Kamis, 14 Juni 2018

Selayang Pandang Penjurian Lomba Blog Emeron


Alhamdulillah, it’s a wrap!
Periode lomba blog Emeron Perawatan Lengkap untuk Rambut Cantikmu yang digelar tanggal 30 April–4 Juni 2018 akhirnya selesai juga. Tim juri yang terdiri atas saya sendiri, Enricko Lukman dari C2live, dan tim Emeron, selama hampir seminggu adu jidat (baca: berjuang) menentukan nama pemenang. Satu per satu submission dibaca dari posisi wenak sampai posisi pegel, dari duduk sampai menclok di jendela, lanjut berdiskusi paaanjang dan laaama, bolak-balik menelaah kelemahan dan keunggulan postingan peserta, dst, dst, dst.  


Jujur, hampir 10 kali menjadi juri lomba blog, lomba blog Emeron-lah yang paling besar hadiahnya. Enggak tanggung-tanggung total hadiah Rp30 juta. Cash, Bok! Jadi, jangan heran jika dalam waktu sebulan lomba blog ini meraup hampir 250 submission dari blogger perempuan thok. Kebayang kalau blogger laki-lakinya juga boleh ikut, mungkin para juri kelelep submission saking banyaknya. :))
Teruuus, siapa bilang jadi juri enak? Asli, jadi juri itu banyak dilema, apalagi saya yang sejak tahun 2011 sudah merasakan jadi peserta lomba blog. Paham betullah gimana seorang juri tidak boleh asal-asalan memilih pemenang karena itu berarti dia menzalimi orang lain. Berat tanggung jawabnya di dunia dan di akhirat euy.   
Oke, mukadimahnya cukup. Sekali lagi, hampir 250 submission yang rata-rata kontennya bagus, unik, dan komplet. Demi menghayati peran (halah), kami para juri membaca 1 postingan sebanyak 3–5 kali. Berikut saya rangkum beberapa hal yang missed dari peserta dan berdampak fatal bagi mereka. Kiranya penjelasan berikut bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Tarik, Maaang!  
1. Tema yang tidak sesuai
            Poin pertama penilaian adalah kesesuaian tema Perawatan Lengkap untuk Rambut Cantikmu dengan hashtag #DengarkanRambutmu dan #CobaEmeron. Juri mencari blogger yang bisa menceritakan bagaimana ia terdorong untuk mendengarkan kebutuhan rambutnya (stres rambut) dan memberikan perawatan dengan produk Emeron Complete Hair Care. Ada beberapa postingan yang tulisannya bagus, dilengkapi foto dan infografis ciamik, komentar banyak, tapi tidak sesuai tema. Blogger hanya membahas perawatan rambut paripurna, tanpa membicarakan kebutuhan rambutnya sama sekali.
Tema adalah amanat utama yang harus disampaikan blogger kepada pembaca. Meski sudah ditimbang dari depan belakang atas bawah, konten yang tidak sesuai tema diputuskan tidak dapat dipilih menjadi pemenang.     
2. Salah info produk
             Saya dan Enricko menyerahkan poin penilaian produk langsung kepada tim Emeron. Awalnya kami berdua sudah memasukkan nama blogger dalam kandidat pemenang, tapi terpaksa dibatalkan oleh tim Emeron. Apa pasal?
Olala, rupanya blogger salah menulis info formula Emeron yang didapat dari hasil googling. Kini Emeron memiliki formula baru dan semua tercantum jelas di web situs resmi Emeron. Next peserta lomba blog harus lebih teliti dan hati-hati, ya. Sebaiknya ambil info produk langsung dari web situs resmi brand. Seandainya pun tetap mau mengambil info dari luar, lakukan cek dan ricek apakah info sudah benar atau belum, apakah info masih berlaku atau tidak, dst. :)
3. Story yang umum
             Begitu BUANYAAAK postingan yang bercerita tentang stres rambut dan hijab, rambut singa, misalnya, membuat kami harus selektif memilih dari sisi story, tentu story yang paling menarik dan unik menurut kami. Story dan penjelasan produk juga harus lebur, di mana penjelasan produk tidak terkesan dipaksakan masuk.
Hasilnya, pemenang lomba blog Emeron hadir dengan beragam story istimewa, ada story stres rambut dan hijab, rambut singa, traveling, ibu melahirkan + menyusui, family, parenting, dll. Seru!
            Sedikit intermezzo, meski tidak tampil sebagai pemenang utama, beberapa postingan berikut berhasil mencuri perhatian saya, yakni postingan milik Nurul Aslamiati, Triani Retno (Eno), dan Aidan Clara Andrian (Aidan).
Nurul bercerita tentang kegelisahan cewek milenial akan stres rambut gondrong milik suami dan anaknya. Angle yang lain daripada yang lain dan ditulis dengan cara yang menyentuh.
Eno dengan gaya bahasa yang lincah dan kocak berhasil membuat saya terkekeh-kekeh. Format bercerita yang orisinal dan kreatif, dilengkapi gambar-gambar kreasinya sendiri.
Aidan, seorang blogger remaja, mengangkat topik bullying yang kerap dialami anak-anak di sekolah. Gaya berceritanya polos khas anak remaja. Ada solusi dari masalah, bukan sekadar memaparkan info produk. Dan, belum ada peserta yang menuliskan story ini. Kalau kata orang Belanda, story-nya ora umum. :)) Karya Aidan layak kami apresiasi. Semoga ke depannya Aidan semakin semangat ngeblog dan bisa lebih mengeksplorasi konten-kontennya.      
4. Tata bahasa acakadut
             Tata bahasa acakadut di sini meliputi typo, salah tanda baca, kata-kata alay, kalimat mbulet alias sulit dipahami, dll. Beberapa yang saya jumpai, foto-foto cakep, tapi tulisan masih typo di sana-sini. Seyogianya ada proses menulis, endap, edit (kalau bisa berulang-ulang), apalagi ini postingan yang diperlombakan. Lalu, ada beberapa blogger yang saya tidak tahu kenapa, kalimat di dalam postingannya semacam tidak selesai. Ini mengurangi poin penilaian.
BAHASA adalah salah satu senjata blogger dalam menyampaikan pesan kepada pembaca. Blogger memang berbeda dengan wartawan media mainstream, mereka bebas berekspresi dengan gaya bahasa sendiri, mau pakai bahasa gaul pun silakan, tapi hal-hal mendasar seperti di atas tolonglah jangan diabaikan, yo.     
5. Submit di detik-detik terakhir
            Sebagian blogger mengatakan bahwa submit postingan di web situs C2live itu sulit, padahal sebenarnya tidak. Justru sistem ini memudahkan kalian untuk mengetahui postingan kalian sudah memenuhi syarat atau belum, misalnya apakah backlink cocok, apakah jumlah share medsos kurang, apakah hashtag salah, dll. Dengan begitu, kalian bisa langsung menindaklanjuti.
Jadi kebayang, kan, kalau kalian submit di detik-detik terakhir? Jika submission mental, kalian tidak punya waktu untuk memperbaiki. Sayangnya, kami menemukan beberapa postingan bagus di detik-detik terakhir, tapi belum memenuhi syarat. Seandainya submission dilakukan lebih awal, blogger punya kesempatan untuk memperbaiki dan mungkin bisa memenangi lomba blog.
Pembahasan singkat tentang juara utama
            Nama Langit Amaravati sebagai jawara lomba blog sudah tidak asing lagi di telinga saya. Wajar jika saya excited membaca postingan Langit untuk mencari tahu apa kejutan darinya kali ini. Benar saja, dari segi judul, story, cara penyampaian, foto-foto, penjelasan produk, tampilan blog, Langit unggul telak. Postingan dibuka dan ditutup dengan syantik. Saya suka paragraf pamungkasnya yang bermakna dalam dan nyambung banget dengan filosofi Emeron. Apa itu? Silakan baca sendiri.    
            Echa satu-satunya blogger yang mengangkat story stres rambut dan penyakit kanker yang pernah dideritanya. Ini poin penting di mata kami, meski kami berharap Echa bisa mengolah lebih dalam drama di dalam kontennya. Seperti biasa, isi postingan Echa komprehensif, foto-foto cakep, dan didukung dengan GIF lucu. 
            Profil Lidya yang seorang make up artist membuat story dan review yang ditulisnya semakin berbobot. Lengkap dengan foto before dan after memakai produk Emeron. Overall tampilan dan feel blog Lidya dinilai sangat positif oleh tim Emeron.
            Sementara itu, pemenang favorit ditentukan sepenuhnya oleh tim Emeron. Saya dan Enricko hanya memberikan short list kandidat yang kontennya kece dan kira-kira mewakili imej brand Emeron, yakni perempuan milenial yang aktif dan produktif. Blogger terpilih adalah Caroline, Damar Nur Aisyah, dan Rahma Zahwa Aldila. Link postingan seluruh pemenang bisa dibaca DI SINI.  






