hati
Telaah semua informasi
Jangan menyesal di belakang hari

Kebenaran harus diungkapkan agar jelas
Siapa yang berperan di balik peristiwa aneh
Kejujuran harus ditemukan agar tuntas
Apa yang sesungguhnya terjadi jangan dianggap remeh

L        : “Melodi lagunya bagus! Liriknya lucu bangeeet! Bikinnya berapa lama, Mbak Ratih?”

Ratih (R):        "Mmm ... berapa lama, ya? Soalnya bikinnya diselingi sama ngerjain yang lain dan lompat-lompat sama keponakan hihihi .... Jadi bingung mau kalau ditanya berapa lama. Tapi, enggak lama, deh.”

L         : “Lompat-lompat sama keponakan? Hahaha! Lagunya memang khusus dibuat untuk novel seri KKJD, ya?”

R         : “Iya. Untuk novel seri lain, saya juga bikin lagunya.”

L          : “Wow, hebat! Ajarin aku, dong! Hihihi ....”

R         : “Boleh-boleh hehehe ....”



L         : “Benar, ya? Nah, balik ke Mbak Haya lagi, nih. Aku tertarik sama tokoh Shofie, yang merasa dirinya mobil. Unik banget!”

H         : “Iya, ini terinspirasi anak saya sendiri, namanya Faruq. Faruq suka merasa dirinya adalah mobil hihihi .... Sebentar-sebentar dia mengeluarkan suara deru mobil. Kadang dia bilang, lagi parkir. kadang, lagi manasin mobil. Padahal, enggak ada mobil di situ. Yang jadi mobil ya, dia. Cuma, tokohnya di sini saya ganti perempuan, yakni Shofie.”

L        :  “Keren, keren. Oiya, kita sambil kasih kuis, ya. Nanti ada lima pemenang. Masing-masing mendapatkan satu novel Hilangnya Berlian Pink terbitan DAR! Mizan. Pertanyaannya apa, Mbak Haya?"

H        : "Pertanyaanya, siapa nama tante yang kehilangan cincin berlian pink?"

L        : "Oke, saya ulang pertanyaannya. Siapa nama tante yang kehilangan cincin berlian pink? Ditunggu jawabannya mulai dari sekarang. Mbak Haya, kita lanjut lagi ...."

H        "Mbak Lia, selain Shofie, ada satu tokoh lagi, yang unik. Namanya Bu Giok.”

L          : “Ooo ... Bu Giok tetangga Vina yang budek itu, ya?”

H     : “Iya, Bu Giok tetangga Vina. Beliau sayang sekali sama Vina. Kadang-kadang perhatiannya yang over membuat Vina jengkel. Bu Giok budek, tapi paling malas pakai alat bantu dengar. Kan, bikin sebal hehehe. Idenya dari sosok Bude saya sendiri hihihi. Maaf ya, Budeee ....!”

L       : “Hahaha! Ada-ada aja nih, Mbak Haya! Terus, apa kesulitan terbesar saat menulis buku ini?”

H         : “Mmm ... apa, ya? Sepertinya ini, nih. Saya harus membuat kasus yang tidak terlalu rumit karena pembacanya adalah anak-anak usia 6-13 tahun. Tapi, kasusnya jangan terlalu mudah juga dan tetap membuat pembaca penasaran. Mungkin itu, ya. Terus, endingnya mengejutkan, lho! Yang baca mungkin berpikir setelah penjahatnya ketangkap, ya, udah. Ternyata,tidak. Ada "sesuatu" di balik kasus hilangnya berlian pink.”


L          : “Wih, tambah bikin penasaran, nih. Jadi, intinya novel ini sangat menghibur dan bisa dibaca bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga ya, Mbak Haya?”

H   :  “Yap, sebenarnya bukan cuma menghibur. Novel ini juga bercerita tentang persahabatan, kehangatan keluarga, dan kepedulian kepada sesama. Ceritanya memang tentang Vina yang bergelut di dunia peragaan busana. Tapi, sama sekali bukan cerita tentang hura-hura. Yang ditonjolkan di sini adalah kreativitas Vina mendesain baju. Dia mengadakan acara amal untuk anak-anak penderita kanker melalui peragaan busananya. Selain itu, saya menyelipkan aneka pengetahuan science di sini.”

L       : “Wow, keren, ya! Komplet, dong! Di sini juga pembaca bisa mendapat pelajaran dari Tante Rosa yang hobi memakai perhiasan berlebihan, betul, Mbak Haya? Supaya tidak mengundang perhatian penjahat?”

H         : “Benar sekali, Mbak Lia.”

L          : “Oke. Terakhir, Mbak Haya. Harga bukunya berapa, nih? Dijual di mana saja?”

H      : “Harganya cuma Rp35 ribu. Dijual di toko-toko buku seluruh Indonesia. Bisa juga dibeli di www.mizan.com atau toko-toko buku online lainnya. Biasanya kalau beli online, ada diskon, lho.”

L          : “Diskon? Asyiiik! Psssttt ... di novel ini ada sisipan stiker juga! Oke, makasih Mbak Haya, Mbak Ratih, dan teman-teman DTS Voices yang sudah hadir di studio. Kapan-kapan kita ketemu lagi, ya! Kapan-kapan aku dibikinin lagu, yaaa ....”

H + R  : “Sama-sama. Beres! Makasih juga, Mbak Lia!”

Sebelum pulang, saya, Ratih, dan teman-teman DTS Voices berfoto bersama Mbak Delisa dan Mbak Lia. Semoga kali lain saya bisa hadir di sini lagi dan bincang-bincang buku saya yang berikutnya. Sekali lagi, terima kasih Mbak Delisa (yang membuat saya selalu ingat novel Hafalan Shalat Delisa) dan Mbak Lia yang suaranya renyaaah banget! Terima kasih juga buat teman-teman DTS Voices!


Teman-teman yang ingin diundang ke acara Ruang Literasi RRI Pro 1 FM Jakarta, 91,2 FM dan diulas bukunya, caranya bisa lihat di sini. Oiya, kalau kamu sedang main ke toko buku dan ingin mencari novel Hilangnya Berlian Pink, kamu tinggal mengetik “KKJD” di komputer pencari yang ada di toko-toko buku. Pasti keluar, deh, semua judul dan lokasi rak novel KKJD, termasuk Hilangnya Berlian Pink. Tinggal ambil dan bawa ke kasir hihi. Selamat membaca! ^^ []

2 komentar:

  1. Saya suka ini. Seolah saya ikut mendengarkan acara tayagan livenya. Mencerahkan mbak plus jadi referensi deh.

    Jempol dua!

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan