Jumat, 24 Maret 2017

Buku sebagai Jendela Dunia dan Inspirasi Kehidupan

“Books were my pass to personal freedom. I learned to read at age three, and soon discovered there was a whole world to conquer that went beyond our farm in Mississippi.” – Oprah Winfrey

Pada suatu masa, kisah hidup Oprah Winfrey begitu menarik perhatian saya (sampai sekarang pun masih). Saya pun membeli komik biografi Oprah (karya penulis Ahn Hyong mo) untuk saya dan anak-anak baca. Ya, siapa yang tidak kenal dengan perempuan asal Mississippi berusia 63 tahun ini? Popularitasnya meroket berkat acara Oprah Winfrey Show. Orang-orang menjulukinya ratu media. Oprah mengakui, dia terbebas dari masa kecilnya yang kelam berkat benda bernama BUKU. Kok bisa? Teman-teman sila baca lengkap kisah hidup Oprah Winfrey di internet, koran, majalah, atau buku. Insya Allah menginspirasi. :)

  Dan, kisah hidup Oprah menjadi pembuka yang manis di acara Kafe BCA V bertema Membaca dari Generasi ke Generasi yang berlokasi di gedung Menara BCA, Jl. Thamrin, Jakarta. Waaah ... asli saya terpesona melihat dekor di TKP. Di mana-mana ornamen buku bahkan sampai hanging mobile-nya pun buku! Panggungnya? Buku raksasa! Seru! :))







Btw, ada yang belum tahu Kafe BCA? Kafe BCA merupakan wadah berdiskusi yang menghadirkan para pakar dan praktisi untuk membahas tema tertentu. Tujuannya memberikan informasi dan ilmu kepada masyarakat demi kemajuan bersama. Kafe BCA tampil perdana pada tanggal 13 Januari 2016. Pada tanggal 15 Maret 2016 lalu sudah sampai ke acara diskusi yang kelima. Makanya diberi nama: Kafe BCA V.

Di forum Kafe BCA V saya rada takjub soalnya narsum acaranya sampai 5 orang. :)) Mereka adalah Muh. Syarif Bando (Kepala Perpustakaan Nasional RI), Tjut Rifameutia Umar Ali (Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia), Lucia Ratih Kusumadewi (Dosen Sosiologi Universitas Indonesia), Dadang Sunendar (Kepala Badan Pengembangan dan Pembina Bahasa), dan ... Andy F. Noya (Duta Baca + presenter acara Kick Andy). Narsum yang paling bikin penasaran pastinya Andy F. Noya dong. Siapa yang tak kepincut sama acara Kick Andy? So inspiring! Saya ulas semua diskusi berdasarkan nama-nama narsumnya, ya. Siapkan energi kalian untuk membaca tulisan panjang. Semoga enggak pada bosan dan pindah ke postingan lain haha.

1. Muh. Syarif Bando (Kepala Perpustakaan Nasional RI)
            Berdasarkan studi Most Littered Nation in the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016, Indonesia dinyatakan sebagai negara yang menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat baca. Hampir nomor buncit! :((

Menurut Pak Syarif, sebenarnya minat baca di Indonesia cukup baik. Hanya, buku yang mau dibaca itu SANGAT SEDIKIT. Sekitar 74% perpustakaan bertumpu di Pulau Jawa. Standar UNESCO, 1 orang membaca 2 buku. Faktanya, di berbagai daerah di Indonesia (terutama di pelosok), 1 buku diantre baca oleh 50 orang! Alamak!

Bagaimana dengan internet? Ada 130 juta penduduk Indonesia yang terkoneksi internet dan cuma 2,5% yang menggunakannya untuk browsing ilmu pengetahuan. Bukan apa-apa, kontennya itu kurang sekali. Jadi, Pak Syarif berharap, ke depannya jumlah penulis (terutama penulis buku) bertambah banyak dan jumlah literatur atau buku yang ditulis juga bertambah banyak. Alhamdulillah, tahun lalu dan tahun ini saya mendapat kepercayaan menulis 10 serial moslem fairy tale pictorial book. Semoga bisa sedikit membantu ya, Pak. Aamiin.   

2. Tjut Rifameutia Umar Ali (Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia)
            Kebiasaan membaca tidak muncul sekonyong-konyong. Anak senang membaca jika orangtua dan lingkungannya juga senang membaca. Ketika menunggu, anak melihat ibu membaca buku. Ketika di rumah, anak melihat ayah duduk santai membaca buku. Demikian seterusnya. Kebiasaan ini sebaiknya ditanamkan ketika anak berusia di bawah 6 tahun. Bacakan buku. Dongengkan mereka. Tunjukkan ekspresi kece saat membaca. Obrolkan buku yang telah mereka baca.

3. Lucia Ratih Kusumadewi (Dosen Sosiologi Universitas Indonesia)
            “Sebagian besar sistem komunikasi di institusi pendidikan kita masih satu arah. Guru ibarat sumber ilmu pengetahuan dan murid ibarat celengan yang selalu menerima,” papar Bu Lucia. Istilahnya, murid punya ilmu pengetahuan, tapi nantinya sulit untuk memproduksi ilmu pengetahuan. Yang lebih parah sih kalau murid jadi generasi penghapal. Baca buku cuma saat ujian dan setelah lulus apa yang dipelajari pun hilang. Hmmm, sounds familiar? :))

            Saran Bu Lucia, alangkah idealnya jika murid ramai-ramai diajak membaca buku. Setelah itu, berdiskusilah tentang apa yang mereka baca. Biarkan mereka menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan. Murid dibiasakan berpikir kritis dan kreatif. Setuju pakai banget, Bu Lucia! Mari kita tinggalkan sistem pendidikan zaman lawas di mana murid cuma bisa manggut-manggut elus janggut ngeliatin gurunya di depan kelas. :p

4. Dadang Sunendar (Kepala Badan Pengembangan dan Pembina Bahasa)
            Info dari Pak Dadang, sesuai program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) dari Kemendikbud, setiap sekolah mewajibkan murid-muridnya membaca buku selama 15 menit setiap hari sebelum pelajaran dimulai. Boleh baca buku apa aja, tidak harus buku pelajaran kok. Siswa bebas memilih buku yang disukainya dan buku tersebut memperkaya pengetahuan. Apakah itu dongeng, cerita rakyat, sastra, dll. Kira-kira berat tidak melaksanakannya, ya?   

5. Andy F. Noya (Duta Baca dan presenter acara Kick Andy)
            Eng-eing-eng. Here we go. Kayaknya diskusi dari Bang Andy ini bakal paling panjang sendiri haha. Soalnya saya terkesan banget sama perjalanan hidup beliau. Adakah di antara Teman-teman yang bertanya-tanya kenapa Bang Andy selalu memberikan hadiah buku kepada audiens acara Kick Andy? Aksi bagi-bagi buku ini menjadi ciri khas acara Kick Andy. Audiens di rumah juga berkesempatan mendapat hadiah buku dengan cara ikutan kuis. Nasiiib, beberapa kali ikutan, saya belum pernah beruntung. :p




Ternyata oh ternyata ada cerita pilu di balik bagi-bagi buku tersebut. Kehidupan Bang Andy kecil di Kota Malang sangatlah sulit. Dia suka membaca buku, tapi tidak sanggup membeli. Senang sekali rasanya ketika bu guru rutin memberikan hadiah majalah Si Kuncung. At least Bang Andy punya bahan bacaan. Berkat gemar membaca, laki-laki kelahiran Surabaya ini jadi gemar menulis.

“Dengan hobi menulismu ini, suatu saat kamu akan menjadi hartawan,” kata salah seorang guru sekolah Bang Andy.

       Melihat anaknya sangat suka membaca, ibu Bang Andy tersentuh hatinya untuk menyisihkan uang dan membeli koran setiap hari. Padahal ibu Bang Andy hanya penjahit berpenghasilan pas-pasan. Makan sehari-hari aja sering sama nasi dan garam. Kedua orangtua Bang Andy telah berpisah dan 3 anak menjadi tanggungan ibu Bang Andy. Kalau dipikir-pikir, sepertinya mereka mustahil berlangganan koran. Tapi, ibu Bang Andy mampu melakukannya demi melihat anaknya semangat mencari ilmu. Setiap Bang Andy ulang tahun, ibu memberi hadiah buku. Dari buku, Bang Andy jadi tahu cara membuat macam-macam prakarya bagus. Dia yang selama ini diremehkan karena miskin, tiba-tiba panen pujian di sekolah. Saat bercerita pengorbanan ibu, mata Bang Andy berkaca-kaca. Tenggorokannya tercekat selama sekian detik.

Beberapa tahun kemudian, Bang Andy pindah ke Papua mengikut ayahnya. Dia pikir hidupnya bakal berubah. Ternyata podo wae sami mawon, Saudara-saudara. Ayahnya tukang reparasi mesin tik yang miskin. Soal buku, jangan bandingkan ketersediaan buku di Jawa dengan di Papua. Di Papua, buku luar biasa susah dicari. Kalaupun ada, harganya mahal ampun-ampunan.        

Setelah itu, Bang Andy diajak saudaranya pindah ke Jakarta. Dari sisi pengetahuan, dia menyadari banyak tertinggal dengan teman-teman sebayanya. Apa yang dilakukan Bang Andy? Well, dia menebusnya dengan ‘brutal’ membaca buku! Uang dari mana? Alhamdulillah, ada Perpustakaan Soemantri Brodjonegoro. Di sana merdeka baca buku. Gratis! Jika punya uang, Bang Andy berburu buku-buku bekas di Kwitang.

Demikian akhirnya hingga Bang Andy berhasil menggapai cita-citanya menjadi wartawan di berbagai media kesohor dan lanjut menjadi presenter teve acara Kick Andy. Di tangan dingin Bang Andy, acara ini telah beberapa kali diganjar award bergengsi. Wah, ucapan guru Bang Andy dulu sudah terbukti. :) Saya pribadi mengukur kata “hartawan” bukan dari materi aja sih. Jangan bandingkan dengan Princess Syahrini yang ke mana-mana naik jet pribadi hihi. Tapi, berkat buku, Bang Andy bisa memeluk profesi yang dia idam-idamkan. Berkat buku, Bang Andy bisa menolong masyarakat di daerah terpencil yang butuh perluasan akses buku. Kalau Amerika punya Oprah WInfrey, Indonesia punya Andy F. Noya. Mereka menunjukkan bagaimana buku mampu mengangkat derajat hidup seseorang. Diskusi bersama Bang Andy diselingi gelak tawa dan rasa haru. Kelihatan memang kalau presenter andal itu, ya. Pandai betul membawa suasana.

“Anak-anak miskin yang tinggal di daerah terpencil akan terbuka wawasannya jika rajin membaca buku. Mereka jadi punya harapan. Mereka jadi punya keberanian untuk mengubah hidup asalkan mereka mau berusaha.” - Andy F. Noya

  Guess what, kita juga bisa ambil bagian seperti Bang Andy! BCA mengajak kita berpartisipasi dalam gerakan berbagi Buku untuk Indonesia. Pilih paket donasi yang tersedia. Dana yang terkumpul akan dikonversi menjadi buku. Buku-buku tersebut nantinya disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi, BCA mempersembahkan kaus kebaikan untuk kita yang berpartisipasi dalam gerakan berbagi Buku untuk Indonesia. Detailnya lihat di banner. 




Teman-teman ikutan, yuk! :) “Mari sebarkan buku ke seluruh penjuru negeri untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” tutup Pak Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA. [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Minggu, 19 Maret 2017

Me Time Keluarga Tambah Lengkap Berkat Nescafe Dolce Gusto

Katanya, cinta adalah ketika kita mengetahui hal yang berbeda antara pasangan dengan kita dan kita mau ikhlas menerima. Saya mengamini quote ini. Setelah menikah, saya baru tahu kalau suami termasuk morning person, sementara saya night person. Dulu sekali saya sering komplain. Soalnya saya ngebayangin bakal ditemani suami mengobrol malam-malam sambil mengetik. Kenyataannya, pukul 22.00 wib sepulang ngantor, suami langsung terbang ke pulau kapuk. Wah, kapan me time barengnya ini? Lama-lama saya tidak galau lagi dan bisa menerima. Kami menyiasati me time bareng setelah suami mengantar anak-anak berangkat sekolah. Alhamdulillah sekarang Nescafe Dolce Gusto jadi tambahan solusi me time berkualitas kami. How come? :)

Nescafe Dolce Gusto, tamu baru di rumah kami

Pertama kali mencoba Nescafe Dolce Gusto
            Suami pencinta kopi. Banget. Kebayang girangnya saya waktu dikasih hadiah Nescafe Dolce Gusto seri Oblo warna merah! Yes, saya bisa bikin kopi ala ala kafe di rumah untuk suami. Fyi, Nescafe Dolce Gusto adalah mesin kopi. Mesin kopi yang di bodinya terdapat penampung air, tempat kapsul Dolce Gusto, dan tatakan gelas. Warnanya bikin dapur makin cantik. Di luar dugaan saya, mesin ini enteng sangat. Gampang dibawa ke mana-mana. Kalau Nescafe sendiri kalian pasti udah pada tahu, kan. Salah satu brand kopi paling inovatif dan kondang markondang.

            Setiap main ke kafe dan merhatiin para barista pencet-pencet mesin kopi kok kayaknya susah. Mungkin butuh kursus mengoperasikan mesin kopi selama ratusan purnama. *jangan bilang Rangga juga yang jadi baristanya* *halah* Beda sama Nescafe Dolce Gusto. 

Bikin kopi pakai Nescafe Dolce Gusto simpel abis. Tinggal tuang air, masukin kapsul Dolce Gusto, dan tekan tombol power. Voila, jadilah kopi nikmat tanpa harus ke kafe! Aromanyaaa ... usah dikata. Harum! Bikin kopi panas atau kopi dingin bisa. Semua ready dalam waktu kurang dari 60 detik!

Bagian belakang mesin diisi air


        Sekian menit mengobrol sebelum suami berangkat ke kantor, merupakan me time yang sangat berharga bagi kami. Waktu yang singkat bukanlah penentu sebuah me time berkualitas atau tidak. Siapa sangka, banyak cerita dan kebahagiaan yang menguar dari dalam satu cangkir kopi.  

Berkreasi dengan aneka kapsul Dolce Gusto
Dengan paduan teknologi mutakhir, kapsul Dolce Gusto secara otomatis mengatur seberapa besar tekanan yang harus diberikan saat membuat minuman. Contoh, tekanan tinggi untuk secangkir Espresso Intenso bercitarasa kuat atau tekanan rendah untuk secangkir Latte Macchiato dengan buih tebal di atasnya. Fyi, sejak tahun 1979 semua biji kopi yang dipakai Nescafe dipasok dari petani di Pabrik Panjang, Lampung. Demi menjaga mutu, biji kopi dipilah satu per satu pakai tangan. Jangan sampai biji kopi yang rusak atau cacat lolos.


Kapsul Dolce Gusto

Awalnya saya pikir, mesin kopi yaaa ... cuma buat bikin kopi. Ternyata, bisa bikin macam-macam varian minuman lain seperti Green Tea Latte, NESTEA Peach (minuman rasa teh dan buah persik), Mocha, dan ... Chococino!

Saya pencinta cokelat. Banget. Minuman favorit saya Chococino cokelat dicampur Chococino putih, sama dengan anak-anak. Minuman favorit suami Cappuccino dicampur Chococino cokelat. Dengar-dengar dari teman, yang Milo juga enak. Kapan-kapan pengin beli, ah. Anak-anak dijamin suka. Beli yang banyak supaya enggak rebutan haha. 

Cappuccino campur Chococino cokelat

Selama ini saya tahunya Nescafe Dolce Gusto itu yang tipe otomatis. Ternyata ada yang tipe manual seperti Oblo ini. Semua sama bagus. Perbedaan hanya di dimensi dan kapasitas air. Bagi saya, punya yang tipe manual malah lebih seru karena saya bisa suka-suka mengatur jumlah air dan pastinya jadi lebih mudah berkreasi dengan aneka kapsul Dolce Gusto. Eksperimen yang menyenangkan! :))

Beli di mana?
Produk Dolce Gusto bisa dijumpai di supermarket-supermarket seperti Carrefour, Hero, Lotte Avenue, Ranch Market, dll. Sayang, kadang produk Dolce Gusto (termasuk mesin kopinya) masih sulit ditemui. Apa akal? Beli online atuh. Mainkan jarimu, mampir ke Lazada. Di sini bertebar kejutan menarik dan promo manjah nan memesonah dari produk Dolce Gusto. Siapa tahu kalian dapat harga kece. :))

Me time bareng suami

Me time sendiri juga happy

Me time keluarga tambah lengkap berkat Nescafe Dolce Gusto. Konon pula kami pencinta minuman kopi dan minuman cokelat. Don’t tell us how to survive without coffee and chocolate. That’s not possible. :p Sekali lagi, banyak cerita dan kebahagiaan yang menguar dari dalam satu cangkirnya. Gimana dengan Teman-teman? Share dong seperti apa me time yang kalian suka? Sendirian atau bareng siapa? :) [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Selasa, 14 Maret 2017

Yuk, Persiapkan Kesehatan Kehamilan untuk Investasi Generasi Nanti

“All that I am or hope to be, I owe to my angel mother.” – Abraham Lincoln

Senangnya jadi bidadari mereka :))

            Jelang hari pernikahan, apa yang biasanya kita pikirkan? Pastinya urusan tetek bengek mulai gedung, katering, sampai undangan. Saya paling fokus di ‘ritual’ perawatan tubuh seperti lulur, spa, pijat, manikur, pedikur haha. Sedapnyeee. Orang bilang menikah itu ibarat jadi ratu dan raja sehari. Penginnya semua serba-istimewa taiye.

            Tapiii, tapiii, mungkin banyak yang lupa bahwa calon manten juga harus mempersiapkan kesehatan. Jadi ingat, ketika saya akan menikah, seorang teman menyarankan saya untuk medical check up minimal medical check up umum, USG, dan TORCH. Paling ideal 6 bulan sebelum hari-H. Saya malah menanggapinya dengan tertawa. Soalnya saya merasa tidak sedang sakit apa-apa, sih. :(  

Mungkin Teman-teman bertanya, kenapa calon manten baik perempuan maupun laki-laki sebaiknya melakukan medical check up? Apakah itu berarti kita tidak menerima pasangan apa adanya? Lalu, jika pasangan terbukti mengidap sebuah penyakit, kita wajib berpisah? Bukaaan, maksudnya bukan begitu, Teman-teman.

            Dengan melakukan medical check up pranikah, kita dapat mengetahui persis kualitas kesehatan kita dan calon pasangan. Hal ini penting karena terkait dengan rencana persiapan kehamilan dan kualitas kesehatan keturunan kita nantinya. Jika ada problem, insya Allah bisa diantisipasi sejak dini.

Medical check up pranikah
            Berikut beberapa medical check up pranikah yang pernah saya baca di majalah Femina.

1. Medical check up umum
            Medical check up umum meliputi cek darah, urin, gula, tensi, hepatitis, dll. Contoh, jika kadar gula darah kita tinggi, dokter akan memberikan saran-saran tertentu. Jadi, ketika hamil nanti, kita bisa lebih berhati-hati. Bayi dan janin mudah-mudahan tetap sehat.     

