Kamis, 12 April 2018

Demo Masak Makanan Sehat Bersama Philips Indonesia dan Chef Fey



Ikutan demo masak bersama chef? Mungkin sudah biasa. Kalau ikutan demo masak makanan sehat bersama chef yang juga seorang penyintas kanker? Bagi saya, ini luar biasa.  
Intro dulu (kayak lagu aja halah). Saya pengin sharing tentang salah satu brand produk yang saya pakai di dapur, yakni Philips. Sebagai ibuk-ibuk pejuang dapur, produk Philips sangat membantu. Baru-baru ini saya membeli Philips Viva Collection Masticating Juicer (slow juicer). Juicer yang dilengkapi dengan tabung XL ini menggiling buah dan sayur secara utuh. Kita akan mendapatkan sari buah dan sari sayur asli tanpa perlu menambahkan air dan gula. Meski tidak mempunyai pisau tajam seperti blender, slow juicer mampu menggiling buah dan sayur yang cukup keras seperti salak (sebelumnya bijinya dibuang, ya) dan wortel. Kita tidak repot memotong-motong buah dan sayur seperti jika kita ngejus memakai blender biasa. Lebih sehat dan hemat waktu, kan? 

Philips slow juicer punya saya di rumah

Jadi, waktu Philips mengundang saya ke acara demo masak di Philips Consumer Experience Center di kawasan Pondok Indah, Jakarta (21/3), saya senang bangetlah. Selain pengin tahu resep makanan yang enak dan sehat, saya juga pengin tahu lebih dalam info produk Philips yang lain.
Btw, saya pemakai produk Philips, tapi saya baru tahu lho tentang Philips Consumer Experience Center (Philips CEC) ini. Lokasinya agak nyempil. Saya sampai kelewat sekali haha. Philips CEC terdiri atas 2 lantai. Lantai satu untuk transaksi pembelian dan layanan purnajual produk-produk Philips. Lantai dua untuk demo masak bersama komunitas. Kali ini saya dan Mbak Zata Ligouw (fitzata.blogspot.co.id) menemani komunitas ibuk-ibuk dari sebuah sekolah di Jakarta.  Jadi, Philips CEC semacam one-stop shopping store gitu, deh. Buka Senin–Sabtu pukul 10.00–17.00 wib. Kalau membeli produk Philips di Philips CEC, kita akan mendapatkan diskon khusus yang tidak kita didapatkan jika membeli di toko elektronik lain. :)  

Philips Consumer Experience Center

Sarapan dulu, yuuuk ....

Ok, back to demo masak. Seperti yang saya sebutkan di atas, chef acara demo masak kami kali ini istimewa karena beliau seorang penyintas kanker. Chef Haryati “Fey” Lawidjaja didiagnosis mengidap kanker rahim stadium 4B pada Oktober 2016. Gara-gara mengidap penyakit mematikan ini, Chef Fey putar haluan 180 derajat mengubah gaya hidupnya. Dia bertekad mempelajari diet raw food dan ayurvedic cooking saat menjalani kemoterapi. Cita-citanya adalah menciptakan aneka kreasi plant-based food bernutrisi tinggi. Diet seperti ini katanya dapat meningkatkan metabolisme pencernaan dan menjauhkan kita dari macam-macam penyakit kronis.    
“Waktu sesi kemoterapi, saya merasakan efek samping terapi berupa nyeri yang teramat sangat. Alih-alih minum pain killer, saya lebih memilih terus mengonsumi makanan sehat,” cerita Chef Fey.  
Chef Fey dinyatakan bersih dari kanker pada Juni 2017. Perempuan berwajah oriental ini tidak pernah berhenti berterima kasih kepada Tuhan atas mukjizat dan kesempatan kedua yang dianugerahkan kepadanya. Coba kalau kita mungkin sudah pesimistis duluan ketahuan mengidap kanker stadium tinggi begitu. Naudzubillah min dzalik. Chef Fey hebat. :)

Mbak Zata Ligouw, Chef Fey, dan saya

Resep dari Chef Fey cukup mudah, namun ada beberapa bahan yang baru bagi saya seperti Himalayan salt. Himalayan salt digunakan untuk mengganti garam dapur. Rasa gurihnya pas dan pastinya lebih sehat. Seru, Chef Fey juga menggunakan bahan bunga! Bunganya bukan bunga biasa. Ada bunga cosmos, marigold, geranium, petunia, dianthus, dll. Selain untuk mempercantik hidangan, bunganya beneran bisa dimakan. Ini sekali-sekalinya saya makan bunga haha. Rasanya ada yang tawar dan ada yang pedas-pedas dikit seperti mint.
Saya sudah mencoba resep Nut Milk di rumah. Berikut saya share resep-resepnya mungkin Teman-teman mau mencoba juga.

1. Nut Milk
Bahan-bahan:
- 1 cangkir almond yang dibuang kulitnya
- 4 cangkir air putih
- 4 butir kurma (buang biji) atau 2 sdt sirup maple
- 1 sdt vanila
- Himalayan salt
Cara membuat:
Campur almond dan air putih dengan menggunakan blender Philips Duravita Tritan Jar HR 2157. Blender ini mampu menghancurkan es batu 20% lebih cepat dibandingkan blender Philips lain. Kebayang dong almond langsung halus dan berubah menjadi susu. Setelah almond halus, tambahkan kurma atau sirup maple, vanila, dan Himalayan salt secukupnya. Perlu diingat, untuk menghasilkan susu almond, kita tidak perlu mencampurnya dengan susu lagi, cukup air putih aja (sesuai dengan bahan yang tertera di atas).
Hasil:
1000 ml susu almond yang yummy dan tidak terlalu manis. 
 
2. Vanilla Chia Pudding
Bahan-bahan:
 - 2 cangkir susu almond
- 4 sdm chia seeds
- ½ sdt ekstrak vanila
- 2 butir kurma (buang biji) atau 2 sdm sirup maple
- Himalayan salt
Cara membuat:
Campur semua bahan dan diamkan minimal 4 jam. Simpan di kulkas. Hidangkan dingin.
Hasil:
2 jar vanilla chia pudding yang nikmat.  
 
3. Choco Berries Bliss Balls
Bahan-bahan:
- 2 cangkir susu almond
- 4 sdm raw cocoa powder
- 1 cangkir kurma
- 1 sdt bubuk acai berry (antioksidan tinggi)
- ½ cangkir cranberry kering
- ¼ cangkir goji berry
- ¼ sdt Himalayan salt
1 sdt virgin coconut oil
Cara membuat:
Semua bahan dicampur di dalam Philips Daily Collection Food Processor HR7627. Food processor ini memiliki teknologi PowerChop untuk kinerja memotong yang unggul. Kita bisa menghemat waktu memotong-motong makanan. Beda bahannya, beda pula kekuatan memotongnya. Setelah tercampur, bulat-bulatkan bahan seperti bola. Simpan di kulkas. Choco Berries Bliss Balls awet sampai 2 minggu.
Hasil:
14 bliss balls. 

Philips Food Processor

Himalayan salt

Vanilla Chia Puding

Vanilla Chia Puding dan Nut Milk

Choco Berries Bliss Balls

4. Vegan Balinese Nasi Campur
Bahan-bahan pembuatan Basa Gede (basic sauce Balinese dishes):
- 4 sdm lengkuas
- 8 sdm bawang merah
- 10 butir bawang putih
- 4 sdm coconut oil
- 4 cabe merah
- 20 butir kemiri
- 1 sdm kencur
- 3 sdm white miso
- 1 sdm bubuk bawang
- 1 sdt lada hitam
- 2 sdm bubuk ketumbar
- ½ sdt bubuk cengkih
- 1 sdt Himalayan salt
Cara membuat:
Campur semua bahan dengan menggunakan blender. Simpan di dalam kulkas. Basa Gede awet sampai 1 bulan.
Hasil: 1¼ cangkir Basa Gede.

Bunga jadi bahan masakan Chef Fey

Bumbu Basa Gede untuk bumbu basic masakan khas Bali

5. Tempe Crackers
Bahan-bahan:
- 2 papan tempe iris tipis, rendam dalam 2 sdt Gede Basa, 1 sdt tamarin, ½ sdm jus jeruk nipis, ½ sdm sirup maple.
Cara membuat:
Masukkan semua bahan ke Philips Viva Collection Airfryer HD9623 selama 10 menit suhu 180oC. Berkat teknologi TurboStar dari Philips, kita dapat menggoreng makanan TANPA MINYAK dan matangnya merata. Memasak dalam jumlah banyak, bukan masalah. Tidak ada lagi yang namanya bibir mengilap waktu makan tempe goreng. Kolesterol? Jauuuh!
Hasil:
2 papan tempe crackers.



Tempe Crackers

            Pesan Chef Fey, kalau lagi masak, sebaiknya mood kita dalam keadaan baik. Nanti berpengaruh ke hasil masakan, lho. Kalau mood baik, hasil masakan insya Allah enak dan membawa energi positif. Gimana, Teman-teman? Semoga resep-resep di atas bisa menambah variasi menu makanan di rumah kita. Pastinya menu makanan yang enak dan sehat. Produk Philips memudahkan semuanya. Kita ibuk-ibuk pejuang dapur tidak perlu repot dan mikir sampai pusyiiing lagi hoho. [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Jumat, 30 Maret 2018

Bank Wakaf Mikro, Solusi Keuangan untuk Masyarakat Kecil


Pernahkah kejadian saat Teman-teman butuh dana untuk usaha, tapi ditolak sana-sini karena dianggap masyarakat kecil? Atau, dana dipinjamkan, tapi akhirnya terjerat riba sama rentenir? Bukannya usaha tambah maju, yang ada kita malah dapat Piala Uber alias diuber-uber sama debt collector karena utang ora habis-habis.
Hmmm, kayaknya udah cukup lama saya enggak bikin postingan tema keuangan di blog, ya. Kali ini saya mau share kabar hadirnya program pemerintah yang bernama Bank Wakaf Mikro (BWM). Eh, apa itu BWM? Apakah semacam badan wakaf? Yuk, simak, ah. 

Jujur aja, saya baru pertama kali mendengar soal BWM. Kalau bukan karena undangan dari Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang berlokasi di Ruang Serba Guna Kemkominfo, Jakarta (27/3) mungkin saya tidak akan tahu tentang BWM. 
Btw, entah kenapa setiap saya datang ke Kemkominfo momennya samaan dengan demo ojol. Terpaksa eike masuk dari belakang, muternya jaaauh dan laaama itulah choki choki. Soalnya pintu depan digembok gara-gara demo. Lumayanlah olahraga dadakan. Begitu sampai di ruangan, langsung aja balas dendam ambil jatah makan siang kayak jatah orang enggak makan seminggu haha. 

So, here we go. Mukadimahnya, negeri kita masih memiliki banyak PR, salah satunya masalah kemiskinan. Demi menurunkan angka kemiskinan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melahirkan Bank Wakaf Mikro di mana lembaganya adalah lembaga keuangan mikro syariah yang diawasi langsung oleh OJK. Harap dicatat, BWM berbeda dengan badan wakaf, ya. BWM memiliki badan hukum, sedangkan badan wakaf tidak. BWM merupakan program baru yang hadir untuk memperluas akses keuangan masyarakat kecil di bidang perbankan.

Narsum acara Bank Wakaf Mikro di FMB9

Kata Pak Ahmad Soekro Tratmono (Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK), lingkungan yang dibidik BWM itu lingkungan pesantren. Kenapa? Pesantren memiliki fungsi strategis dalam pemberdayaan ekonomi umat. Fyi, jumlah pesantren yang tercatat di Kementerian Agama RI mencapai angka 28 ribuan. Para santri dan masyarakat di lingkungan pesantren sebenarnya banyak yang pengin berwirausaha, tapi terbatas dana. Mereka tidak bisa meminjam melalui lembaga formal karena margin bunga yang tinggi dan harus menyediakan agunan. 

Dana Bank Wakaf Mikro berasal dari donatur (seluruh masyarakat Indonesia). Imbal hasilnya sekitar 3% per tahun. Kecil sangat, kan? TANPA AGUNAN pula.

Pak Soekro cerita, rewangnya (asisten rumah tangga) pernah meminjam uang dari rentenir. Di kertas tertulis meminjam Rp1 juta, tapi uang yang dikasih cuma Rp800 ribu. Setiap hari rewang Pak Soekro harus mengangsur Rp40 ribu. Kebayang udah rugi berapa, ya. Bunga rentenir bisa mencapai 40–60% benar-benar mencekik leher! 

Kunci sukses utama dari Bank Wakaf Mikro adalah pembiayaan dan pendampingan. Jadi bukan hanya pembiayaan. Nasabah didampingi minimal selama 6 bulan supaya usaha yang mereka rintis berkelanjutan, tidak berhenti di tengah jalan. 


Apa aja kriteria calon nasabah BWM? Kriterianya, calon nasabah sudah mampu mencukupi kebutuhan dasar, memiliki usaha produktif, dan punya kemauan untuk berusaha. Jadi, calon nasabah yang pemales tidak bakal masuk hitungan yes. Pendaftaran secara berkelompok, bukan individu. Satu kelompok 5 orang. Seleksi calon nasabah dilakukan melalui Pelatihan Wajib Kelompok selama 5 hari (kalau kurang dari 5 hari tidak lulus). Pelatihannya meliputi kedisiplinan, kekompakan, solidaritas, dan keberanian untuk berusaha.

Dana yang boleh dipinjam maksimal Rp13 juta untuk 1 tahun. Setiap minggu nasabah berkumpul untuk mengangsur sekitar Rp20 ribu. Nasabah juga akan menerima materi + tausiyah terkait usaha dan ekonomi rumah tangga mereka. 


“Bank Wakaf Mikro lahir untuk membangun semangat wirausaha di lingkungan pesantren. Meski begitu, masyarakat kecil yang nonmuslim boleh menjadi nasabah Bank Wakaf Mikro.” ~ Ahmad Soekro Tratmono (Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK)  
   
Berdasarkan data OJK, per 16 Maret 2018 sudah ada 20 BWM di Jombang, Yogya, Klaten, Surabaya, Kudus, Bandung, Ciamis, Lebak, Serang, dll yang memiliki 3.389 nasabah. Total pembiayaan yang disalurkan Rp3,1 miliar. Setakat ini donasi yang telah terkumpul di BWM sekitar Rp80 miliar. Luar biasa, padahal belum genap sebulan!

“Lembaga wakaf yang paling hebat di dunia adalah Al-Azhar University di Kairo. Kuliah S1–S3 tidak perlu bayar sing penting kuat belajar. Di Indonesia dan di Eropa, pendidikan dijadikan bisnis,” cerita Pak Hendri Tanjung (Ketua Divisi Pembinaan dan Pemberdayaan Nazhir Badan Wakaf Indonesia). 

Alhamdulillah, semoga jumlah BWM terus bertambah. Kabarnya antusiasme masyarakat yang pengin menjadi nasabah BWM cukup tinggi. Hopefully BWM bisa membantu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Insya Allah tidak ada persaingan antara BWM dengan lembaga keuangan mikro yang lain. Jangan khawatir, kita maju sama-sama. :)  [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Minggu, 25 Maret 2018

Kenali Gejala Neuropati dan Cegah Sekarang Juga


          Teman-teman mungkin akan berkerut kening kalau saya menyebutkan kata neuropati. Betul apa betul? Bisa jadi istilah neuropati terdengar asing, padahaaal gejala neuropati akrab menyergap kita yang berprofesi sebagai blogger dan penulis, lho. Seharian mager mengetik dan menatap mesra layar laptop bisa jadi salah satu pemicu neuropati.   


Apa itu neuropati?
Beruntung saya diundang di acara NENOIN Press Conference di Hotel Borobudur, Jakarta (16/3). Saya jadi dapat info lebih banyak tentang neuropati. Btw, NENOIN merupakan penelitian non-intervensi dengan vitamin neurotropik. Studi klinis NENOIN dilakukan oleh PERDOSSI, Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, dan didukung oleh PT Merck Tbk. melalui brand Neurobion. 
Back to neuropati. Neuropati adalah kondisi gangguan saraf perifer (saraf tepi) yang ditandai dengan gejala kesemutan, kebas (baal), rasa terbakar, dan kram. Hih semua gejala neuropati ini bikin kita enggak nyaman! Kesemutan aja udah bikin enggak nyaman, apalagi kegajahan. Halah. Lebih jauh, kerusakan saraf tepi dapat menyebabkan gangguan sensorik, motorik, dan penurunan kualitas hidup.

Narsum di acara NENOIN Press Conference di Hotel Borobudur Jakarta (16/3)

Neuropati

Faktor risiko terjadinya neuropati
         Gaya hidup yang kurang sehat merupakan faktor risiko utama. Merokok, minum minuman beralkohol, daaan guess what … memakai sepatu berhak tinggi! Lupakan pepatah biar mati asal bergaya (maksudnya, biar rempong dan sakit yang penting kelihatan gaya). Kalaupun pengin banget pakai sepatu berhak tinggi, janganlah setiap hari, Coy. Sekali-sekali aja kalau mau ke pesta atau menghadiri acara khusus. 
Belakangan ini saya merasakan gejala neuropati. Tangan agak kram kalau mengetik terlalu lama. Seperti yang udah saya sebutkan di atas, profesi blogger dan penulis rentan terkena neuropati. Aktivitas dengan gerakan berulang seperti mengetik di laptop, chatting di ponsel, dst meningkatkan risiko neuropati. Biasanya saya menyiasatinya dengan menyisihkan waktu 5–10 menit 3 kali sehari untuk bergerak.  
Penurunan fungsi saraf karena usia (pasrah dah kalau ngomongin faktor usia hiks), penyakit diabetes, dan kekurangan vitamin neurotropik B1, B6, dan B12 juga merupakan faktor risiko terjadinya neuropati.     
Fakta mengenai neuropati:
- 1 dari 2 orang berusia di atas 30 tahun mengalami gejala kesemutan dan kebas.
- lebih dari 50% orang menjalani aktivitas berisiko neuropati seperti mengetik, duduk lama, mengendarai kendaraan, dll.

Tip menjaga kesehatan saraf       
          Gejala neuropati jelas bikin hayati lelaaahhh. Ya gimana enggak? Naik ojek lamaan dikit, kaki kesemutan. Gendong anak lamaan dikit, tangan kebas. Ngetik lamaan dikit, jari kram. 

           Yuk, jaga kesehatan saraf! Rajin olahraga; makan makanan bergizi seperti ikan, daging, kacang-kacangan, gandum, beras merah, susu; istirahat cukup minimal 6 jam per hari; dan konsumsi kombinasi vitamin neurotropik bila perlu.  
          Salut, MERCK terus berupaya menggaungkan kampanye Terintegrasi Lawan Neuropati yang meliputi layanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui NCP dan NeuroMobi, edukasi terhadap care practioners (HCP) melalui NerveCareForum dan M-Care, dan penyediaan kombinasi vitamin neurotropik untuk mewujudkan kualitas hidup masyarakat Indonesia yang lebih baik. 
            Kebetulan, di acara tempo hari ada booth Neuropathy Check Point. Kami bisa memeriksakan kesehatan saraf di situ. Gratis! Saya langsung daftar, dong. Alhamdulillah hasilnya baik. Skor anamnesis (pemeriksaan berdasarkan tanya jawab dengan tim medis) dan skor pemeriksaan fisik masih dalam range normal. Meski begitu, saya tidak boleh lengah binti gegabah. Konon pula saya punya berat badan berlebih seperti ini. Kudu harus mesti menganut gaya hidup lebih sehat dan saya tidak lupa mengonsumsi satu tablet kombinasi vitamin neurotropik sehari sekali sebelum tidur malam. Studi klinis NENOIN membuktikan bahwa rutin mengonsumsi kombinasi vitamin neurotropik mampu mengurangi gejala neuropati secara signifikan (Asian Journal of Medical Sciences, 2018).    

         Pada acara NENOIN Press Conference dijelaskan, 411 responden penderita neuropati berusia 18-65 tahun mengonsumsi satu tablet kombinasi vitamin neurotropik sehari sekali setelah makan. Studi dilakukan di 9 kota besar di Indonesia. Setelah 12 minggu, diperoleh data bahwa gejala neuropati berkurang sebanyak 62,9%. Pemakaian jangka panjang diklaim aman selama dalam dosis wajar. 


Pemeriksaan gejala neuropati di booth

“Konsumsi kombinasi vitamin neurotropik (kombinasi vitamin B1, B6, dan B12) terbukti lebih efektif mencegah neuropati dibandingkan dengan mengonsumsi vitamin neurotropik tunggal.” – Prof. Dr. Rina Obeid (Saarland, University Hospital, Jerman)

            Teman-teman pernah mengalami gejala neuropati juga? Enggak enak banget, kan, rasanya? Aktivitas terhambat. Kalau pengin tahu lebih lanjut segala sesuatu tentang neuropati, sila main ke www.sarafsehat.com/lawanneuropati. [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Senin, 19 Maret 2018

NUTRIMOIST, Krim Andalan untuk Ibuk-Ibuk Pejuang Dapur


         Di postingan sebelumnya saya udah cerita soal rempongnya jadi ibuk-ibuk pejuang dapur. Pagi-pagi adalah waktu yang paling hectic, saya gedebak-gedebuk menyiapkan sarapan dan bekal makan siang untuk anak-anak.
Masalahnya, beda kepala kadang beda selera. Misal, Shafiyya doyan banget makan ikan, sementara Faruq ogah makan ikan. Sulthan doyan banget makan tempe, sementara Shafiyya demennya tahu. Shafiyya doyan banget makan kue pisang, sementara Sulthan? Dengar kata pisang aja dia pengin mual. Duuuh, ini yang bikin saya tambah mumetdotcom pagi-pagi. Meski begitu, semua kerempongan ini saya syukuri. Bersama anak-anak, hidup saya begitu berwarna. Persentase kerempongan ini sebetulnya enggak ada apa-apanya dibandingkan dengan persentase hepinya. :)
Balik lagi bicara soal perjuangan di dapur. Sekali-sekali tangan saya kecipratan minyak panas waktu menggoreng. Seperti kejadian kemarin, minyak untuk menggoreng ayam (again and again) meletup kena jari! Alamak, sakitnya! Saya langsung menyiram jari saya dengan air keran yang mengalir. Kulit yang kena minyak panas tampak merah dan besoknya muncul gelembung berisi air. Teman-teman pasti pernah mengalaminya juga, kan?

Nah, beberapa hari yang lalu saya mendapat kiriman produk Nutrimoist dari CNI untuk dicoba. Nutrimoist adalah krim berbahan alami dari ekstrak tanaman langka asal Tiongkok yang mampu mengatasi berbagai luka pada kulit, meregenerasi sel-sel kulit yang rusak, dan memberi nutrisi yang dibutuhkan kulit. Nutrimoist memiliki 4 kandungan utama, yakni Panax ginseng, Polygonum cuspidatum, Polygonum multifori, dan Angelica sinensis.


NUTRIMOIST



Saya mencoba memakai Nutrimoist pada jari yang kena minyak panas. Harum Nutrimoist lembut seperti harum body lotion. Oles tipis-tipis dan langsung meresap di kulit. Tidak lengket sama sekali. Kulit jadi berasa lembap dan luka bakar saya berkurang keringnya. Ini berkat kandungan Angelica sinensis tadi. Sekarang lukanya belum sembuh benar, nanti saya update lagi di sini perkembangannya, ya.
Saya baru tahu tentang Nutrimoist ini, tapi sahabat saya Eva (tamanbermaindropdeadfred.wordpress.com) ternyata malah pemakai lama. (((PEMAKAI LAMA))) Eva memakai Nutrimoist untuk menyamarkan bekas luka operasinya beberapa waktu lalu. Alhamdulillah, setelah memakai Nutrimoist selama sebulan, hasilnya bagus. Luka bekas operasi jadi samar, tidak merah lagi.
Banyak testimoni positif yang saya baca tentang efek Nutrimoist, terutama untuk luka bakar. Warning, jangan coba-coba mengobati luka bakar pakai odol! Luka bakar bakal lebih sulit sembuh dan sakiiittt. Kalau luka bakarnya berat, sebaiknya Teman-teman berobat ke dokter terdekat.   

Oles tipis-tipis pada luka bakar

      Kabar terakhir yang saya dapat, Nutrimoist dapat membantu menyembuhkan seriawan. Saya sendiri jarang banget seriawan, tapi suami kebalikannya. Dalam sebulan dia bisa beberapa kali seriawan. Saya coba oleskan Nutrimoist di bibirnya. Awalnya berasa pedas sedikit (pedas macam mentol aja), tapi setelah itu adem. Monmaap foto bibir suami enggak saya pajang di sini karena hanya untuk koleksi pribadi. :p Kita tunggu perkembangannya juga, ya. Nanti saya update di sini.
Jangan pakai obat seriawan yang aneh-aneh, deh. Ingat kasus obat seriawan yang baru-baru ini kita dengar? OMG, obat seriawan tersebut mengandung polikresulen konsentrat yang ternyata biasa dipakai untuk mematikan jaringan kulit saat pembedahan! Bukannya sembuh, bolong seriawan malah tambah gede. Banyak laporan dari dokter gigi spesialis penyakit mulut tentang pasien seriawan yang tidak sembuh-sembuh setelah memakai obat yang mengandung polikresulen konsentrat ini. Hati-hati!
Yuk, simpan selalu Nutrimoist di kotak P3K kalian. Ukurannya mungil, asyik dibawa ke mana-mana. Kalian bisa membeli produk Nutrimoist di Gerai CNI. No wonder harganya premium. Wong hasilnya bagus gitu. Nutrimoist cocok untuk luka akibat gigitan serangga karena mengandung Polygonum cospidatum yang mampu meredakan rasa gatal dan nyeri. Seperti yang kita tahu, anak-anak kita lagi senang-senangnya mengeksplor sekitar. Bukan mustahil mereka digigit serangga yekan.

Periksa segelnya

Nutrimoist tercatat aman di Badan POM


Sekarang memang banyak dijual produk untuk mengatasi luka pada kulit, tapi saran saya, sebaiknya Teman-teman memilih produk yang bisa sekalian merawat kulit juga seperti Nutrimoist ini. Last but not least, ibuk-ibuk pejuang dapur tidak perlu khawatir lagi kalau kecipratan minyak panas haha. Kulit bisa kembali mulus seperti sediakala berkat Nutrimoist. [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Kamis, 15 Maret 2018

Pentingnya Sarapan Sebelum Anak Berangkat ke Sekolah


           Kalau ditanya kapan waktu yang paling hectic buat saya, jawabannya: PAGI HARI! Pagi hari saya harus menyiapkan sarapan terutama untuk anak-anak. Buat saya yang kurang lihai memasak (beda jauh sama mama saya yang jago banget memasak), ini bukan perkara mudah. Tip mengurangi kerempongan: sebagian lauk disiapkan sejak malam, kemudian simpan di kulkas.
Anak-anak harus sarapan karena sarapan penting bagi mereka. Manfaat sarapan antara lain, membantu anak berkonsentrasi di sekolah, memberi energi beraktivitas, dan mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Khusus si bungsu, Sulthan (7 tahun), saya perhatikan dia lebih gampang marah kalau tidak sarapan. Maklum, dia yang paling banyak makan di antara kakak-kakaknya. :))  
Bicara soal sarapan, tahukah Teman-teman bahwa berdasarkan data Riskesdak 2010 dari sekitar 66 juta anak di sekolah, 20–40% berangkat ke sekolah dalam keadaan perut lapar. Ini jadi salah satu penyebab siswa sulit menerima pelajaran dengan baik. 
Kali ini JNE menggandeng Foodbank of Indonesia (FOI) untuk mengatasi persoalan gizi di Indonesia. JNE dan FOI melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) disaksikan oleh Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Lenny N Rosalin, di SDN Gandaria Utara 11 Jakarta (8/3). 
Kalau JNE pasti kalian udah tahulah sepak terjangnya, yaaa. Sehari-hari saya memanfaatkan jasa JNE untuk mengirim surat atau paket. Sementara, FOI adalah lembaga nirlaba yang bergerak di bawah Yayasan Lumbung Pangan Indonesia dengan misi memerangi kelaparan dan meningkatkan gizi anak-anak. FOI berdiri pada tanggal 21 Mei 2015. 



Pendiri FOI dan Direktur Utama JNE
FOI fokus membantu dan mendampingi masyarakat yang kekurangan gizi melalui program Indonesia Ceria (Cerita Baik Kita). FOI berkolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat membantu permasalahan gizi dalam sebuah cerita baik bersama #SinergiuntukNegeri #CeritaBaikKita. Pak Hendro Utomo (Pendiri FOI) berkata, “Keberadaan FOI mungkin belum menyelesaikan semua persoalan, namun setidaknya membantu mengurangi persoalan yang ada.”
JNE merasa terpanggil untuk berkolaborasi dengan Foodbank of Indonesia (FOI). JNE dikenal sebagai salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia. Sesuai dengan tagline mereka Connecting Happines, JNE akan membantu FOI mendistribusikan makanan dari donatur dunia usaha di bidang pangan kepada anak-anak di sekolah-sekolah. Pak M. Feriadi (Direktur Utama JNE) berharap pendistribusian makanan jadi lebih efisien dan lebih luas jangkauannya.
Kita semua tahu, anak-anaklah yang menentukan masa depan negeri kita pada 15–20 tahun mendatang. Mereka tongkat estafet kita. Kemampuan anak-anak tentu berawal dari apa yang mereka makan bukan? Gimana mungkin anak-anak mampu membangun negeri kalau saat belajar aja mereka letoy?

            Kata Bu Lenny, ada sekitar 87 juta anak yang harus dipenuhi haknya dan dilindungi. Jumlah 87 juta anak ini tersebar di 34 provinsi, 516 kabupaten kota, dan hampir 80.000 kelurahan di Indonesia. Duh, jadi kebayang KLB anak-anak Papua yang terkena campak dan gizi buruk. :( Semoga kasus anak-anak gizi buruk, balita pendek, balita sangat kurus, dll di Indonesia semakin berkurang. Gerakan seperti ini butuh kolaborasi dari banyak pihak. Kita tidak bisa mengandalkan pemerintah aja. 
Anak-anak SDN Gandaria Utara 11 Jakarta senang banget menerima pisang dan kue-kue untuk sarapan mereka. Jangankan mereka, kami aja doyan haha. Menu sarapannya cukup mengenyangkan dan pastinya bergizi. 



Selain penandatanganan MoU dan pembagian sarapan untuk anak-anak SDN Gandaria Utara 11 Jakarta, dilakukan juga serah terima kendaraan operasional dari JNE kepada FOI untuk program Indonesia Ceria.
Jadi, jangan lupa menyiapkan sarapan untuk anak-anak besok pagi, ya. Ribet, sih, tapi demi … kianlah adanya haha. Maksudnya, demi generasi penerus kita yang sehat dan hebat nanti. Ayo, jangan kasih kendor. Semangaaattt! *getok-getok panci pakai centong* [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Iklan