Selasa, 24 April 2012

Pelatihan Menulis di Panti Asuhan Muslimin Jakarta Pusat : Yang Pertama Selalu Istimewa

      
          Hari Minggu tanggal 22 April 2012, adalah minggu terakhir bagi kami, para trainers Galeri Kelas Ajaib, untuk memberikan pelatihan menulis di Panti Asuhan Muslimin, Jakarta Pusat. Kebetulan, yang mendapat giliran terakhir memberikan pelatihan adalah saya dan Kak Indah Juli

            Bagi saya, mengajar bukanlah hal baru. Selama ini saya bekerja sebagai dosen di sebuah akademi kesehatan di Jakarta Barat. Namun, mengajar tentang teori menulis secara offline? Ini yang pertama! 
Beberapa hari sebelum pelatihan, saya dan Kak Indah berdiskusi tentang materi dan games yang akan kami suguhkan untuk anak-anak panti nanti. Materinya tentang editing. Alhamdulillah, yang saya rasakan, pengalaman saya mengedit beberapa buku KKPK Dar! Mizan, sangat membantu saat kami menyusun materi. 

 Pada hari H, saya sampai di panti setengah jam sebelum acara. Di sana sudah ada Kak Indah. Tak berapa lama, Ratih Soe datang. Saya, Kak Indah, dan Ratih membahas tulisan anak-anak panti. Terima kasih sekali kepada Ratih Soe yang telah bersusah payah mengirimkan semua tulisan anak-anak panti via Facebook dan e-mail supaya kami bisa turut mengikuti perkembangan menulis mereka. 

Sepuluh menit kemudian, Kak Wylvera Windayana dan Mas Sokat Rachman datang. Mas Sokat, ketua Galeri Kelas Ajaib, bercakap-cakap dengan panitia sebentar. Kemudian, kami dan panitia membahas rencana penerbitan tulisan anak-anak panti dalam bentuk buku, setelah pelatihan ini berakhir. 

Saya mendapat giliran pertama melakukan presentasi. Berhubung pesertanya adalah anak-anak, kami membuat tampilan presentasi berisi poin-poin dengan kalimat-kalimat singkat saja. Sesekali, tampilan presentasi diselingi gambar kartun yang lucu-lucu. Contoh soal langsung diambil dari tulisan anak-anak panti. Anak-anak panti tampak antusias menjawab.

          
            Saat mengajar, saya menyelipkan wawasan yang unik-unik supaya suasana belajar tidak monoton. Misalnya, ketika menjelaskan materi Judul, saya memberitahu anak-anak panti tentang penulis yang memiliki buku dengan judul terpanjang di dunia, booming judul sinetron yang yang memakai nama tokoh, judul-judul cerita yang seperti di Majalah Hidayah, dan lain-lain.

            Setelah bagian materi yang harus saya sampaikan selesai, Kak Indah lanjut menyampaikan presentasi. Gaya Kak Indah yang kocak membuat anak-anak panti tertawa. Apalagi, saat Kak Indah memimpin acara games. Benar-benar seru! Senangnya melihat binar mata anak-anak panti yang menang games dan mendapat hadiah buku. Foto-fotonya bisa dilihat di halaman ini. Terima kasih foto-fotonya, Kak Wylvera.:)


            Alhamdulillah, presentasi berjalan lancar. Seperti kata Mas Benny Rhamdani di pelatihan Writer for Trainer, semua yang dipersiapkan dengan baik akan membuat kita tampil percaya diri dan pastinya, optimal saat menyampaikan materi. 

            Sebelum kelas bubar, kami membagi-bagikan fotokopi materi editing lengkap kepada anak-anak panti untuk mereka pelajari. Semoga materi ini berguna karena kami paham ketersediaan buku-buku panduan menulis di panti sangat terbatas. 

            Di akhir kelas, saya bertemu langsung dengan Dyah P. Rinni (selama ini komunikasi hanya via Facebook). Dyah-lah yang menjadi “jembatan” pertemuan antara trainers Galeri Kelas Ajaib dengan anak-anak panti. Terima kasih banyak, Dyah dan teman-teman panitia.:) 

            Aha, tiba sesi terakhir. Terakhir tapi tak kalah seru! Mau tahu? Pastilah foto-foto narsis! Hahaha! Sebelum berpisah, seluruh trainers Galeri Kelas Ajaib, panitia, anak-anak panti, dan ibu panti berfoto bersama. Ah, siapa bilang kami tak bisa bergaya? Foto model saja kalah! Hahaha! 


            Hm, yang pertama memang selalu istimewa. Sesungguhnya, di satu sisi, saya pribadi merasa bahagia bisa berbagi kepada anak-anak panti. Namun, di sisi lain, seperti ada yang tercerabut dari hati saya. Mereka, anak-anak panti yang polos. Sebenarnya, mereka menyimpan banyak potensi dan memiliki semangat menulis yang tinggi. Saya berharap, mereka mendapatkan kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan menulis mereka. 

Semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu. Teruslah tajamkan penamu, Adik-adikku .... [] Haya Aliya Zaki

2 komentar:

  1. Laporan pandangan mata yang menyentuh. Terima kasih, Haya. Semoga kita bisa memberi pelatihan secara berkala untuk adik-adik di panti.

    BalasHapus
  2. Pengumuman Pemenang Sayembara Cerber Femina 2012

    Dari tahun ke tahun sayembara fiksi femina selalu diwarnai berbagai macam tema, latar belakang, dan gaya penceritaan. Tahun ini, dari 175 naskah cerita bersambung (cerber) yang diterima, ada satu tema yang paling menonjol: budaya dan adat-istiadat Indonesia. “Banyak penulis berupaya mengenalkan berbagai budaya yang berada di pojok-pojok Nusantara, yang jarang terdengar kisahnya. Ketiga pemenang yang terpilih juga mengolah cerita dengan unsur budaya lokal yang kuat,” ujar Leila S. Chudori, Ketua Juri Saymebara Mengarang Cerber femina.

    Tahun ini, dewan juri tidak mengalami kesulitan memilih Pemenang I, Ulin. Sebuah kisah berlatar belakang masyarakat Dayak yang harus menghadapi perubahan zaman. Dewan juri menilai, Ulin unggul dari segi gaya penceritaan dan diksi. Pembagian babaknya pun sempurna.

    Yang agak berbeda tahun ini, Pemenang II dan III berasal dari penulis yang sama. Dewan Juri mengambil keputusan ini, karena kualitas kedua cerber itu memang di atas rata-rata dari segala segi. “Saat membaca naskah, kami tidak melihat nama penulisnya,“ kata Leila. Selain itu, hasil ini juga merupakan konsekuensi karena panitia membolehkan 1 penulis mengiriim maksimal 2 naskah.

    Memutuskan
    Pemenang I
    Ulin
    Hadiah Rp. 15.000.000
    Anindita Siswanto Thay, Yogyakarta

    Pemenang II
    Rumah Perahu
    Hadiah Rp. 9.000.000
    Erni Aladjai, Makassar

    Pemenang III
    Sebelum Hujan di Seasea
    Hadiah Rp. 7.000.000
    Erni Aladjai, Makassar

    Dewan Juri
    Leila Chudori
    Penulis (Ketua Juri)

    Yoseptin Pratiwi
    (Redaktur Esekutif femina)

    Ficky Yusrina
    (Redaktur Esekutif femina)

    Primarita S. Smita
    (Redaktur Madya femina)

    Sumber: majalah femina No.17/XL 28 April-4 Mei 2012

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan