Minggu, 27 Mei 2012

Tip Menulis Biografi oleh Alberthiene Endah


Senang sekali rasanya saat terpilih menjadi salah satu peserta workshop "WORDISME (Word Is Me) One Day Writing Workshop" di Ballroom Gramedia Pustaka Utama, 19 November 2011. Di blog http://wordisme.com ditulis bahwa gagasan mengadakan workshop ini muncul karena melihat maraknya fenomena pecinta dunia tulis menulis yang semakin rancak berkat dukungan teknologi informasi. Ada begitu banyak bakat emas yang masih terperangkap oleh ketidakpercayaan diri atau kurangnya informasi mengenai cara mengasah kemampuan dan menggulirkan karya tulis mereka ke ranah publik. 

Pematerinya? Wow, semuanya penulis kondang! Ada Alberthiene Endah, Petty S. Fatimah, Reda Gaudiamo, Hetih Rusli, Clara Ng, Djenar Maesa Ayu, Raditya Dika, Salman Aristo, Aditya Gumay, dan Alexander Thian. 


Acara workshop dibagi lima sesi, yakni jurnalisme pop, biografi, blog kreatif, novel/fiksi, dan skenario. Yang paling membuat saya bersemangat tentunya sesi workshop menulis biografi bersama Alberthiene Endah (AE). Solanya, selama ini saya rutin menulis profil orang-orang berprestasi di Harian Analisa Medan. 

Apa sih, biografi itu?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, biografi adalah buku yang menguraikan riwayat hidup seorang tokoh. Biografi biasanya ditulis secara “kaku” sehingga membuat orang merasa malas untuk membacanya (istilahnya “pengganjal” buku). 

AE ingin orang-orang merasa senang dan nyaman saat membaca biografi. Jangan salah, membaca biografi itu perlu karena kita bisa belajar banyak dari kisah hidup orang lain. Nah, kenyataan tadi berbeda saat AE membaca biografi karya penulis luar negeri. Umumnya biografi karya penulis luar negeri asyik dibaca. AE ingin sekali menulis biografi dengan gayanya sendiri, yang berbeda dengan biografi karya para penulis lokal yang banyak beredar di toko buku.

Orang yang cocok menjadi penulis biografi
            Sebenarnya, pekerjaan penulis biografi tidak beda jauh dengan wartawan. Penulis harus siap ketemu sang tokoh terus-menerus dan mewawancaranya. Wawancara bukan sekali dua kali, melainkan berkali-kali. Ini bukan pekerjaan mudah. Namun, bukan berarti mustahil juga dilakukan. Hm, kudu siap mental karena penulis harus ketemu dengan orang yang sama dalam waktu yang cukup lama. Pastinya penulis akan ikut larut dan terpengaruh emosi sang tokoh. Boleh saja sih, tapi jangan berlebihan.  

Berdasarkan pengalaman AE, yang paling sulit adalah saat menulis biografi ibu negara Ani Yudhoyono. Jadwal Ibu Ani Yudhoyono amat sangat padat. Kegiatan mewawancara sempat tersendat-sendat. Rentang waktu antara wawancara yang satu dengan wawancara berikutnya cukup lama. Alhasil, setiap akan wawancara, AE harus membuka-buka lagi catatan dan memorinya untuk mengembalikan ingatan dan “feel” menulisnya.

Cara menulis biografi yang oke
              Apa saja yang harus disiapkan penulis saat kali pertama akan bertemu tokoh? AE berpesan, jangan coba-coba bertemu tokoh dalam keadaan blank. Browsing data tokoh sebanyak-banyaknya terlebih dahulu. Bahkan, kalau bisa, “miliki” separuh perasaan tokoh. Setelah bertemu, beradaptasilah dengan tokoh, kemudian telusuri fakta.
            Mungkin Teman-teman ingin bertanya. Tokoh yang mempunyai kriteria bagaimanakah yang menarik untuk ditulis biografinya? Jawabnya, tokoh yang menginspirasi dan kaya akan pengalaman hidup (from nothing to something”), yang punya human interest tinggi, atau yang punya kehidupan tidak sempurna namun mampu memperbaikinya. AE pernah menulis biografi almarhum Chrisye, Probosutedjo, Kris Dayanti, Titiek Puspa, dan Merry Riana. Semua tokoh ini memenuhi kriteria di atas.

            Sesungguhnya, ketika kita sedang menulis biografi, kita tengah menulis konfigurasi perasaan. Emosi tokoh sangat membantu kita menulis. Seperti yang dikatakan oleh seorang penulis biografi selebritas dunia, Andrew David Morton, “Bahkan, suara napas tokoh pun mengandung cerita.” 

Berikut tips-tips yang perlu diperhatikan saat menulis biografi:
a. Jangan “berjarak” dengan tokoh. Coba cara sekreatif mungkin untuk memancing tokoh supaya mau bercerita.
b. Lamanya mewawancara sebaiknya maksimal 1,5 jam per sesi. Lakukan wawancara berikutnya di lain waktu namun jeda waktu jangan terlalu lama. Usahakan jangan lebih dari seminggu tidak bertemu tokoh.
c. Tulislah segala sesuatunya dengan seimbang dan mendekati kebenaran. Ajak tokoh untuk berbicara jujur. Kita tentunya bisa merasakan saat tokoh sedang berbicara jujur atau bohong.
d. Ada hal-hal atau peristiwa tertentu dalam kehidupan tokoh yang mungkin tidak boleh dibaca publik. Pastikan sebelumnya kepada tokoh apakah hal yang kita tulis “aman” dibaca publik atau tidak.

Penutup
            AE mengaku sangat suka menulis biografi karena ia ingin berbagi pengalaman hidup yang dahsyat dan baik dari seorang tokoh kepada orang banyak. Bahagianya bisa menulis sesuatu yang bermanfaat dan menyentuh hati orang lain. Royaltinya juga menjanjikan banget, lho! Kita bisa memulainya dengan menulis biografi orang-orang inspiratif yang ada di sekitar kita. Jadi, tidak harus tokoh-tokoh terkenal. Workshop menulis biografi yang dipandu oleh moderator Mayong Suryo Laksono ini berlangsung cair tapi sarat wawasan.

            Nah, apakah Teman-teman berminat menulis biografi? Mungkin tip di atas bisa membantu. Selamat menulis! [] Haya Aliya Zaki

Foto : dokumentasi Nunik Utami

17 komentar:

  1. Balasan
    1. Alhamdulillah. Makasih apresiasinya, Mas Benny. ^^

      Hapus
  2. Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir, Mbak Esti. Semoga bermanfaat.:)

      Hapus
  3. tulisan yg pas buat yg lagi belajar menulus :)

    BalasHapus
  4. admin,
    boleh nanya tentang komponen2 apa aja yang ada didalam autobiografi ? example: kata pengantar, daftar ini, etc.

    BalasHapus
  5. Mbak Al, materi yang 'blog kreatif' sama skenario tong di share juga dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada. Nanti kalau ada ya, Mak. :)

      Hapus
  6. makin hati - hati dalam menulis nih, nice infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali. Semoga bermanfaat. :)

      Hapus
  7. tq ilmunya bermanfaat sekali

    BalasHapus
  8. Halo, saya Relon penulis buku Aku Bebas dari Jerat Narkoba (Gramedia 2010). Adakah yang bisa bantu saya mengetahui kontak person Alberthiene Endah? Saya ingin menulis buku motivasi dan ingin mbak AE yang menuliskan. Thanks

    BalasHapus
  9. Mauuu. Aku suka baca buku2 biography. Smg bisa jg jadi penulisnya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan