Minggu, 01 Januari 2012

[Resensi Kompas Anak] Perjuangan Kinanti Menggapai Mimpi



Resensi ini dimuat di Kompas Anak, Desember 2009. Kirim resensi buku anak maksimal 200 kata ke: kompas@kompas.co.id. Subjek: [Kompas Anak] + Resensi + Judul Buku. Sertakan scan cover buku, biodata, dan nomor rekening di akhir naskah.

Judul buku : Sepeda Ontel Kinanti
Penulis : Iwok Abqary
Cetakan : II,  2010
Penerbit : DAR! Mizan
Tebal :  144  hal


           Nasib Kinanti berbeda dari kebanyakan temannya. Ia hidup serba kekurangan. Ayah Kinanti hanya  nelayan miskin. Mereka tinggal di pelosok pesisir pantai. Sementara, ibu Kinanti telah meninggal dunia. Kinanti memang masih berumur dua belas tahun. Tapi, karena ibunya telah tiada, Kinanti mengerjakan pekerjaan rumah  tangga semampunya serta  membantu menjaga adik-adik, Banyu dan Kirana.

           Meski hidup serba kekurangan, Kinanti tidak kenal kata menyerah. Satu hal, ia selalu bersemangat bila hendak berangkat ke sekolah. Sekolah Dasar Cikuya yang sangat dibanggakannya. Padahal sekolah itu kumuh. Jaraknya pun puluhan kilometer dari rumah Kinanti. Bukan cuma itu. Jalanan menuju sekolah jelek sekali. Banyak rawa-rawa, dan sebuah jembatan rapuh, harus hati-hati dilalui.  Namun, ditemani sepeda ontel butut, Kinanti tak pernah absen menuntut ilmu di sekolah. Sepeda ontel ini tempat Kinanti menggantungkan mimpi. Mimpi agar ia diberi kemudahan untuk menempuh perjalanan ke sekolah setiap hari. Mimpi agar ia  menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan keluarga.

            Suatu ketika, Kirana sakit. Ayah tidak punya uang untuk membiayai pengobatan rumah sakit. Satu-satunya jalan mendapat uang adalah menjual sepeda ontel Kinanti. Tapi, kalau sepeda itu dijual, bagaimana Kinanti berangkat ke sekolah? Haruskah ia melupakan mimpi-mimpinya?

            Kisah perjuangan Kinanti menggapai mimpi,  sangat  mengharukan.  Dalam novel ini, pesan   tentang semangat, perjuangan, dan cita-cita, tergambar kuat. Oiya, pengetahuan tentang kehidupan penyu hijau yang diselipkan penulis,  pastinya bermanfaat menambah  wawasan kita seputar  hewan yang terancam punah tersebut.  []  Haya Aliya Zaki

1 komentar:

  1. Resensinya padat dan menarik. Kalau boleh tau, buku yg di resensi itu boleh buku lama atau harus yg terbitan baru? Trus apa sih yang kompas suka agar kiriman resensi kita diterima? Trmks sebelumnya, Mak Haya...:)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf, komentar Anonim akan saya hapus. Dilarang copy paste atau memindahkan isi blog. Jika hendak mengutip, harap mencantumkan sumber blog ini. Salam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pagerank Alexa

Iklan