            Akhir kata, selamat untuk semuanya! Bagi yang belum terpilih, sampai jumpa di lomba blog berikutnya. Sesungguhnya kalian semua adalah pemenang. Terima kasih, terima kasih, terima kasih atas partisipasinya. Mohon maaf jika ada kekurangan. Terima kasih juga untuk kerja sama yang baik tim saya di Dear Blogger Net.
Yuk, Teman-teman pantau terus medsos Dear Blogger Net dan web situs C2live untuk update info terbaru. Happy holiday! :) [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Selasa, 12 Juni 2018

Tip Menjaga Kesehatan Selama Ramadhan


          Teman-teman, apa kabarnya puasa kalian? Sebentar lagi Lebaran! Wah, enggak berasa, ya. Katanya, seminggu terakhir, manekin di toko aja sampai tumbang kecapekan gara-gara bolak-balik digantiin baju haha. Di mana-mana toko rame isinya orang belanja semua. *ya iyalah masa isinya orang bercocok tanam* Saya sebenarnya antara sedih bakal ditinggal Ramadhan dan happy bakal silaturahim keluarga besar saat Lebaran, sih.
Terus, saya pengin cerita aktivitas saya di bulan Ramadhan. Puasa bukan menjadi alasan berdiam diri. Kata pakar kesehatan, berdiam diri justru membuat tubuh semakin lemas. Saya tetap bekerja seperti biasa, apalagi Ramadhan tahun ini saya dan teman-teman Dear Blogger Net dipercaya klien untuk meng-handle dua lomba blog sekaligus. Bedanya, saat Ramadhan, ibadahnya ditingkatkan seperti shalat Tarawih, tadarus, sedekah, dll. Berikut tip saya menjaga kesehatan selama Ramadhan.
1. Perhatikan menu makan sahur dan berbuka
            Kurangi mengonsumsi makanan yang berminyak dan manis. Kedua jenis makanan ini membuat tubuh mudah lemas dan mengantuk. Perbanyak mengonsumsi makanan berserat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Makanan berserat membuat perut kenyang lebih lama. Sayur sop, pepaya, dan pisang adalah menu sahur dan berbuka yang sering tersedia di meja makan kami. Hindari kalap saat berbuka, ya. Ingat, ini puasa, bukan ajang balas dendam. LOL.
2. Minum vitamin (bila perlu)
            Sebenarnya kebutuhan vitamin bisa tercukupi dari makanan, tapi mungkin kita perlu minum vitamin kapsul atau tablet ketika tubuh sedang kurang fit atau ketika kita sedang travelling.
3. Tidur yang cukup
            Saat Ramadhan otomatis waktu tidur berkurang, dong. Siasati dengan tidur siang selama setengah sampai satu jam untuk memulihkan energi. Saya totally memilih tidak bergadang. Bergadang dijamin bikin sulit bangun sahur. Semua pekerjaan diusahakan selesai maksimal sore hari. Soalnya kalau sampai tidak sahur, kasihan suami dan anak-anak.  
4. Olahraga
            Jangan membayangkan olahraga maraton atau angkat barbel 10 kg, ah. Cukup olahraga yang ringan-ringan aja seperti jalan kaki selama setengah jam sebelum berbuka.
5. Jaga keseimbangan cairan tubuh
            Sekitar 60% tubuh manusia mengandung air. Air berfungsi antara lain membentuk sel, mengatur suhu tubuh, dan melarutkan makanan. Bagi kita perempuan, minum air penting untuk membantu membuang bakteri dari saluran kemih karena saluran kemih kita lebih pendek daripada laki-laki. Jangan malas minum saat sahur dan berbuka meski tidak sedang haus haus amat.    
Larutan Cap Kaki Tiga dari Kino Indonesia merupakan minuman yang cocok menemani keluarga saya saat sahur dan berbuka. Seharian kekurangan cairan, tubuh jadi lebih sensitif. Seriawan muncul, bibir pecah-pecah, dan pencernaan tidak nyaman. Itu gejala panas dalam. Panas dalam bisa disebabkan oleh tidak seimbangnya asupan dan pengeluaran cairan tubuh. Tambahan pula waktu tidur berkurang. Saya minum 1 botol isi 200 ml Larutan Cap Kaki Tiga, ahlinya panas dalam, saat sahur dan 1 botol saat berbuka. 


Segarnya Larutan Cap Kaki Tiga dingin!

Sekali-sekali bolehlah ya berbuka dengan menu favorit lontong Medan :))

           Saya dan anak-anak paling suka Larutan Cap Kaki Tiga dingin! Betul-betul pas buat pelepas dahaga. Larutan Cap Kaki Tiga punya beberapa pilihan rasa istimewa dengan kemasan kaleng dan botol yang praktis. Inget-inget ya logonya seperti yang di foto, bukan yang lain. Pastikan yang benar.
Larutan Cap Kaki Tiga minuman tradisional dengan resep turun-temurun lebih dari 80 tahun dipercaya mampu meredakan panas dalam dan sembelit. Larutan ini mengandung mineral alami Gypsum Fibrosum dan Calcitum.  
Jangan khawatir over dosis karena minum banyak. Larutan Cap Kaki Tiga tidak mengandung bahan kimia yang menimbulkan adiksi (ketagihan) kok, bahkan mengandung pengawet pun tidak. Kecuali, pada pasien sakit jantung dan gagal ginjal, memang perlu perhatian khusus. Organ tubuh pasien dengan kedua penyakit tersebut tidak mampu lagi mengatur pengeluaran cairan dari dalam tubuh. Konsultasi ke dokter sebelum minum Larutan Cap Kaki Tiga, ya.     
Larutan Cap Kaki Tiga telah menerima sertifikat halal dari MUI dan memiliki nomor POM. Selain halal, sekali lagi, Larutan Cap Kaki Tiga aman karena tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh.
Larutan Cap Kaki Tiga pernah mendapatkan penghargaan TOP BRAND, MASTER BRAND, SOCIAL MEDIA AWARD, BEST BRAND, WOM Marketing, Indonesia Top Brand Award, dan Satria Brand Award. 

Kadang-kadang saya keluar rumah memenuhi undangan meeting atau berbuka bersama dari brand. Sebelum berangkat, saya membawa beberapa botol Larutan Cap Kaki Tiga. Tau sendiri makanan berbuka di luar macam-macam, ada yang pedas, manis, dan asam. Minggu lalu, Larutan Cap Kaki Tiga yang saya bawa ke acara blogger ternyata bermanfaat bukan hanya untuk diri saya sendiri, alhamdulillah. Sebotol saya berikan kepada Kak Tuty, salah satu teman blogger, karena saluran pencernaannya sedang tidak nyaman.   

Siap sedia selalu Larutan Cap Kaki Tiga

Kesimpulannya, saya selalu sedia Larutan Cap Kaki Tiga di rumah dan di dalam tas untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, apalagi sebentar lagi Lebaran. Makanannya pasti macam-macam juga, kan? 
Yuk, jaga kesehatan supaya kita bisa konsen beribadah dan silaturahim Lebaran. Eid Mubarak 1439 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita termasuk ke dalam golongan pemenang di hari yang fitri nanti. Aamiin yaa Rabbal ‘alaamin. [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Minggu, 10 Juni 2018

Dissy Reborn, Momen Kembalinya Brand Kosmetik Lokal Milik Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty


           Teman-teman sudah pada baca postingan saya yang Review Dissy Lipstick Matte Rifa belooom? Di situ saya me-review matte lipstick Dissy, sebuah brand kosmetik lokal. Sebelumnya sayup-sayup (((SAYUP-SAYUP))) saya pernah mendengar tentang Dissy, tapi belum jodoh menelaah lebih jauh. Nah, sebulan yang lalu saya mendapat kesempatan mencoba produk Dissy dan lanjut seminggu yang lalu ketemu langsung dengan pemiliknya, artis kondang Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty, di acara launching Dissy Reborn di Agneya Restaurant, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 
            Terus, setelah 4 tahun Dissy hadir di permukaan bumi ini (halah), kenapa sekarang pakai tagline Dissy Reborn?
Dissy Reborn merupakan serangkaian paket kosmetik terbaru Dissy. Segala sesuatunya berbeda dengan produk lama Dissy, baik dari segi logo, formula, maupun kemasan. “Singkatnya sih kami pengin Dissy naik kelas,” ujar Andhika.
Monmaap, saya pernah membaca review kurang apik dari produk lama Dissy, misal soal lipstik yang cracked dan menggumpal (sulit menyatu) di bibir. Tapi, jujur, ini tidak saya rasakan waktu memakai matte lipstick Dissy Reborn. Lipstiknya terasa lembut di bibir dan tidak membuat bibir kering meskipun saya tidak memakai lip balm. “Kalian beli Dissy Lip Velvet (lipstik cair dengan hasil velvet to matte yang ringan), kalau hasilnya cracked dan menggumpal, saya akan kembalikan uang kalian,” janji Ussy. Ussy berkata seperti itu karena dia yakin dengan okenya formula produk Dissy Reborn. Saya pun sudah membuktikannya sendiri saat mencoba Dissy lipstick matte Rifa. Soal kemasan, kemasan Dissy Reborn berwarna rose brown. Kesannya lebih glam dan eksklusif karena ada tanda tangan Ussy. Suka!   




Produk-produk Dissy Reborn


Pastinya ada pembelajaran selama 4 tahun. Dissy benar-benar milik Andhika dan Ussy, tidak ada campur tangan dari pihak lain. Ussy menjabat direktur, sementara Andhika komisaris. Meski baru kali ini ketemu, saya bisa melihat, jiwa enterpreneur Ussy menonjol banget.
Di awal lahirnya Dissy, Andhika dan Ussy hanya memproduksi sabun, losion, dan lipstik. Jangan salah, meski tidak diekspos di media, Dissy mengalami proses jatuh bangun yang panjang dan melelahkan. Kompetitor brand komestik milik artis satu per satu bermunculan. Dissy banyak introspeksi, terutama dalam hal kualitas. Proses demi proses dinikmati. 
Sekarang produk Dissy sudah komplet, ada lip serum dan lip tint segala, lho. Khusus lip tint, Ussy terinspirasi dari komestik Korea. Soalnya Ussy hobi nonton drakor. Hayooo siapa yang hobi nonton drakor juga? Perhatiin deh bibir pemain drakor pada cakep-cakep semuwah. Omong-omong, itu bibir apa permen Yupi?! Dan, enggak sia-sia, lip tint jadi produk bestseller Dissy. Yay! Produk Dissy bukan asal produksi, ada riset dan survei yang sungguh-sungguh. Salah satu nawaitu Dissy memang membuat produk lokal dengan harga terjangkau.
Produk Dissy sudah mendapat sertifikat HALAL dari MUI dan memiliki nomor POM. Jadi, selain halal, Dissy tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh seperti hidrokuinon, merkuri, dll.   
“Jangan pernah takut memakai produk lokal. Banyak produk lokal yang kualitasnya bagus, termasuk Dissy,” kata Ussy tersenyum.  
Tahun lalu penjualan Dissy sempat tersendat karena kondisi psikologis Ussy yang hamil dan melahirkan. Tahun ini semua diperbaiki dari produk sampai sistem kerja. Produk Dissy bisa dibeli di e-commerce terkemuka seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Elevania, dan segera di Blibli.com. Ussy menghindari menjual produknya di pasar tradisional karena nanti bakal kecampur sama produk-produk lain.
Namun, menurut Andhika, selama ini omset terbesar mereka justru berasal dari reseller. Dissy dan reseller sudah ibarat keluarga, bukan sekadar rekan bisnis. Berkat reseller, konsumen di Papua dan Taiwan bisa membeli produk Dissy. So, insya Allah Dissy tidak akan pernah melupakan reseller. Nawaitu Dissy yang lain adalah menyejahterakan reseller-reseller mereka. Mulia banget, ya! Salut!   



Gemesin banget ya mereka!

Meski sibuk sebagai artis dan kini pengusaha, Ussy tetap mengutamakan keluarga. Keluarga nomor siji itu harga mati. Kalau jadwal acara anak di sekolahan dan jadwal meeting tabrakan, Ussy akan memilih hadir di acara sekolah anak. Boleh percaya boleh enggak, sampai sekarang Andhika kalau makan masih harus disuapi Ussy! Ya amplop anak-anaknya kalah haha. Ngobrol sama dua sejoli muda ini seru banget tahu-tahu sudah beduk buka puasa aja. Satu pesan Ussy yang nempel di kepala saya, "Jangan mengumbar masalah pribadi di medsos, apalagi masalah rumah tangga. Selesaikan secara intern." So inspiring!
Tahniah atas lahirnya Dissy Reborn! Semoga Andhika dan Ussy berjaya dalam bisnis dan kehidupan berumah tangga. Kami tunggu produk-produk Dissy Reborn berikutnya! :) [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Minggu, 03 Juni 2018

Berjaya dengan Inklusi Keuangan Syariah


Penontooon, eh, Teman-temaaan, kalau membahas keuangan kayaknya enggak pernah ada kata usai, ya. Konon pula kita ibuk-ibuk dipercaya jadi manajer keuangan keluarga. Biasanya kita yang mengatur pos-pos pengeluaran dari biaya belanja, setor SPP anak, bayar listrik, sampai urusan asuransi. Berbahagialah jika kondisi keuangan keluarga aman damai sentosa walau kadang gonjang ganjing diterpa badai dan prahara. Halah.  
Di postingan ini saya bakal mengulas reportase dari seminar ekonomi bertajuk Rembuk Republik: Memacu Inklusi Keuangan Syariah yang digawangi oleh Republika bertempat di Ballroom JS Luwansa Hotel, Jakarta (14/5). Duilah, nyebutin seminar ekonomi kesannya gimana gitu. Tenang, tenang, bahasannya cukup mudah dipahami oleh ibuk-ibuk seperti kita, kok. Alhamdulillah dari acara ini saya jadi banyak masukan tentang serba serbi ekonomi syariah. Lanjut!
Bukan rahasia lagi kalau Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Seharusnya potensi pertumbuhan ekonomi syariah juga besar banget. Setuju? Sayang, fakta tidak berbicara demikian. Dalam kata sambutannya, Pak Irfan Junaidi (Pemimpin Redaksi Republika) mengatakan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat inklusi keuangan syariah baru sebesar 11,06%, di mana katakanlah dari 100 orang hanya 11 orang yang memakai layanan keuangan syariah. Tingkat inklusi sektor perasuransian hanya 1,92%. Rendah!
So, pemerintah RI berinisiasi membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang dikomandoi langsung oleh Presiden Joko Widodo. KNKS menargetkan pangsa pasar industri keuangan syariah bisa mencapai dua digit. Untuk mencapainya, tentu dibutuhkan terobosan program. Republika sebagai media nasional merasa wajib membantu dengan cara mengumpulkan tokoh-tokoh ekonomi syariah dan pemerintahan dalam satu forum. Mereka adalah Pak Bambang Brodjonegoro (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas), Pak Boedi Armanto (perwakilan Ketua Dewan Komisioner OJK), Pak Irfan Syauqi Beik (Ketua 1 IAEI), Pak Adiwarman Karim (Wakil Ketua DSN MUI), dan Mr. Jens Reisch (Presiden Direktur Prudential Indonesia). Acara terselenggara berkat kerja sama Republika, Prudential Indonesia, Bappenas, dan OJK. 

Narsum acara Rembuk Republik - Inklusi Keuangan Syariah

Suasana acara Rembuk Republik - Inklusi Keuangan Syariah

Acara Rembuk Republik dua minggu lalu bukan acara Rembuk Republik yang pertama diadakan Republika. Sebelumnya Republika mengangkat tema ketimpangan ekonomi, ekonomi digital, pariwisata halal, dll. Republika berharap tema Rembuk Republik kali ini mampu mengungkap hambatan, kemudian menemukan solusi peningkatan inklusi syariah.
Sebenarnya kalau bicara inklusi keuangan syariah, masyarakat miskinlah yang menjadi concern kita semua. Jumlah kemiskinan di negara kita sekitar 10,12% atau 27 juta jiwa. Mereka harus segera dibantu agar keluar dari lingkaran extreme poverty (kemiskinan ekstrem).
Fakta berikutnya, dari hasil survei yang dilakukan, 36% responden punya kredit bank, 30% belum menabung, dan 20% memiliki rekening pada lembaga keuangan formal.
            Pak Boedi menjelaskan, sebenarnya pertumbuhan industri keuangan syariah cukup baik dari tahun ke tahun, namun masyarakat Indonesia yang mengakses produk keuangan syariah masih sedikit. Btw, udah pada tahu, kan, tugas OJK? OJK bertanggung jawab mengatur, mengawasi, dan melindungi sektor perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keuangan nonbank syariah lengkap dengan segala kegiatan konsumen di dalamnya.
Demi meningkatkan pemerataan, OJK mendorong terbentuknya Bank Wakaf Mikro (BWM) di berbagai daerah. BWM merupakan program yang hadir untuk memperluas akses masyarakat kecil di bidang perbankan, antara lain akses pembiayaan tanpa agunan, bagi hasil yang kecil, dan pendampingan nasabah. Saya udah pernah cerita di blog tentang BWM, ya. Info lengkapnya silakan Teman-teman baca di postingan Bank Wakaf Mikro, Solusi Keuangan untuk Masyarakat Kecil. Hingga pertengahan April 2018, BWM telah menyalurkan pembiayaan Rp4,18 miliar kepada 4.152 nasabah yang tergabung dalam 868 kelompok usaha. Alhamdulillah.
Selain itu, Pak Boedi juga percaya, FinTech Indonesia dapat mengambil peran besar dalam meningkatkan industri keuangan syariah. Apakah gerangan FinTech? FinTech singkatan dari FINancial TECHnology. Perusahaan-perusahaan FinTech didominasi oleh perusahaan start up yang kreatif. Berkat FinTech, penyedia dan pengguna dana bisa terhubung langsung di mana aja kapan aja. Info lebih jauh tentang FinTech Indonesia silakan googling sendiri haha. Contoh paling gampang itu mobile payment yang sehari-hari kita juga udah pakai. OJK mendukung FinTech Indonesia dan inovasi keuangan berbasis teknologi lainnya.
Menurut Pak Bambang yang juga Sekretaris Dewan Pengarah KNKS, jumlah lembaga keuangan syariah (di luar perbankan, asuransi, dan Pegadaian) kita banyak. Ini modal awal untuk membuat inklusi keuangan syariah menjadi lebih luas. Hanya, hati-hati dengan jumlah. Kita harus memikirkan kualitas juga.   
Beliau menambahkan, arah pergerakan keuangan syariah di Indonesia sebenarnya sudah jauh lebih inklusif dibandingkan dengan Timur Tengah dan Malaysia. Indonesia satu-satunya negara yang mengeluarkan sukuk negara ritel (sukuk ritel) atau Surat Berharga Syariah Negara di dunia. Sukuk ritel adalah cara yang bagus untuk memperluas inklusi keuangan syariah, lho. Dengan sukuk ritel, mayoritas dari kita bisa menjadi investor. Kita bisa ikut membantu dan membiayai negara. Pemerintah paling tidak melalui Kementerian Keuangan mengeluarkan produk sukuk ritel minimal setahun sekali. 
Kekurangan kita adalah kita belum memiliki bank syariah yang besar. Bank Syariah Mandiri belum sebesar bank-bank konvensional yang ada di Indonesia. Semakin besar bank syariah maka trust masyarakat pun semakin tinggi. Ini penting! Investor-investor lebih senang memasuki bank berskala besar.  
Salut kepada Prudential Indonesia yang peduli dengan iklusi keuangan syariah. Fyi, Prudential Indonesia sudah 22 tahun hadir di Indonesia dan asuransi syariahnya sudah hampir 11 tahun. Berpengalaman banget pastinya, ya. Prudential Indonesia bukan sekadar passionate untuk berbisnis, melainkan juga memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia akan pentingnya proteksi.

Pak Bambang Brodjonegoro (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS)

Mr. Jeins Reisch (Presiden Direktur Prudential Indonesia) dan Pak Bambang Brodjonegoro

Perlu diketahui, baru sekitar 7–8% masyarakat Indonesia yang punya polis asuransi jiwa, padahal punya produk ini ibarat kita sedia payung sebelum hujan. Ya, hidup selalu penuh misteri bukan? Kita tidak tahu kapan tertimpa musibah. Polis asuransi jiwa membantu kita mengatasi kondisi keuangan yang berubah drastis ketika musibah tersebut terjadi.
            Prudential Indonsia menginvestasikan Rp10 triliun untuk asuransi syariah dan jumlah nasabah tahun ini naik 100%. Sekitar 100 ribu agen berizin telah tersebar di seluruh Indonesia. Konsep digital sangat membantu pelayanan. Kiranya asuransi syariah bisa menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia.
Gimana dengan Teman-teman? Apakah sudah punya asuransi syariah? Alhamdulillah saya dan keluarga punya asuransi syariah Prudential Indonesia. Kepakai banget waktu anak-anak sakit demam berdarah dan harus dirawat inap. Prosesnya cepat pula mudah. Hal lain yang perlu dicermati adalah keuangan syariah bukan cuma untuk muslim, melainkan semua kalangan. Semoga dengan inklusi keuangan syariah, persentase kemiskinan di Indonesia bisa dikurangi, ya! :) [] Haya Aliya Zaki  
Selanjutnya ...

Rabu, 30 Mei 2018

Review Dissy Lipstick Matte Rifa

Siapa yang enggak gemas sama pasangan artis Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama? Mereka kelihatan serasi dan kompak banget! Bukan cuma kompak di dunia hiburan, melainkan juga di dunia bisnis. Serunya, semakin banyak anak, kok wajah mereka semakin awet muda. :))

Bicara soal bisnis, berdasarkan info yang saya baca di wollipop.detik.com terbitan tahun 2016, Ussy dan Andhika merintis bisnis Dissy Cosmetics pada tahun 2014. Dissy merupakan singkatan dari nama Andhika dan Ussy. Waktu itu, artis yang melirik bisnis kosmetik masih bisa dihitung dengan jari. Ussy pencinta make up, jadi dia ingin berbisnis sesuai passion-nya.

Sekarang ceritanya saya mau me-review Dissy Lipstick Matte Rifa. Lipstik ini salah satu lipstick matte dari rangkaian produk baru Dissy Cosmetics yang resmi diumumkan di media sosial 1 Maret 2018 lalu bernama Dissy Reborn.

Kemasan
Kemasan kotak berwarna hitam dengan torehan huruf emas, sementara itu kemasan lipstiknya sendiri berwarna cokelat kemilau masih dengan torehan huruf emas. Pembatas tutup atas dan bawah juga berwarna emas. Guess what, ada tanda tangan Ussy jika tutup dibuka yay! Kemasan kelihatan mewah dan elegan. Bentuk lipstiknya mungil imut-imut manjah. Berat 2,5 gram.

Di kemasan kotak tercantum jelas nomor BPOM RI, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa. Adanya nomor POM membuktikan bahwa lipstik ini tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh seperti formalin, merkuri, atau rhodamin B. AMAN.

Saya mencoba mengecek nomor POM Dissy Lipstick Matte Rifa di web situs pom.go.id. Pilih Daftar Produk - Cek Produk BPOM dan masukkan nomor POM yang tertera pada kemasan kotak. Hasilnya, nomor POM produk ini jelas ASLI, bukan palsu.

Selain memiliki nomor POM, seluruh lipstik Dissy Cosmetics telah memiliki sertifikat HALAL sejak diproduksi tahun 2014. Teman-teman yang muslimah, catet nih nilai plus dari Dissy Cosmetics. Produk halal bikin kita lebih tenang memakainya.


Nomor BPOM, nomor batch, dan tangga kedaluwarsa di kemasan kotak

Komposisi Dissy Lipstik Matte Rifa



Nomor BPOM Dissy Lipstick Matte Rifa asli


Swatch
            Dissy Lipstick Matte punya 9 koleksi warna yang menggoda, yakni Lily, Diana, Manda, Almira, Sarie, Rifa, Vilda, Sheeva, dan Vina. Namanya cantik-cantik, ya? Jadi ingat nama-nama putri kerajaan. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, warna yang saya punya adalah Rifa.

Dissy Lipstick Matte Rifa bakal masuk koleksi favorit! Kenapa? Warnanya nude soft pink. Warna kesukaan mayoritas kaum hawa syalalala. Saya paling suka lipstik nude dan … pastinya pink! Soalnya lipstik warna gelap bikin bibir saya yang tipis kelihatan tinggal segaris.

Tapi, tapiii, jangan salah, bukan pink sembarang pink, ya. Saya pernah mencoba lipstik warna shocking pink dan entah kenapa meski sudah dipulas berkali-kali, warnanya tidak bisa menyatu dengan bibir saya. Pernah lihat camilan jadul rambut nenek yang warna pink, kan? Kulit sawo matang saya ditempeli rambut nenek, seperti itulah bibir saya saat pakai lipstik warna pink yang salah. LOL.

Nah, kalau warna pink Rifa ini dijamin membuat bibir kita kelihatan natural, enggak norak sama sekali. Oke dipakai sehari-hari. Wajah jadi kelihatan cerah dan lembut-lembut gimana gitu. Uhuk. Bisa juga dipakai untuk ke pesta dipadukan dengan riasan mata yang bold. Please be noted, warna lipstik yang muncul di bibir saya (foto) bisa jadi berbeda ketika dipakai di bibir kalian.  


Semua warna Dissy Lipstick Matte (credit: IG @dissy.id)

Ussy memakai Dissy Lipstick Matte Rifa (credit: IG @dissy.id)

Nude soft pink

Ada tanda tangan Ussy yay!




Suka warnanya! 

Kesan
Bibir saya tergolong kering kerontang. Biasanya sebelum memulas lipstik, saya harus memulas pelembap bibir. Saya tes memakai Dissy Lipstick Matte Rifa dengan dan tanpa pelembap bibir.

Hasilnya, meski tanpa pelembap bibir, pulasan terasa halus, tanpa butir-butiran yang menggumpal di bibir. Surprisingly, Dissy Lipstick Matte tidak bikin bibir saya kering, lho, padahal katanya lipstick matte, ya? Rupanya, lipstik yang ini mengandung pelembap. Formulanya moist. Selain itu, Dissy Lipstick Matte juga dilengkapi antioksidan dan UV filter.

         Lipstik bertahan sekitar 5 jam di bibir saya setelah dipakai makan dan minum berbuka puasa. Warnanya transfer, tapi tidak terlalu. Cocoklah, saya kurang suka lipstik yang super-awet, khawatir wudhu kurang sah karena make up menghalang air menyentuh kulit. Kalau warna lipstik hilang, tinggal touch up. Beres! 

So, kalau bibir kalian kering dan pengin pakai lisptick matte, saya amat sangat merekomendasikan Dissy Lipstick Matte. Bibir tidak cracked. Penampilan jadi oke, beraktivitas pun lebih semangat! Saya tipe yang percaya, lipstik yang pas bisa bikin hati perempuan bahagia. ;)

Hanya, bentuk yang langsing sering membuat lipstick matte ringkih. Saya lebih berhati-hati memulaskannya di bibir dibandingkan saat memulas bibir dengan lipstik bentuk lain. Jangan sampai lipstick matte kita patah jiwa huhu. Bukan bermasalah di kualitasnya sih, tapi setahu saya lipstick matte memang seperti itu, kecuali lipstick matte cair.      

Harga
Harga Dissy Lipstick Matte cukup mihil, yakni Rp90 ribuan. Hmmm, mungkin nunggu bulan muda kalau mau beli haha. Seandainya beli, insya Allah tidak kecewa. Produknya jaminan mutu. Satu lagi produk kosmetik lokal yang bisa dijadikan andalan. Terus, kalau kita jeli mencari penjual atau reseller, kadang kita bisa membeli lipstik berhadiah produk Dissy Cosmetics yang lain. Lumayaaan.
 
Beli di mana?
Teman-teman bisa membelinya di toko online seperti Tokopedia dan Bukalapak. Kalian juga bisa menghubungi WhatsApp dissy.id 0812 2012 389 setiap hari Senin–Jumat pukul 09.00–14.00 wib atau di reseller terdekat. Harga setiap reseller berbeda. Hopefully distribusi produk Dissy Cosmetics semakin merata ke depannya.

Teman-teman suka lipstik jenis apa? Kalian pernah pakai Dissy Lipstick Matte juga? Yuk, share pengalaman kalian di sini! :) [] Haya Aliya Zaki

Disclaimer: produk dikirim oleh Dissy Cosmetics. Review ditulis berdasarkan pengalaman saya sendiri dan hasil mengolah info dari beberapa web situs tepercaya.

Selanjutnya ...

Iklan