Selasa, 10 April 2012

Temu Penulis, Ilustrator, Komikus, dan Editor DAR! Mizan di Bandung: Kreativitas, Jangan Pernah Mati!

Begitu memasuki Grand Ball Room Hotel Papandayan Bandung, Sabtu, 4 Februari 2006, saya disambut oleh spanduk merah menyala bergambar laki-laki berkepala botak (bentuk kepala persis seperti lampu neon) dengan ujung hidung dan bibir atasnya mengepit pena. Maskot itu disesuaikan dengan tema acara kali ini yaitu Unlimited Creativity (Kreativitas Tanpa Batas). Kepala botak dan besar diibaratkan manusia yang memiliki kapasitas otak yang besar. Manusia yang memiliki kapasitas otak yang besar  diharapkan memiliki kreativitas yang besar (tak terbatas) pula. Saya manggut-manggut mendengar penjelasan MC itu. Hm, boleh juga idenya.

Pukul setengah sembilan pagi, Andi Yudha Asfandiyar, pentolan DAR! Mizan, membuka acara dengan memperkenalkan kru kreatif DAR! Mizan satu per satu. Uniknya, pria muda ini melakukannya sambil melingkarkan ular gede peliharaannya di leher. Bisa ditebak kan, riuhnya acara karena aksi Andi itu. Ada yang tersenyum, ada yang cemas, ngeri, dan deg-degan (termasuk saya). Hiiiy … ada-ada saja!

Di awal acara diumumkan pemenang Penulis Pendatang Baru Terbaik yaitu Fahd Jibran dengan novelnya Being Superstar dan  Ilustrator Paling Tepat Waktu yaitu Nur Cililia dengan ilustrasinya dalam novel Labirin (penulis Arul Khan). 

Setelah itu eng-ing-eng! Ini dia acara yang ditunggu-tunggu! Talk Show bareng Aris Nugraha (sutradara Bajaj Bajuri dan Kejar Kusnadi) dan Fahri Asiza (penulis novel yang super-duper produktif). 

Sosok Aris Nugraha, pria bertubuh tambun, berkulit legam, dan rambut dikuncir, adalah  man behind the scene utama dari sinetron Bajaj Bajuri yang sukses itu.  Pria yang pernah mendapatkan penghargaan Tokoh Terpilih versi majalah Tempo tahun 2004 ini berkisah, “Dulu, saya cuma punya kaus dua  lembar karena setiap punya duit, pasti selalu saya belikan buku.” 

Aris memang sangat tergila-gila pada buku. Saat punya keinginan untuk membuat skenario (tahun 1999), ia juga mencari buku. Gawatnya, dulu belum ada buku belajar menulis skenario yang berbahasa Indonesia. Padahal, ia tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali. Namun, karena kemauannya yang keras, ia  menerjemahkan sendiri buku-buku berbahasa Inggris itu dengan bantuan kamus. Bayangkan, satu bab baru ia mengerti dalam waktu 3 bulan. Tapi, ia tidak kenal menyerah. Ia terus belajar, belajar, dan belajar!

Skenario Bajaj Bajuri adalah skenario pertama yang ditulisnya. Skenario tiga belas episode Bajaj Bajuri diselesaikannya dalam waktu dua tahun. Lumayan lama, ya? Soalnya, kan sambil belajar ....

Kini, Aris boleh berbangga hati. Ia berhasil menggebrak dunia pertelevisian Indonesia. Sinetron-sinetron komedi garapannya, seperti Bajaj Bajuri, Tante Tuti, Radio Repot, Kejar Kusnadi, laris manis di layar kaca. Di Aris Nugraha Production (ANP) yaitu production house  miliknya, ia mempunyai tim kreatif yang terdiri dari dua puluh orang penulis. Untuk membuat skenario berformulasi lucu, tim ANP harus rajin-rajin baca buku komedi. Jangan khawatir, penulis yang tidak bisa melucu tetap bisa bikin skenario lucu, kok. Yang penting tahu teknik-teknik melucu. Semuanya bisa dipelajari dari buku.

Hal yang sama juga diamini oleh Fahri Asiza, penulis yang tergabung dalam ANP. Tapi, ternyata ada tapinya. Menurutnya, membuat skenario bukan perkara gampang. Menulis satu novel bisa diselesaikan Fahri dalam waktu satu bulan. Kalau menulis skenario? Hmmm dalam sebulan belum tentu ada satu yang jadi!

“Dalam menulis skenario banyak tahapan-tahapan yang harus dikerjakan. Buat sinopsis dulu, story line, draft I, draft II, dan seterusnya. Setiap tahap harus didiskusikan dengan tim. Kalau satu orang saja tidak cocok, skenario harus dirombak lagi, dirombak lagi. Makan waktu lama,” urai Fahri. Cuma, kalau ingin maju, jangan patah semangat! Lama-lama juga mahir. Dan, jangan lupa, asah terus kreativitasmu!

Aris menambahkan, dalam menulis kita harus punya komitmen. Enggak zamannya lagi menulis tergantung mood. “Malu dong, sama almarhum Jenderal Sudirman. Beliau sakit TBC saja, masih tetap perang. Masa kita cuma nulis, masih mood-mood-an,” celetuk Aris.

Menurut Benny Rhamdani, salah seorang panitia, acara seperti ini insya Allah diadakan DAR! Mizan setiap tahun. Tujuannya adalah untuk menjalin silaturahmi dengan relasi,  memberikan wawasan, motivasi, dan terutama menebarluaskan bibit-bibit kreativitas kepada penulis, ilustrator, pendongeng, komikus, dan editor. Makanya, pembicara yang diundang tidak dari kalangan penulis saja. Seperti kali ini, yang diundang adalah dari kalangan sinetron/film. Orang-orang sinetron/film dianggap memiliki kreativitas tinggi karena mereka mampu memvisualisasikan teks sehingga menjadi tontonan yang menarik.

Puncak acara adalah pengumuman pemenang Penulis Ending Cerita Remaja Terbaik yaitu Hafsya dengan novelnya The Power of Curhat dan Penulis Ending Cerita Anak Terbaik yaitu Hikmat Sudjana dengan Perpustakaan Pancuran. Selamat!

Acara yang bekerja sama dengan PT. Solo Murni, PT. Ikrar Mandiri, Kiky, POLAR dan Mizan Grafika Sarana ini, ditutup pada pukul dua belas siang. Berhubung cacing-cacing di perut saya sudah pada nyanyi keroncong, saya langsung ngacir ke meja prasmanan hehehe . Dasaaarrrr!

Buat panitia, bravo atas kerja kerasnya! Akhir kata, kreativitas, jangan pernah mati! Salam kreatif! [] Haya Aliya Zaki 

5 komentar:

  1. dibalik kreatifitas, ada proses kerja keras :)

    BalasHapus
  2. Wah..dulu pernah beli buku ttg skenario film..keliatannya gampang (mungkin) tp ternyata begitu y mba kenyataannya..butuh waktu lama..ckck..

    BalasHapus
  3. saluut dengan orang-orang yang menjadi luar biasa karena kerja keras. btw sukaa dengan gaya mak Haya pakai kerudung...oot

    BalasHapus
  4. kreativitas jgn pernah mati..
    mksih ilmunya cikguui..
    yoyoyow semangaaatttt

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan