Selasa, 15 Agustus 2017

Solusi Pembiayaan Mudah dan Praktis Berkat Aplikasi My Home Credit

       Kalau ditanya, apa kemudahan yang Teman-teman dirasakan di era digital ini? Jawabannya mungkin banyak, ya. Saya yang pernah berlelah-lelah mengetik pakai mesin tik jadoel, bersyukur sama era digital. Jari-jari jahe saya tidak lagi kapalan akibat terlalu ‘rajin’ menekan tuts mesin tik. Kirim naskah atau surat sekian detik sampai. Bayangkan, buang gas (maaf) pun masih kalah cepat euy. Diskusi dengan rekan kerja 24 jam hayuk! Dulu kita mau menelepon orang pukul 08.00 malam aja rasanya sungkan banget. Buat ibuk-ibuk, saya yakin, salah satu jawaban kemudahan di era digital adalah simpelnya berbelanja! Berbelanja ini itu modal telunjuk doang. :))

          Bicara soal belanja, hari Rabu lalu (9/8) saya dan teman-teman blogger beruntung diundang ke acara #LiveDigital, yakni acara peluncuran aplikasi My Home Credit dari Home Credit Indonesia di Kempinski Hotel, Jakarta. Nuansanya merah dan mevvah! Semangat Agustusan di sini! :))  






Ada yang udah tahu apa itu Home Credit Indonesia?
Home Credit Indonesia merupakan perusahaan internasional yang menyediakan pembiayaan di toko (pembiayaan non-tunai langsung di tempat) untuk kita-kita yang pengin membeli alat-alat rumah tangga, produk elektronik, atau furnitur. Mitra mereka saat ini produsen dan peritel hits seperti Erafone, Informa, Electronic City, IKEA, Oke Shop, Global Teleshop, Hypermart, Trans Hello, Lotte Mart, ACE Hardware, Gramedia, dll.
Kelebihan Home Credit Indonesia adalah pelanggan cukup membawa KTP dan satu dokumen pendukung lain seperti kartu NPWP, BPJS, dll. Perusahaan ini menjadi solusi pembiayaan tanpa kartu kredit! Hanya perlu waktu sekitar 30 menit untuk mengetahui pengajuan kita diterima atau ditolak. Say no to PHP! Semua jelas kayak hubungan Hamish dan Raisa haha. Biaya transparan. Barang bisa dibawa pulang pada hari yang sama bila pengajuan disetujui.

Di samping itu, Home Credit Indonesia menyediakan pembiayaan multiguna yang ditawarkan kepada pelanggan setia. Pelanggan bisa menggunakan pembiayaan multiguna ini untuk merenovasi rumah, suport pendidikan, atau berlibur! Seiring dengan berkembangnya jaringan distribusi, varian produk Home Credit Indonesia juga semakin berkembang.

Mr. Jaroslav Gaisler, Chief Executive Officer PT Home Credit Indonesia, bilang bahwa mereka senantiasa berinovasi demi meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi My Home Credit. Teknologi digital begitu dekat. Manfaatkan secara positif! Aplikasi ini merupakan kelanjutan dari komitmen Home Credit Indonesia dalam mendukung upaya pemerintah mengembangkan inklusi keuangan dan inovasi teknologi finansial (FinTech).

            Kalau kata Bu Roostiawati, perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, gadget itu ibarat separuh jiwa kita! Beliau mendukung aktivitas Home Credit Indonesia dan berharap suatu saat dapat bersinergi. Beliau juga mengapresiasi Home Credit Indonesia yang telah memberdayakan ribuan tenaga kerja di Indonesia sejak tahun 2013. Keren, ah.

Berdasarkan data tambahan dari Mr. Jaroslav Gaisler, Home Credit Indonesia telah hadir di 48 kota. Tahun 2018 akan ekspansi ke 10 kota lagi, termasuk pedesaan. Bukan hanya berpusat di Jawa, melainkan juga tersebar di Kalimantan dan Sulawesi. Per tahun ini Home Credit Indonesia berhasil melayani 1,1 juta pelanggan. Targetnya meraih 2 juta pelanggan. Angka kredit macet masih di bawah standar Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Total pertumbuhan pembiayaan naik tiga kali lipat dibandingkan total pembiayaan tahun 2016 dalam periode yang sama, yakni lebih dari Rp702 miliar.



Nah, seperti yang udah saya sebutkan di atas, Home Credit Indonesia meluncurkan aplikasi My Home Credit. Why oh why? Pada tahu, kan, gimana polah sehari-hari masyarakat kita? Bangun tidur buka gadget, pesan makanan pencet gadget, jeprat jepret pakai gadget, dst. Puasa makan nasi enggak apa-apa asal bisa beli kuota. Semua serba-mobile! So, aplikasi ini berguna sangat. Kita jadi lebih mudah mengakses layanan Home Credit Indonesia di mana aja kapan aja. Setiap hari ada 6.000 pengguna yang login. Separuhnya pelanggan Home Credit Indonesia dan separuhnya lagi yang belum menjadi pelanggan.

Fitur apakah gerangan yang ada di aplikasi My Home Credit? Di aplikasi ini kita bisa melihat lokasi toko terdekat, informasi kontrak secara real time, konfirmasi pembayaran, cara membayar termasuk alternatif pembayaran, penawaran menarik dan notifikasi lainnya. Perlu diingat, aplikasi My Home Credit belum memiliki fitur untuk mengajukan pembiayaan. Pelanggan harus datang langsung ke toko, tapi tidak usah ribet mengisi formulir cetak yang berlembar-lembar itu.  Ya Tuhaaan, kalau disuruh mengisi formulir yang beginian sih saya nyeraaah. Umur wis uzur. Makan wis semi-bubur. Rambut wis gugur. Mata wis lamur. Alhamdulillah, nantinya kita cukup mengisi data secara online (paperless) berdasarkan petunjuk dari staf Home Credit Indonesia. 

  Home Credit Indonesia juga bekerja sama dengan sejumlah partner dan e-commerce untuk cicilan belanja online seperti di Electronic Solution (Es.id), Laku6, TokoPDA.com, dll. Asyik ya, cukup beberapa kali klik, barang yang kita mau bisa dikirim langsung ke rumah saat pengajuan disetujui.

Teman-teman bisa mencari aplikasi My Home Credit di Google Play Store. Yang ada logo dompet merah. Sementara aplikasi cuma available untuk Android. Insya Allah September 2017 App Store menyusul. Yay! :)


            Selain soal pembiayaan, Home Credit Indonesia pengin membantu meningkatkan wawasan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Andy Nahil Gultom, Chief External Affairs PT Home Credit Indonesia, menyampaikan bahwa Home Credit Indonesia terus menjalankan kampanye nasional literasi keuangan. “Kami menyadari, tingkat pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan masih rendah. Untuk itu kami akan melakukan kunjungan ke beberapa kota besar dan memberikan edukasi,” jelasnya.

Btw, saya punya surprais, nih! Home Credit Indonesia sedang mengadakan lomba blog #LiveDigital. Tema gampang! Pastinya seputar kemudahan hidup di era digital. Info lengkap baca di bit.ly/LombaBlogLiveDigital. Hadiahnya antara lain smartphone Moto Z Play, Samsung Galaxy A3 2017, dan smartphone Vivo V5S. Bahkan hadiah hiburannya juga smartphone! Amboooiii!



Harap dicatat, dihayati, dan dipahami, deadline lomba blog #LiveDigital ini tanggal 31 Agustus 2017. Lingkari tanggalnya gede-gede di kalender. Jangan sampai lupa! Tempo hari saya udah ketiban hadiah smartphone cakep Lenovo dari acara Home Credit Indonesia, lho. Ehm. Yakin kalian rela hadiahnya jatuh ke tangan saya lagi? :) [] Haya Aliya Zaki


Selanjutnya ...

Kamis, 03 Agustus 2017

Hamil dan Menyusui, Perjalanan Luar Biasa Para Ibu

Kalau bicara soal hamil, kehamilan saya tidak pernah ada masalah. Alhamdulillah, semuanya baik-baik aja. Tapiii, kalau bicara tentang menyusui, waw wew wow banyak drama berseri, terutama saat menyusui anak pertama. Rasa sakit akibat melahirkan belum reda dan bayi kuning pula, saya harus menanggung stres karena ASI belum keluar sama sekali! Saya bertanya kepada mama dan ibu mertua, namun mereka kurang tahu kenapa. Kondisi mereka beda sama saya. Info dari buku, komunitas, dan internet belum sebanyak sekarang. Ya Allah, kalau bayi saya mati kelaparan gimanaaa?! Di tengah kepanikan ini, seorang oknum medis RS sekonyong-konyong menawarkan susu formula berharga selangit. :((

Kasus anak pertama saya jadikan pelajaran, Teman-teman. Saat hamil anak kedua dan ketiga, wawasan parenthood kami yaaah boleh dibilang lebih mapanlah daripada sebelumnya. Saya melahirkan di RS yang berbeda dengan RS yang pertama. Syukur, saya dipertemukan dengan tim medis yang tulus dan berdedikasi. Setelah melahirkan, saya terus disuport baik fisik maupun psikis sampai ASI benar-benar keluar. Kalau ingat peristiwa ini air mata saya pasti menetes. Hamil, melahirkan, dan menyusui. What an extraordinary journey for me! :)

Love this quote!

Well, ketika Anmum mengundang saya untuk hadir di acara kampanye Anmum #CelebratetheExtraordinary di Raffles Hotel, Jakarta (1/8), tentu saya antusias hadir. Anmum mengajak kami para mom blogger sama-sama merayakan Pekan ASI Sedunia. Padahal, saya bukan ibu hamil atau menyusui lagi hehehe. Kini si sulung telah beranjak remaja. Saya antusias hadir karena banyak pakar keren bakal sharing ilmu di acara ini, yakni Dr. dr. Ali Sungkar SPOG(K) (Ketua Perkumpulan Perinatologi Indonesia dan Anggota Dewan Penasihat Obstetri dan Ginekolog DKI Jakarta Indonesia), Rohini Behl (Marketing Teisor Fonterra Brands Indonesia), dan Ines Yumahana Gulardi, MSc. (Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia). Selain itu ada artis humble kesayangan Cynthia Lamusu dan ibu pejuang ASI Maria Wijaya. Saya pikir, postingan blog saya nanti insya Allah bermanfaat buat pembaca. Kini info parenthood tersebar luas di mana-mana, termasuk dari blog para kaum ibu seperti saya. Tinggal kita aja yang pintar-pintar memilah dan memilih info yang tepat dan sesuai.  

Beginilah hasilnya setiap lihat ada photo booth haha





Sebagian dari kita mungkin mengira bahwa nutrisi diberikan hanya ketika anak lahir. Nah, anggapan ini salah. Mari kita baca UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Di sana disebutkan defenisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Berarti? Sejak masih dalam kandunganlah semua kebutuhan anak, khususnya nutrisi, wajib kita penuhi.

Menurut Dr. Ali, 1000 hari pertama kehidupan sangat penting! Kenapa? Kualitas seorang anak terutama dibangun dari 1000 hari pertama kehidupannya, yakni 9 bulan 10 hari dalam kandungan (270 hari) dan 2 tahun (730 hari). Percaya tidak bahwa 1000 hari pertama kehidupan menjadi penentu masa depan bangsa? Pada masa janin sampai anak berusia 2 tahun inilah terjadi proses tumbuh kembang yang cepat nian, yang tidak terjadi pada kelompok usia lain. Contohnya, pertumbuhan otak. Sekitar 80% pertumbuhan otak anak terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Bayangkan, kita akan melahirkan seorang khalifah atau pemimpin ke muka bumi. Pastinya kita ingin melahirkan khalifah terbaik. Sebaiknya ibu hamil tidak mengalami malanutrisi. Kalau iya, kemungkinan besar anak yang dilahirkan juga akan mengalami malanutrisi. Efeknya pada anak antara lain cacat batang selaput otak, bertubuh pendek (bukan karena keturunan), dan tubuh rentan infeksi. Mari kita putus rantai ini,” kata Dr. Ali. 
            Btw, saya baru tahu kalau cuti hamil dan menyusui adalah hak anak, bukan hak ibu. Hak ini harus diberikan perusahaan kepada pegawainya yang membutuhkan. Semua udah ada undang-undangnya. Catet!

Dr. dr. Ali Sungkar SPOG (K)

Rohini Behl

Selain nutrisi, suport sosial juga dibutuhkan kaum ibu. Jangan sekali-sekali menakut-nakuti ibu untuk berhenti menyusui supaya payudara tidak kendur atau alasan mitos lain. Berikut beberapa mitos dan fakta seputar ibu hamil dan menyusui yang ditanyakan teman-teman blogger saat di acara. Saya rangkum jawaban dari narsumnya.

1. Ibu hamil tidak boleh makan makanan yang belum matang
Fakta. Ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang matang. Makanan seperti sate, sayuran mentah, dll dihindari karena bisa jadi mengandung bakteri. Kalau sayuran paling tidak direbus dulu.  

2. Ibu menyusui tidak boleh hamil lagi
Mitos. Ibu menyusui boleh aja hamil lagi. Selama hamil juga tetap boleh menyusui, asaaal nutrisi ibu cukup, ya. Lama-kelamaan ASI akan susut sendiri seiring kehamilan yang semakin besar.

3. Kebanyakan menyusui, payudara akan kendur
Mitos. Mungkin karena dikira payudara ditarik-tarik anak, terus payudara jadi kendur gitu. >.< Faktanya, semakin sering menyusui justru kulit sekitar dada akan semakin sehat. Banyak faktor yang menyebabkan payudara kendur, yakni aktivitas, lemak tubuh, merokok, dll.

4. ASI saya sedikit, pasti tidak cukup untuk bayi saya
Mitos. Kekhawatiran ini mungkin muncul ketika kita kelamaan mantengin status teman yang stok ASI-nya sampai bertumpuk-tumpuk di kulkas. Akhirnya, semua baper pada waktunya. *halah* Padahal, jumlah ASI sendiri menyesuaikan, lho. Belum tentu ASI kita yang jumlahnya lebih sedikit daripada teman, tidak cukup untuk bayi kita. Saya termasuk yang jumlah ASI-nya standar aja. Di kulkas saya yang itu yang berjejer stoples camilan, bukan stok botol ASI. LOL. Kuncinya, komit dan konsisten menyusui. Semakin sering bayi disusui, biasanya produksi ASI akan semakin cetaaarrr. Ituh!   

5. Kualitas ASI yang dipompa berbeda dengan kualitas ASI yang diberikan langsung
Mitos. Kualitas ASI-nya sama. Perbedaannya, kalau ASI diberikan secara langsung, kita bisa skin to skin contact dengan anak. Ada bonding yang tercipta saat proses menyusui. Entah kenapa, saya merasa proses menyusui merupakan momen romantis kita dengan anak. Cuma 2 tahun dan sudah berlalu hiks. *terus didorong-dorong bikin anak lagi* *huaaa*  

Sesi mengharukan sekaligus bikin kami tertawa tergelak-gelak adalah sesi sharing Mbak Cynthia Lamusu dan Mas Surya Saputra hahaha. Mungkin Teman-teman mengikuti cerita perjuangan mereka mendapatkan dua buah hati lucu Tatjana dan Bima melalui treatment bayi tabung. Setelah melahirkan, dilalah si kembar belum boleh dibawa pulang karena bobot kurang. Di sini perjuangan kembali dimulai. Mbak Cynthia tetap berusaha memberikan ASI eksklusif meskipun anak-anaknya masih menginap di inkubator NICU RS. Pernah hujan-hujan naik ojek sampai hampir selip segala demi memberikan ASI untuk anak-anak di RS. Mas Surya pun tidak pernah lepas tangan, dia selalu berusaha membantu sang istri. "Setiap saya pijit-pijit punggung Cynthia, ASI-nya pasti menderas," kata Mas Surya tertawa. Demikian pula ibunya Mbak Cynthia. Beliau gantian membantu mengasuh si kembar sementara Mbak Cynthia istirahat. 

         Saya melihat foto dan caption di Instagram personel AB Three ini sumpah jadi berkaca-kaca je. Mbak Cynthia dan Mas Surya kerap berdialog seolah-olah Tatjana dan Bima bisa mendengar kalimat penyemangat orangtua mereka. Actually, saya yakin anak-anak itu betulan bisa mendengar karena kuasa Allah. Sekarang alhamdulillah keduanya sehat dengan bobot badan normal.


Mbak Cynthia Lamusu dan Mas Surya Saputra with their angels (credit: IG @cynthia_lamusu)


See, betapa numero uno suport keluarga bagi ibu hamil dan menyusui. Hal ini juga diamini Mbak Maria Wijaya, pejuang ASI sekaligus pendonor ASI. Ibunya Mbak Maria yang dulu tidak mampu memberikan ASI eksklusif kepada Mbak Maria, kini menjadi suporter utama agar anaknya mampu memberikan ASI eksklusif kepada cucunya. Alhasil Mbak Maria mampu memproduksi berbotol-botol stok ASI di kulkas. Menyadari anugerah ini, Mbak Maria berinisiatif membantu ibu-ibu lain dengan menjadi pendonor ASI. Hebat, ya? Demikian pula suami dan keluarga besar Mbak Maria. Mereka full support.


Bersamaan acara ini, kami diperkenalkan dengan produk susu ibu hamil Anmum Materna. Anmum Materna yang berada di bawah naungan Fonterra Brands Indonesia ini mengandung nutrisi makro dan mikro dengan gangliosida dan DHA. Rasa cokelatnya enaaak! Berdasarkan survei, 8 dari 10 ibu lebih menyukai rasa baru Anmum Materna yang cokelat dibandingkan dengan produk susu ibu hamil lainnya.

Saya jadi mengenang masa-masa mengonsumsi produk susu hamil yang dikeluarkan oleh sebuah brand, Teman-teman. Eeewww ... rasa dan bau mineral besinya itu dominan banget! Aneh. Tahu sendiri kondisi ibu hamil yekan. Sebentar-sebentar pengin ho-ek. Ke mana-mana bawa kantong muntah. Saya yang selalu doyan makan nasi padang, selama hamil asli kurang belaian nasi padang. *penting enggak info ini?* Intinya, pengin makan dan minum normal aja kudu usaha, konon pula kalau disodori minuman yang rasanya tidak enak! Alamat langsung keluar utuh. :( Jadinya saya memilih minum susu biasa. Hmmm, coba kalau dulu pas saya hamil udah kenalan sama Anmum, ya. Saya bisa lebih nyaman mengonsumsi susu untuk ibu hamil. Untuk ibu menyusui, tersedia Anmum Lacta. Anmum Lacta mendukung segala kebutuhan nutrisi ibu menyusui.  

Bu Ines in action

Di akhir acara, saya bertanya secara privat kepada Ibu Ines tentang keluhan meminum susu ibu hamil yang pernah saya alami. “Kami paham kondisi ibu hamil yang gampang sekali mengalami mual dan muntah. Karena itu, kami memasukkan mineral besi secukupnya aja (sesuai kebutuhan ibu hamil) ke Anmum Materna. Kalau kandungan mineral besi terlalu tinggi, dikhawatirkan minuman ini malah tidak bisa masuk sama sekali,” jelas Bu Ines. Nah!

“Bagaimana dengan kandungan kalsiumnya, Bu? Dulu saya pernah dikasih tahu mbak mbak SPG bahwa susu yang kalsiumnya tinggi itu tidak enak rasanya. Seandainya enak, berarti kandungan kalsiumnya bohong, “ tanya saya lagi.

Lagi-lagi Bu Ines menjelaskan bahwa semua kandungan nutrisi dalam Anmum Materna dan Anmum Lacta udah disesuaikan sama kebutuhan. Hanya, kandungan lemak dan gulanya DIBATASI demi menjaga kondisi kesehatan ibu hamil dan menyusui. Fonterra Brands Indonesia strict sekali soal ini.

Dari penelitian yang shahih, duo Anum terbukti tidak bikin gemuk. Lagi pula, untuk memproduksi ASI dibutuhkan asupan energi 700 kkal. Banyak, kaaan? Setop diet sembarangan, atur pola makan sehat, minum susu bila perlu, kalau tidak nanti malah kurang nutrisi. Saya dan Bu Ines mengobrol sambil sama-sama menelaah kandungan nutrisi yang tertera di kemasan Anmum. Bu Ines menjelaskan poin per poinnya. So, nutrisi terpenuhi tanpa perlu worry. :)

Percaya ya kalau pengalaman hamil dan menyusui adalah extraordinary journey kita? Perjuangan dan tantangannya benar-benar sesuatu. Rasanya kayak join mission impossible. :)) Saya aja sampai sekarang masih amazed mampu melewati masa-masa itu. Secara dulu saya remaja yang manis manjah dikit-dikit merengek ke mama hapalah-hapalah. Yuk, beri dukungan kepada ibu hamil dan menyusui di sekitar kita, terutama buat bapak-bapaknya, nih. Kita bisa berbagi peran mengasuh anak, membiayai, mencarikan info, menyediakan makanan bergizi, atau minimal bantu-bantu pijitlah supaya produksi ASI lancar jaya kayak yang dilakuin Mas Surya Saputra ke Mbak Cynthia Lamusu ehm. Apa pun itu semua suport pasti amat berarti. :) [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Sabtu, 29 Juli 2017

BCA Rayakan Hari Anak Nasional dengan Gerakan Berbagi Buku untuk Indonesia

           Kalau bicara soal buku, saya pasti teringat masa kecil, masa-masa di mana abah dan mama tetap berusaha membelikan saya buku meski saya tahu kehidupan kami pas-pasan. Saya sangat berterima kasih karena mereka memahami hobi saya, termasuk akhirnya menghargai pilihan saya yang pengin serius terjun ke dunia kepenulisan. :)

            Buku-buku di perpustakaan sekolah kami pula cukup lengkap. Segala novel dari karya Enid Blyton, Agatha Christie, sampai R.L. Stine, saya sikat. Saya beruntung bisa menikmati buku-buku bacaan yang saya suka. Sayang, tidak semua anak-anak Indonesia seberuntung saya dulu. Sekitar 74% perpustakaan bertumpu di Pulau Jawa. Standar UNESCO itu 1 orang membaca 2 buku. Faktanya, di berbagai pelosok Indonesia, 1 buku diantre baca oleh 50 orang anak! Beberapa bulan lalu saya sempat menulis tentang talkshow gerakan berbagi #BukuuntukIndonesia dari Kafe BCA V di gedung Menara BCA, Jl. Thamrin, Jakarta (15/3).

BCA komit menumbuhsuburkan minat membaca anak-anak. Kita bisa berpartisipasi, lho. Tinggal pilih paket donasi yang tersedia. Dana yang terkumpul akan dikonversi menjadi buku. Buku-buku tersebut nantinya disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi, BCA mempersembahkan kaus kebaikan untuk kita yang berpartisipasi dalam gerakan berbagi ini. Istimewa, salah satu narsum acara talkshow bulan Maret adalah Bang Andy F. Noya, presenter acara teve Kick Andy. Cerita lengkapnya bisa Teman-teman baca di postingan Buku sebagai Jendela dan Inspirasi Kehidupan.

 Naaah, acara sejenis kembali hadir di SD Negeri 7 Gadingrejo, Pringsewu, Lampung pada tanggal 21 Juli 2017. Di sana BCA membagi-bagikan buku bacaan dan mengadakan kegiatan storytelling untuk anak-anak SD. Pak Santoso (Direktur BCA) didampingi Pak Sapto Rachmadi (Senior Vice President Corporate Social Responsibility BCA) dan Pak Soeharjo Moeliadi (Kepala KCU BCA Bandarlampung) menyerahkan secara simbolis beberapa buku bacaan kepada 7 Kepala Sekolah SD Negeri, yakni SD Negeri 7 Gadingrejo, SDN 2 Banjarsari Metro Utara, SDN 3 Bumi Waras, SDN 5 Bumi Waras, SDN 3 dan 4 Sukaraja, dan SDN 4 Gunung Terang di SD Negeri 7 Gadingrejo, Pringsewu, Bandarlampung. Turut menyaksikan di antaranya Pak Sulpakar (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung), Bu Yekti Budi Utami (Ka UPT Pendidikan Bandarlampung), Pak Tri Prawoto (Kepala Dinas Pendidikan Kab Pringsewu), dan Pak Sumarju Saeni (Kepala Dinas Sosial Bandarlampung). Alhamdulillah, ini membuktikan BCA konsisten dengan aksi #BerbagiuntukIndonesia-nya.

Direktur BCA (ketiga dari kanan) di SD Negeri 7 Gadingrejo, Pringsewu, Lampung 

Dalam rangka HUT ke-60, BCA berkomitmen untuk #MenjadiLebihBaik melalui tiga pilarnya Belajar Lebih Baik, Melayani Lebih Baik, dan Memberi Lebih Baik. Aksi berbagi Buku untuk Indonesia ini salah satunya. Jika minat baca di berbagai pelosok di Indonesia meningkat, terciptalah generasi muda yang cerdas, berkualitas, dan berakhlak mulia,” ujar Santoso. Aamiin!

Ibarat gayung bersambut, gerakan berbagi Buku untuk Indonesia mengundang partisipasi tinggi dari masyarakat. Periode I terkumpul donasi lebih dari Rp1 miliar. Buku-buku anak didistribusikan ke 104 sekolah di 60 titik di Indonesia. Aksi berbagi yang serempak diadakan di 5 kota di Indonesia ini sekaligus dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional. Kelima kota tersebut adalah Aceh mewakili Sumatera, Singkawang mewakili Kalimantan, Garut mewakili Jawa, Manado mewakili Sulawesi, dan Kupang mewakili Indonesia Bagian Timur.


Giring 'Nidji' Ganesha ternyata jago mendongeng! 

            Teman-teman pengin berpartisipasi? Yuk, gerakan berbagi Buku untuk Indonesia masih lanjut hingga Desember 2017. Sila kunjungi website www.bukuuntukindonesia.com atau cabang BCA terdekat.

Selamat ulang tahun, BCA! Semoga akses buku kepada anak-anak kita semakin luas. Buku dapat membuka wawasan mereka terhadap dunia yang tanpa batas dan menuju kehidupan yang sejahtera. Dengan membaca buku, anak-anak jadi punya keberanian mengubah hidup asalkan mereka mau berusaha. Teman-teman jangan lupa berpartisipasi gerakan berbagi Buku untuk Indonesia, ya! Ditunggu! :) [] Haya Aliya Zaki


Selanjutnya ...

Iklan