Jumat, 21 September 2012

Berkah Silaturahim

Tulisan ini dimuat di majalah Sekar rubrik Kata Hati. Rubrik Kata Hati memuat kisah-kisah inspiratif seputar dunia istri dan ibu. Tulisan sekitar 300 kata. Tidak perlu menyertakan foto. Dikirim ke sekar@gramedia-majalah.com. Jangan lupa cantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.


 
            Ada satu kebiasaan ibu dan bapak mertua yang menurut saya amat sangat istimewa. Mereka begitu menjaga silaturahim. Baik silaturahim keluarga, tetangga, maupun sahabat. Boleh percaya boleh tidak. Dengan mantan tetangga yang sekarang tinggal berjauhan, ibu mertua (Ummi) masih sering telepon-teleponan. Dengan sahabat semasa SD, bapak mertua (Bapak) masih saling mengunjungi.

            Silaturahim dilakukan kapan saja, di aman saja. Namun, memang pada momen Lebaran suasana itu sangat terlihat. Momen Lebaran adalah momen yang paling pas untuk bersilaturahim.

Sejak menikah, saya selalu ikut suami mudik Lebaran ke kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah. Di kampung, saya takjub melihat Ummi yang ikhlas menjadi tuan rumah untuk tamu yang jumlahnya banyak sekali. Beliau dengan senang hati menyiapkan hidangan dan oleh-oleh untuk para tamu. Bagaimana dengan Bapak? Di hari lain, Bapak tampak tidak lelah mendatangi satu per satu rumah kenalan, terutama yang sudah sepuh. Saya melihat binar bahagia pada wajah mereka yang dikunjungi Bapak.

Ada dua kejadian silaturahim yang sangat membekas dalam ingatan saya. Kejadian pertama. Waktu itu, Bapak berjanji akan silaturahim Lebaran ke rumah Bude. Karena kelamaan mengunjungi rumah seorang kenalan, kami jadi kemalaman di jalan. Mana tersesat pula. Suami hendak membatalkan rencana ke rumah Bude, tapi sepertinya Bude sangat mengharapkan kedatangan kami. Bayangkan, malam-malam kami melalui jalan yang belum pernah kami lalui sebelumnya. Atas seizin Allah, tahu-tahu kami keluar dari sebuah gang dan di depan gang itu ada rumah Bude! Niat kami untuk bersilaturahim terwujud juga berkat izin Allah.
 
Kejadian kedua. Usut punya usut, ternyata saya sendiri masih mempunyai saudara jauh di Solo. Ummi dan Bapak membantu saya menelusuri jejak anggota keluarga saya yang sudah belasan tahun tidak berjumpa. Saya merasa senang, sekaligus canggung ketika akhirnya kami bertemu. Namun, Ummi bisa mencairkan suasana dengan candanya yang khas. Saya dan keluarga jauh saya pun berkumpul dalam suasana akrab. Tidak ada lagi rasa canggung di antara kami. Semenjak itu, saya berjanji akan selalu menjaga silaturahim dengan keluarga jauh saya tersebut. Ini berkat Ummi dan Bapak.

“Silaturahim itu memperpanjang umur dan menambah rezeki,” demikian kata Ummi selalu.

Saya tersenyum mengangguk. Berkah silaturahim mungkin salah satu penyebab Ummi dan Bapak selalu sehat dan murah rezeki. Wallahu ‘alam. [] Haya Aliya Zaki

1 komentar:

  1. 11-12 mba sama saya...saya pun merasakan hal yang demikian dgn keluarga suami saya....silaturahmi memang indah.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan