Jumat, 21 September 2012

[Artikel Leisure (Republika)] Menabung, Yuk!


Tulisan ini dimuat di Leisure Republika rubrik Buah Hati. Rubrik ini memuat kisah orangtua (ayah atau ibu) dengan buah hati mereka. Panjang tulisan sekitar 300-400 kata. Sertakan foto Anda dengan buah hati. Kirim ke leisure@rol.republika.co.id. Jangan lupa cantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.

  
      “Semua murid di sekolah ini akan diberikan buku tabungan, Ummi. Uang yang hendak ditabung disetor ke bagian keuangan. Jumlahnya terserah. Setelah anak lulus, semua tabungan akan dikembalikan kepada anak,” demikian penjelasan Bu Indah, guru Play Group Faruq waktu itu.

            Saya terdiam sebentar. Faruq baru berumur empat tahun. Menabung di umur empat tahun, apakah tidak terlalu dini? Bukankah anak umur empat tahun belum bisa menghitung uang?

         Di rumah, saya berpikir lagi. Baiklah, tidak ada salahnya mencoba. Keesokan harinya, saya memberikan uang kepada Faruq untuk ditabung di sekolah. Faruq sendiri yang memegang uang dan buku tabungannya, kemudian menyerahkannya ke kantor keuangan sekolah. Saya hanya menemani. Wah, ini pengalaman pertama Faruq menabung. Tentunya pengalaman pertama yang berkesan! Ketika uangnya dihitung dan dicatat di buku tabungan, Faruq memperhatikan dengan saksama. 

            Semenjak itu, hampir setiap hari saya memberikan uang kepada Faruq untuk ditabung. Jumlah uang yang saya berikan bertahap. Awalnya ratusan dulu. Setelah itu, baru meningkat ke ribuan. Uang yang ditabung sesekali boleh diambil.

            “Faruq, tabungan Faruq diambil ya, buat acara qurban di sekolah?” tanya saya. 

            “Yah, kenapa diambil, Mi? Nanti uang Faruq kan, jadi dikit?” tanya Faruq cemberut. 

            “Enggak apa-apa. Nanti kan, bisa nabung lagi? Lagian, uang Faruq akan dipakai buat potong kambing. Terus, dagingnya dibagi ke orang-orang miskin. Berpahala, lho!” jawab saya.

               Faruq manggut-manggut, tidak jadi cemberut.

            Saat Faruq ingin mengambil tabungannya untuk membeli mobil-mobilan, saya bertanya.

“Apakah mobil-mobilan Faruq yang lama sudah rusak?”

“Apakah mobil-mobilan baru memang dibutuhkan?

 “Apakah mobil-mobilan baru harus dibeli sekarang?”

Karena jawaban dari ketiga pertanyaan di atas adalah “tidak”, maka Faruq tidak jadi mengambil tabungannya. Sebagai gantinya, saya mengambil kotak pasta gigi bekas, kertas warna-warni, dan spidol. Kami membuat mobil-mobilan bersama. Wah, Faruq tampak senang dan bangga dengan mainan barunya! 

Saat Faruq ingin mengambil tabungannya untuk membeli tempat minumnya yang rusak, saya membolehkan. Kegiatan menabung membuat Faruq belajar menghargai uang. Namun, jangan sampai ia berpikir bahwa uang yang ditabung sama sekali tidak boleh diambil. Jangan sampai ia jadi memiliki sifat pelit. Naudzubillah min dzalik!

 Beberapa tahun kemudian, saya mengajak Faruq menabung di bank. Umur Faruq sudah tujuh tahun. Saya ingin mengajarkan bahwa menabung di bank lebih aman. Uang tetap bisa diambil jika perlu. 

Ada kejadian haru saat saya dan Faruq berada di bank. Mata saya berkaca-kaca sewaktu Faruq menyerahkan uangnya untuk disumbangkan kepada korban Palestina. 

“Ummi, Ummi nangis, ya? Kita sudah bantu Palestina, Mi. Nanti kita doa juga. Jangan sedih lagi, Mi,” kata Faruq sambil melihat wajah saya. 

Saya cuma mengangguk, tak bisa berkata-kata. Jemari saya mengusap cepat air mata yang hampir jatuh.

Kali lain, di bank, Faruq berseru, “Ummi, lihat pengemis itu! Ngapain dia di situ? Panggil dia, Mi! Suruh dia ambil uang di ATM kayak Ummi!”

Sebenarnya, saya senang melihat kepedulian Faruq. Namun, saya betul-betul tidak bisa menahan tawa! Faruq pikir, semua orang bisa mengambil uang di ATM kalau sedang butuh, tanpa harus menyetor dulu. Hahaha! [] Haya Aliya Zaki

1 komentar:

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan