Selasa, 16 Mei 2017

Lebih Terbuka dalam Keluarga Bersama SariWangi

“Sometimes the greatest adventure is simply a conversation.” – Amadeus Wolfe

“Ummi, aku pengin cerita,” kata Shafiyya (9 tahun) suatu hari.

“Cerita apa, Sayang?” tanya saya sambil menutup laptop. Wajah Shafiyya tampak serius. Matanya agak berair, seperti mau menangis. Saya mendadak waswas. Nah lho nah lho ada apa ini?

“Kata Ummi, aku harus jujur, kan? Janji Ummi enggak marah?” Shafiyya malah balik tanya. Ada nada khawatir di suaranya.

“Janji, insya Allah,” jawab saya yakin. Lalu saya meminta Shafiyya menunggu sebentar. Saya beranjak ke dapur menyiapkan teh manis dan camilan biskuit cokelat untuk menemani kami. Biar suasananya lebih nyaman dan enggak tegang-tegang amat gitu. Setelah itu, cerita Shafiyya pun mengalir. Cerita yang tidak mengenakkan bagi saya seorang ibu, namun saya sangat menghargai sikapnya yang berani bicara. Di atas itu semua, saya bersyukur dia lebih mempercayai saya untuk menjadi tempat menuangkan isi hatinya dibandingkan ke orang lain. :)



            Itu sekelumit peristiwa yang terjadi di keluarga saya, Teman-teman. Fakta membuktikan bahwa masyarakat Indonesia hobi banget bercerita. Lihat aja keriuhan medsos di sekitar kita. LOL. Sekitar 8 dari 10 masyarakat kita hobi bercerita. Semua hal diceritakan setiap hari. Ini hasil survei SariWangi dan psikolog keluarga Ratih Ibrahim terhadap 531 orang responden di lapangan.

“Sayang, seringnya frekuensi bicara tidak menjamin kita berani mengungkapkan isi hati kita yang sebenarnya. Ibaratnya yang diceritakan itu cuma kulit luar. Sekitar 2 dari 3 responden mengaku kurang terbuka karena ingin menghindari konflik. Padahal komunikasi yang dalam dapat mencegah terjadinya depresi, lho. Dan rumah adalah tempat utama kita saling berbagi cerita,” sambung Ratih tersenyum.

            Wah, semakin sore semakin menarik diskusi kami para blogger bersama SariWangi dan Mommies Daily di Kila Kila by Akasya, Senayan, Jakarta (9/5). Terus terang saya senang dengan kampanye Mari Bicara SariWangi sejak tahun 2008 ini. SariWangi bukan hanya menjual produk teh yang nikmat, melainkan juga mengajak kita menanamkan nilai-nilai positif berkomunikasi di dalam keluarga. Setelah Mari Bicara, kini SariWangi hadir dengan kampanye Berani Bicara. Bicara bukan sekadar making noise, melainkan bicara dari hati ke hati untuk menautkan banyak hati. Kebetulan, organisasi kesehatan dunia WHO mengangkat tema Depressions, Let’s Talk (Depresi? Yuk, Curhat!) sebagai tema kampanye kesehatan jiwa tahun ini. Klop!    




“Selama 40 tahun SariWangi telah menjadi bagian dari keluarga masyarakat Indonesia. Berdasarkan survei kami, setengah dari responden hanya mau mengungkapkan topik yang aman. Keterbukaan di dalam keluarga masih menjadi tantangan,” kata Johan Lie, Senior Brand Manager SariWangi.

            Selanjutnya kami diajak menonton video dinamika keluarga Mona Ratuliu, artis, kembaran beda bapak ibu, dan brand ambassador SariWangi. Kadang Mona dilema harus memilih mengejar mimpi berkarya atau mengasuh keluarga. Berat menceritakan hal ini kepada suami. Alhamdulillah, ternyata respons suami sangat baik. Berkat berani bicara, solusi pun ketemu. So sweet. Saya sampai meneteskan air mata terharu menonton videonya. Kalau Teman-teman tidak percaya, coba tonton aja sendiri. :)



            Sejak kecil Mona memang terbiasa untuk berani bicara, terutama di dalam keluarga. Sahabat bercerita terbaiknya adalah ibu. Setelah menikah, tantangan berkomunikasi lebih banyak baik ke suami maupun anak-anak. Kadang kita ingin menyimpan sesuatu supaya terhindar dari konflik. Padahal ini kurang baik. Semua pengalaman pernah dituangkan Mona di dalam buku ParenThink (Noura Books). Mona berharap para orangtua bisa menjadi teladan anak-anaknya.

“Momen minum teh saya jadikan sebagai waktu berbagi cerita di dalam keluarga, termasuk membicarakan topik-topik yang sulit sekalipun. Kampanye #BeraniBicara SariWangi memotivasi saya untuk berani bicara tentang isi hati sekalian mencari solusi,” kata Mona.



Seyogianya konflik merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita mampu menghadapi konflik, kita ‘naik kelas’. Cara kita menghadapi konflik ini justru yang mendewasakan kita sebenarnya. Seberapa jauh tingkat kematangan kita sebagai individu dilihat di sini. Tapi, kalau tak ada konflik, jangan diada-adain, ya. Itu namanya memancing huru-hara. *halah*

Terima kasih, SariWangi dan Mommies Daily atas undangannya! Semoga semakin banyak keluarga Indonesia yang berani bicara agar terwujud keluarga yang lebih harmonis lagi. Betapa penting menciptakan suasana yang tenang dan hangat di rumah. Kita para ibu berperan sebagai emotional supporter dalam keluarga. Percaya atau tidak, rasa lega setelah bercerita akan menambah level kebahagiaan. Jadi, Teman-teman sudah curhat apa hari ini? Jangan lupa siapin teh dan camilannya, yaaa. :) [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Senin, 08 Mei 2017

Serba-Fuchsia di Acara Sociolla Soiree with Mustika Ratu

What is your lipstick philosophy?

Pertanyaan ini diajukan oleh MC kepada kami di acara Sociolla Soiree with Mustika Ratu di Rock Paper Scissors, The East Tower, Jakarta (4/5). Ini kali pertama saya menghadiri acara yang diadakan Sociolla. Senangnya bisa say hello sama teman-teman beauty blogger yang ramah-ramaaah. Senangnya bisa melihat dekor serba-fuchsia yang cantik!




Saya dan Rissa @lippielust

Kembali ke lipstick philosophy. Tema acara Sociolla Soiree with Mustika Ratu siang itu memang What is Your Lipstick Philosophy?. Btw, lucky me, Rissa @lippielust, selebgram yang fokus pada dunia pergincuan alias lipstik ini duduk persis di sebelah saya. Saya sering kepoin IG-nya untuk cari-cari inspirasi dan info aneka lipstik. Bagi Rissa, lipstik adalah hidupnya. Dalem banget. Kalau bepergian, Rissa bisa bawa 5-10 lipstik di dalam tasnya! Beauty blogger lain menjawab, lipstik adalah tombol percaya diri, lipstik adalah mood booster, lipstik adalah keajaiban, dst. Bagi saya pribadi, lipstik adalah candu dan cinta. Satu dua warna tak akan pernah cukup. Fakta sejak keratjoenan postingan teman-teman beauty blogger haha. Dan, daaan, setiap saya pakai lipstik, suami pasti komen suka. Bahkan dia dengan senang hati membelikan oleh-oleh lipstik jika sedang dinas keluar kota atau keluar negeri. Uhuuukkk.    

Tema acara ini rupanya dalam rangka memperkenalkan lebih jauh produk terbaru Mustika Ratu yakni, ultra moisturizing matte lip cream. Wah, ingat Mustika Ratu ingat zaman saya mau menikah dulu. Bukan apa-apa, seserahannya kosmetik Mustika Ratu, Bo! Sekarang si sulung udah ABG. Kebayang udah berapa lama brand Mustika Ratu meramaikan jagat raya ini. (((JAGAT RAYA)))

Di sela kesibukannya, Ibu Putri K. Wardani, CEO PT. Mustika Ratu, Tbk. menyempatkan diri untuk hadir. Brand Mustika Ratu resmi lahir pada tahun 1978. Sebelumnya berupa home industry gitu. Produk kosmetik dan perawatan tubuh Mustika Ratu berbahan dasar tradisional dan dikembangkan dengan teknologi modern. Konsepnya alami tidak merusak lingkungan. Pengetahuan ini didapat Ibu Putri dari sang ibunda pendiri Mustika Ratu, Ibu BRA Mooryati Soedibyo. Ibu BRA Mooryati Soedibyo merupakan cucu Sri Susuhunan Pakoe Buwono X Keraton Surakarta. Sejak umur 3 tahun beliau tinggal di keraton dan belajar segala sesuatu tentang kebudayaan Jawa, terutama bahan-bahan pembuatan kosmetik dan perawatan tubuh.


Ibu Putri K Wardani yang awet muda *coba tebak umur beliau*

Berikut 6 shade Mustika Ratu ultra moisturizing matte lip cream:
1. Amusing Asoka
2. Precious Poppy
3. Cheers Columbines
4. Lovely Lily
5. Hotshot Hibiscus
6. Radiant Rose

 Kalau diperhatikan, semua nama diambil dari nama-nama bunga. Soalnya perempuan identik dengan bunga. Menurut Ibu Retno Pratiwi, GM Marketing PT. Mustika Ratu, Tbk., produk Mustika Ratu ultra moisturizing matte lip cream istimewa karena mengandung Virgin Olive Oil sebagai pelembap. Bibir kita tetap halus dan lembut.
Formula ultra moisturizing matte lip cream disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia. Tanpa pengawet. Tanpa paraben. Tanpa benzophenone. Alhamdulillah, semua produk Mustika Ratu memiliki nomor BPOM dan sertifikat halal dari MUI. Kita yang muslimah lebih nyaman dan lebih tenang memakainya.   





Hari Kamis kemarin Rissa memakai shade Precious Poppy dan mengaku cocok. Warnanya cakep! Bibirnya tidak jadi kering apalagi pecah-pecah dan hitam. Virgin Olive Oil ini sebenarnya bermanfaat banget buat ujung rambut sampai ke ujung kaki. Sebagai pemain lama, kualitas produk Mustika Ratu udah jaminan mutu pastinya. Belasan tahun saya pakai produk Mustika Ratu insya Allah tidak pernah ada keluhan atau masalah. 

  
Ketika pulang, semua peserta acara Sociolla Soiree with Mustika Ratu dikasih hadiah boks warna fuchsia. Isinya? Isinya 6 shade Mustika Ratu ultra moisturizing matte lip cream. Thank you Sociolla and Mustika Ratu yay! Teman-teman yang penasaran pengin segera mencoba, produk ini udah bisa dibeli di Sociolla.com seharga Rp260 ribu (bundling 3 pieces). Jangan lupa masukkan kode promo saya SBNLAU51 saat check out untuk mendapatkan diskon Rp50 ribu. Lumayan kan hihi. Teman-teman yang masih bisa bersabar, sila tunggu review di postingan saya yang berikutnya ya oceee. So, what is your lipstick philosophy anyway? :) [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Sabtu, 29 April 2017

Layanan Treatment Kecantikan di Rumah oleh La Donna Aesthetic Center

Pengin relaks dan perawatan tubuh, tapi belum sempat datang ke salon atau klinik kecantikan? Sepertinya ini masalah sebagian besar kaum urban, terutama para kaum hawa, ya. Alhamdulillah, La Donna Aesthetic Center menawarkan solusi. Teman-teman bisa pesan jasa terapis secara online melalui aplikasi Go Glam (facial aja) atau langsung ke www.ladonnaaesthetic.com. Sekadar info, hampir semua terapis Go Glam adalah terapis dari La Donna Aesthetic Center. Wah, saya baru tahu. Selama ini saya tahunya pakai jasa doang haha.

Selfie sebelum acara :p

Maret lalu saya dan teman-teman blogger diundang untuk menghadiri launching La Donna Aesthetic Center dan talkshow A Healthy Skin Creates a Happy Heart di Kebayoran Baru, Jakarta. Lokasi kliniknya memang agak nyempil, tapi kalau udah masuk rasanya cukup homey dan cozy. Oiya, mungkin ada yang tahu La Donna di Kemang Selatan? Nah, ini pindahan dari sana. Jadi, jangan sampai kecele karena La Donna yang di Kemang Selatan udah ditutup. :)

Ibu Mirsya Ramadhani membangun La Donna pada tahun 2003. Awalnya La Donna berupa salon kecantikan dan perawatan rambut. Selanjutnya berkembang menjadi klinik kecantikan. Ibu Mirsya pun menempuh pendidikan Comité International d’Esthetique Diploma et de Cosmetologie di Perancis. Beliau sadar bahwa semua ada ilmunya. Klinik kecantikan yang kompeten mesti ditangani oleh ahli medis yang jelas, bukan abal-abal. Selain Ibu Mirsya, masih ada beberapa ahli medis lain di La Donna.

Ibu Mirsya Ramadhani

“Banyaknya rikues perawatan tubuh di rumah membuat kami membuka jasa via online. Hampir semua treatment bisa dilakukan oleh terapis La Donna di rumah customer. Peralatannya portabel jadi bisa dibawa ke mana-mana,” jelas Ibu Mirsya yang cantik.

Selanjutnya saya senyum-senyum manggut-manggut elus janggut mendengar penuturan narsum dr. Armansjah Dara Sjahruddin, Sp.KK. dan Omah Dery, make up artist nan hiiitzzz. Artinya saya sepakat pakai banget sama apa yang mereka sampaikan. Dokter Dara bilang, perawatan kulit tidak bisa dilakukan sekali dua kali aja alias instan. Harus rutin. Bersihkan wajah, terutama setelah bepergian dan memakai make up. Kenali jenis kulit kita dan siapa tim medis yang menangani kita.


Talkshow

 Omah Dery sendiri menyayangkan kaum hawa yang hobi memakai ‘krim sejuta umat’ alias krim kulit tak jelas. Hindari memakai produk yang kita tidak tahu-menahu bahan-bahannya apa, aman atau tidak, tanggal kedaluwarsanya kapan, dst. Nanti hasilnya malah runyam. Siapa yang mau tanggung jawab? “Kulit yang tidak sehat akan memberi dampak pada make up. Make up jadi tidak tahan lama. Baru pakai sebentar, make up udah cracking. Hasil make up yang sempurna sangat ditentukan oleh kondisi kulit,” papar Omah Dery. Itulah sebabnya beliau selalu menyarankan kepada calon pengantin perempuan untuk melakukan perawatan kulit wajah terlebih dahulu sebelum tiba saat make up hari H. Lebih bagus lagi kalau konsultasinya ke klinik kecantikan.







Mari kita intip macam-macam treatment di La Donna Aesthetic Center.

1. Radio Frekuensi
Teknologi Multipolar RF dan Pulsa Magnetik merangsang produksi kolagen mengontraksikan serabut kolagen agar kulit kencang, meniruskan wajah, dan mengurangi lingkar tubuh.

2. PLP (Pore Lifting Pigment)
Kombinasi RF dengan mikro jarum elektroda yang tidak terisolasi untuk memberikan energi epidermis ke dermis membuat kulit kencang dan mengecilkan pori-pori serta bekas luka jerawat.

3. Microdermabrasi
Sandblasted dengan kristal aluminium oksida dan menghilangkan lapisan atas sel-sel kulit mati.

4. Hyperbaric Oxygen
Mengembalikan PH kulit ke kondisi normal akibat polusi dan sinar matahari. Dengan memasukkan 100% oksigen, kulit menjadi segar, cerah, dan kerutan berkurang. Make up pun awet sepanjang hari.

5. Facial
Macam-macam facial mulai Gold Facial, Giok Facial, Acne Facial, sampai Glow Brite.

6. HA 3 Light
Hyaluronic Acid kulit terdapat pada epidermis dan dermis yang mengisi ruang antara kolagen dan elastin. Dengan treatment ini kulit menjadi lembap. Air diikat, sel matrik diaktifkan kembali, dan kolagen dibentuk.

7. Body Treatment
Teman-teman yang pengin relaks, bisa mencoba macam-macam body treatment seperti swedish massage, herbal massage, refleksi, dll.

8. Vagina Ozone
Menghilangkan bau, jamur, keputihan, dan mengencangkan organ intim perempuan tanpa injeksi apalagi operasi.

9. Ratus Vagina
Merawat vagina dengan cara pengasapan secara langsung. Tujuannya untuk mengharumkan dan menjaga kebersihan area intim perempuan.


Foto bersama

Acara diakhiri dengan fashion show by Siki Purnomo dan foto bersama tim La Donna Aesthetic Center dengan para artis sosialita, antara lain Melly Goeslaw, Yuni Shara, dan Mayang Sari. Sepertinya mereka pelanggan setia La Donna. Senang banget bisa ketemu Silvana Herman, pemain film tahun 80-an. Dulu main di film Lupus jadi cewek pecicilan sekarang penampilannya anggun berhijab. 

       Gimana? Teman-teman berminat melakukan treatment di La Donna? Monggo koling-koling terapisnya ke rumah seandainya Teman-teman tidak sempat mampir ke klinik. Salam cantik! :) [] Haya Aliya Zaki

La Donna Aesthetic Center (untuk laki-laki dan perempuan)

Alamat: Hj. Syaip Ujung Kav. 7 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Jam buka: 10.00–21.00 wib (Senin-Sabtu)

Telp: 021-7668548

WhatsApp: 082125794026 dan 081905380183

Harga: Rp150 ribu-Rp4,5 juta

Order terapis ke rumah via telepon dan WA harus dilakukan 2 jam sebelum treatment (batas order maksimal pukul 19.00 wib)

Selanjutnya ...

Sabtu, 22 April 2017

Cantiknya Inspirasi Fashion Luna Habit dari Luna Maya

Mungkin selama ini Teman-teman ‘cuma’ mengenal Luna Maya sebagai aktris dan model cantik nan berbakat. Namun, ada yang tahu tidak kalau beberapa tahun terakhir Luna serius menekuni dunia bisnis fashion?

Sebagian orang mengira terjun ke dunia bisnis itu perkara gampang. Yang penting punya modal! Betul? Padahal, tidak seperti itu. Saya menjadi saksi jatuh bangun Abah memulai bisnisnya dan kemudian menjalankannya secara kontinu di Medan. Kata Abah, pebisnis sejati harus kreatif, memiliki semangat tinggi, dan penganut prinsip pantang menyerah. Boleh nekat, tapi tetap penuh perhitungan. :)

Luna menekuni dunia bisnis fashion lini clothing yang diberi nama: Luna Habit. Luna mengaku, dia mewarisi bakat retail dari sang ibu. Keputusan terjun ke dunia bisnis bukan sekadar ikut-ikutan. Ada proses pembelajaran dari orangtua dan … riset! Kenapa? Kelihatannya Luna tahu persis jenis fashion yang disukai kaum kekinian (terutama followers-nya di media sosial), yakni desain baju-baju yang fun, simple, dan edgy. Demi menjaga kualitas, pemilihan bahan dilakukan langsung oleh perempuan kelahiran Denpasar, 26 Agustus 1983 ini. Good news, harga koleksi Luna Habit cukup terjangkau pula. Yaaay!





Bertepatan dengan ulang tahun kedua Luna Habit sekalian menyambut Hari Kartini, Luna mengadakan fashion show dan pameran foto bertajuk Dia yang Kau Panggil Perempuan. Pameran foto ini bekerja sama dengan 3 fotografer, tiga pengarah gaya, dan 3 penata rias. Senangnya kami dari komunitas Indonesian Female Bloggers ikut diundang. :) Acara yang digelar di Atrium Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta (20/4) menarik banyak minat pengunjung. Seketika perhatian orang-orang di mal berpusat pada meriahnya acara Luna Maya dan Luna Habit sore itu. Yang tidak hadir Kamis lalu, jangan bersedih janganlah kau menangis. *kalau kalian bacanya sambil nyanyi, berarti kita seumuran* *halah* Booth Luna Habit bakal setia menunggu kalian di Kokas sampai tanggal 30 April 2017.   

            Teman-teman mau tahu apa yang paling gemesin dari acara ulang tahun Luna Habit? Kehadiran Ayu Dewi! Enggak tahu ya kayaknya kalau lihat wajah Ayu Dewi aja saya udah pengin ketawa, apalagi kalau lihat dia ngomong. :)) Saya dan suami ngefans sama polah dan lawakannya Ayu Dewi. :))

            Luna menggandeng Ayu Dewi yang sedang hamil untuk mempromosikan koleksi terbaru dari Luna Habit yakni maternity clothes LunaHabitxAyuDewi. Bahan dan desainnya pas banget untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Nyaman, tapi tetap gaya. Saya perhatikan, sepertinya Luna Habit tidak begitu banyak bermain warna. Bagi kalian yang berhijab, koleksi Luna Habit bisa diakali dengan memakai manset dan atau leggings. Sepanjang acara Ayu Dewi asli bikin kami ketawa kepingkel-pingkel. Model yang lain pada kalem, sementara model yang ini saya no comment aja dah haha.    






Sebagian hasil penjualan koleksi Luna Habit nantinya disumbangkan ke Yayasan Beasiswa Dian milik Dian Sastro. Aksi amal ini merupakan bentuk penghargaan terutama kepada kaum perempuan dengan ekonomi kurang mampu di mana pun kalian berada. Perempuan juga butuh pendidikan yes. Beasiswa akan diberikan kepada para mahasiswa sampai kuliah mereka selesai. Kereeen kolaborasi Luna Maya dan Dian Sastro!   

Seperti yang udah saya sebutkan di atas, Luna juga menggelar pameran foto bertajuk Dia yang Kau Panggil Perempuan.   

Mereka adalah ibu, mereka adalah anak, mereka adalah istri, mereka adalah pekerja. Mereka berbeda, tapi mereka adalah yang kau panggil PEREMPUAN.

Pameran foto ini menampilkan 20 orang perempuan (istilahnya: muse), antara lain Ibu Veronica Tan, Dian Sastro, Raline Shah, dan Dewi Sandra. Dalam dunia fashion, ‘muse’ berarti sosok atau persona yang menginspirasi. Mereka semua cantik dan berprestasi di bidangnya masing-masing. Mereka semua memakai koleksi Luna Habit di foto. Muse favorit saya: Dewi Sandra. Dia berani mempertaruhkan kariernya yang gemilang di dunia hiburan demi berhijab. :) Oiya, saya tidak menyangka kemarin bakal melihat penampilan Tracy Trinita! Dia salah satu muse dari pameran foto ini. Fyi, Tracy adalah model asal Bali yang bintangnya bersinar banget sekitar tahun 90-an. Saya sempat mengikuti kisah perjalanan hidupnya yang berusaha survive sebagai model di luar negeri. Seru! Mantan model dengan tinggi badan 181 cm itu kini memutuskan mengabdi menjadi pendeta. Pengin berfoto sama Tracy buat nostalgia tahun 90-an, tapi suasana terlalu crowded. :( Aaah, semoga ada kesempatan lain kali.   




Ehm, ngomong-ngomong, beberapa bulan lagi Lebaran. Sekarang Teman-teman udah punya referensi buat cari baju Lebaran untuk diri sendiri atau untuk hadiah orang-orang kesayangan dong. Boleh juga mampir ke website www.lunahabit.com dan follow IG @lunahabit. Kalian yang senang baju dengan desain simpel, mesti jatuh hati sama koleksi Luna Habit. Kapan lagi bisa pakai baju ala ala gaya Amerika Eropa, tapi dengan harga lumayan ramah di kantong? Kapan lagi bisa membeli baju sekalian beramal? Kalau butuh bantuan, monggo kontak admin Luna Habit di WhatsApp 08111081118. Sukses terus buat Luna Habit! :) [] Haya Aliya Zaki



Selanjutnya ...

Rabu, 12 April 2017

Islah Cinta, Konflik Cinta Diva dan Indahnya Menelusuri Jejak Islam di India

Judul: Islah Cinta
Penulis: Dini Fitria 
Tebal: 307 hal
Penerbit: Falcon Publishing
Cetakan: I, 2017

Pada suatu masa mertua saya berkata, “Jarang orang memiliki keahlian menulis dan public speaking sekaligus. Biasanya kalau pandai menulis ya menulis aja. Kalau pandai public speaking ya public speaking aja. Kalau ada yang ahli di keduanya, itu langka.”

Saya lihat sepertinya begitu. Lingkungan saya rata-rata penulis. Sebagian besar lebih senang menuangkan kata demi kata ke atas lembaran kosong dibandingkan berbicara di depan umum. Dilalah dua minggu lalu di meja saya tergeletak kiriman novel Islah Cinta dari Falcon Publishing. Sebelumnya saya meresensi novel Surat Kecil untuk Tuhan NEW karya Agnes Davonar dari penerbit yang sama. Jadi penasaran, siapakah penulis novel Islah Cinta? Ternyata oh ternyata beliau adalah Mbak Dini Fitria! Mbak Dini Fitria ini penulis buku dan presenter (bahkan produser juga) acara Jazirah Islam, program spesial Ramadhan di Trans7 periode 2010-2015. Teman-teman yang belum pernah menonton acara Jazirah Islam bisa cek di Youtube. Hmmm … penulis dan public speaker, dua keahlian langka yang disebut-sebut mertua saya. Kereeen. Begitu dapat me time ala ibuk-ibuk, saya bergegas melahap buku tersebut.    

Dini Fitria (credit: akun G+ Dini Fitria)

Btw, sepertinya saya ketulah sama omongan saya sendiri tentang India. Kapan itu saya ngobrol sama suami yang curhat kapok bussiness trip ke India. Demikian waktu membaca postingan terbaru travel blogger Adis (@takdos) yang juga kapok travelling ke India. Alasan suami dan Adis lebih kurang sama. Di India bunyi klakson memekakkan telinga kedengaran di mana-mana, hewan-hewan berkeliaran jemawa di jalanan, orang-orang pada hobi tarik urat leher (dan pipis sembarangan, OMG!), tubuh pengemis bergelimpangan di lorong-lorong, sulitnya menemukan makanan bersih, dll. Somehow, saya merasa sangat beruntung jika membandingkan kondisi antara Jakarta dan India. Alamak, tahu-tahu sekarang saya membaca buku Islah Cinta yang ber-setting India. :))))





Kabar baiknya, setelah membaca buku Islah Cinta, penilaian miring saya terhadap negara India dan seisinya lumayan berkurang hohoho. Apa hal? Let’s see. Islah Cinta berkisah tentang Diva, presenter acara Oase Ramadhan di teve, yang mendapat tugas meliput di India. India, negara berpenduduk terbesar kedua di dunia ini ternyata menyimpan cerita kejayaan Islam yang tak kalah gemilang daripada peradaban Islam di Eropa. (hal. 21)

Konflik awal aja udah bikin gregetan. Gaet (pemandu) Diva dan Mas Jay (rekan kerja Diva) selama di India adalah Andrean, mantan kekasih Diva! Kebayang tak kalau kalian terpaksa ketemuan lagi sama mantan yang telah menikah (dan kalian belum!). Dulu Diva berpisah dari Andrean karena hubungan mereka tidak direstui ibu Andrean. Awkward banget pastinya, Diva harus bareng Andrean setiap hari selama sebulanan di India. Sementara itu, sosok cowok bernama Maher hampir berhasil merekatkan satu per satu serpihan hati Diva yang hancur karena keputusan sepihak Andrean.  

Misi utama Diva ke India adalah untuk syiar kepada khalayak bahwa Islam agama rahmatan lil ‘alamin, agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, agama yang dipenuhi cinta dan berasal dari yang Maha Cinta. Islah cinta. Damainya cinta. Berbagi kisah tentang jejak Islam dan perjuangan kaum muslim minoritas di India. Teman-teman mungkin tahu, sekarang ini pemberitaan media sering simpang siur. Buat Diva, media harus menjadi propaganda yang baik, bukan kompor meleduk sana sini yang bikin orang kejeduk. 
  
Tugas Diva di India bukannya tanpa tantangan (selain tantangan melawan godaan dari mantan yang telah menikah tentunya). Seperti yang udah saya sebutkan di atas, budaya India dan Indonesia sangat berbeda. Saat perjalanan, kekacauan demi kekacauan terjadi. Tidak mudah bagi Diva untuk masuk dan meliput tempat-tempat tertentu. Semakin banyak dia mencari tahu semakin banyak pula pertanyaan tentang sejarah masa silam Islam yang muncul. Selain dari penjelasan aneka narasumber, jawaban-jawaban lahir dari perenungan batin Diva sendiri.         

Teman-teman especially traveller writer wajib beli buku Islah Cinta, nih. Cantik sekali cara Mbak Dini Fitria mendeskripsikan semua tempat dan peristiwa. Detail, informatif, dan menarik untuk dibaca. Saya seolah ikut merasakan panasnya cuaca di area makam Salim Chisti, riuhnya transaksi jual beli di Pushkar, indahnya setiap lekuk bangunan Hawa Mahal, syahdunya pertemuan Diva dan Maher di Taman Lodhi, dst. More than that, Mbak Dini Fitria pandai nian bermain diksi. Coba perhatikan.   

Semburat sinar mentari pagi musim semi telah tersibak di balik gumpalan awan Kota Agra. (hal. 107)
Cinta adalah udara yang terus berembus meski kau tak pernah memilikinya. (hal. 150)
“Kamu bisa melupakan aku, jangan menodai kerapian benang takdir yang sudah tersulam, Ndre.”  (hal. 265)

Senang mendapat wawasan jejak Islam di India dari perempuan muda keturunan Minang yang memang sudah melanglang buana ke berbagai belahan negara di dunia ini. Saya jadi tahu istilah-istilah bahasa India seperti ‘qawwali’, ‘dulpatta’, ‘sadhu’, ‘paan’, dll. Ada kisah cinta Raja Shah Jahan yang membangun Taj Mahal sampai kisah Raja Akbar yang membiarkan Jodha (istrinya) tetap beragama Hindu. Saya juga mendapat pengetahuan seputar dunia profesi presenter teve, dari persiapan hingga eksekusi liputan.





Satu-satunya hal yang agak mengganggu saya adalah kenapa waktu di India, Diva dkk baru mikirin urusan sim card ponsel? Saya aja yang cuma ke Singapura, jauh-jauh hari udah tanya sana-sini tentang urusan sim card supaya bisa tetap terkoneksi internet selama di Singapura. Apa karena kerjaan saya hari-hari ngeblog dan ngemedsos, ya? Enggak tahu juga, deh.

Oiya, mau tahu quote favorit saya dari buku Islah Cinta?

Rantai kemiskinan di India tidak akan pernah putus dan akan semakin memburuk jika semua orang hanya memberi mereka (anak-anak pengemis) uang tanpa peduli dengan masa depan mereka yang sebenarnya, yaitu pendidikan. (hal. 122)

Laiknya manusia, hidup pun tak sempurna. Tetapi, ternyata kesempurnaan hidup itu akan terasa saat kita bisa menemukan Tuhan pada cinta manusia. Betapa bahagianya jika hati kita senantiasa merasa dekat dengan Sang Pencipta kala kita bisa mencintai, menghargai, dan membantu sesama tanpa terhalangi oleh perbedaan apa pun. (hal. 298)

Lalu, laluuu, siapa yang berhasil memenangi hati Diva? Apakah Andrean (mantan terindah), Maher (cowok Suriah yang handsome), atau … Mas Jay (rekan kerja yang diam-diam menyayangi Diva)? Kalau saya jadi Diva sih saya bakal memilih Maher. Pilihan telak hahaha! Etapi, enggak tahu kalau Diva, yaaa. Baca aja sendiri ceritanya hahay!

Jelang 1,5 bulan menuju Ramadhan, rasanya cocok sekali jika Teman-teman membaca buku Islah Cinta. Kangen Ramadhan euy. Dhaniyawad (terima kasih – bahasa India), Mbak Dini Fitria, telah menulis buku ini. Sekali lagi, buku ini membawa pesan bahwa sesungguhnya Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, agama yang dipenuhi cinta dan berasal dari yang Maha Cinta. Jika dalam praktiknya ada yang salah, berarti yang salah adalah manusianya bukan ajarannya. Bagaimana indahnya jejak Islam di Negeri Hindustan dan perjuangan muslim minoritas di sana. Semoga Mbak Dini Fitria selalu dianugerahi kesehatan sehingga dapat terus menulis ragam kisah yang memiliki muatan dakwah, edukasi, dan humanis, tanpa harus menggurui. Aamiin yaa Rabb. [] Haya Aliya Zaki

PS. Foto-foto India diambil dari Pixabay
Selanjutnya ...

Iklan