2. Tes rhesus darah
            Waktu si sulung lahir, dokter mengajak saya dan suami berdiskusi. Rupanya si sulung lahir dengan rhesus darah negatif. Ini tidak lazim. Orang Asia rhesus darahnya positif. Berbeda dengan orang Eropa yang rhesus darahnya negatif. Di sini saya baru ngeh urgennya hal ihwal rhesus darah bagi kita yang ingin hamil. Persilangan rhesus kedua darah dapat menyebabkan keguguran. :((

3. USG
            Melalui USG kita bisa tahu apakah ada kista atau tumor di dalam tubuh. Jika ada, mestinya penyakit ini diobati dulu, terutama bagi kita yang ingin hamil.

4. TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes)
            Berhubung tes TORCH ini mahal, biasanya yang diutamakan adalah tes tokso aja. Selain melakukan tes, kita bisa tanya-tanya soal virus tokso dan penyebabnya kepada dokter. Teman-teman pencinta hewan yang ingin hamil tidak perlu parno berlebihan kalau sudah mendapatkan info yang benar. Tes ini khusus untuk perempuan.     

5. Periksa kesuburan
            Periksa kesuburan meliputi tes kualitas + kuantitas sperma (laki-laki) dan tes kemampuan berovulasi (perempuan). Gaya hidup, psikologis, dan keadaan rahim memengaruhi hasil tes. 

Tentang 1000 hari pertama kehidupan
Nah, sebagian dari kita menyangka bahwa kesehatan anak dijaga ketika anak sudah dilahirkan. Ini pendapat yang keliru. Kesehatan anak kudu dijaga sejak masih dalam kandungan! Yang paling utama itu pada 1000 hari pertama kehidupan. Simak UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Defenisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Kualitas seorang anak terutama dibangun dari 1000 hari pertama kehidupannya, yakni 9 bulan 10 hari dalam kandungan (270 hari) dan 2 tahun (730 hari). Pada masa janin sampai anak berusia 2 tahun terjadi proses tumbuh kembang yang cepat nian, yang tidak terjadi pada kelompok usia lain. Contohnya, pertumbuhan otak. Sekitar 80% pertumbuhan otak anak terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan.

Sekarang percaya kan kalau 1000 hari pertama kehidupan menjadi penentu masa depan bangsa? Satu lagi, anak bukan mini-nya orang dewasa. Jangan sampai dosis obat anak diambil dari dosis orang dewasa, terus diparo 2, 3, 4, dst. Salah besar. Inilah sebabnya ada dokter spesialis anak. Mereka dibutuhkan bukan hanya saat anak sakit, melainkan untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak. Dan, anak jelas bukan miniatur orang dewasa!

Mitos dan fakta seputar kehamilan
Pada masa kehamilan, pastinya asupan nutrisi menjadi faktor krusial, dong. Demi 1000 hari pertama kehidupan tadi. Penginnya kita sebagai bumil boleh makan ini itu dan dalam jumlah banyak pula. :)) Sementara, di sekitar kita bertebar opini seputar kehamilan. Misal, bumil tidak boleh minum es nanti anaknya besar, bumil tidak boleh makan sambal nanti anaknya botak, bumil tidak boleh makan ketan nanti anaknya lengket susah keluar, dst, dst, dst. Wadaaaw. Ini mana yang mitos mana yang fakta, ya? Kepada para bumil baru, I feel you. Percayalah, saya pernah berada dalam posisi kalian. Pikiran bingung justru hadir karena banjir info dari keluarga maupun media. >.< 

Jadi, cocok banget kalau Obsat dan Mayapada Hospital mengadakan talk show Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan dan Anak. Mayapada Hospital merupakan salah satu rumah sakit terbaik di Indonesia yang berlokasi di Jakarta Selatan dan Tangerang. Sejak tahun 2008, Mayapada Hospital memberikan layanan paripurna kepada pasien dengan berbagai kebutuhan. Fyi, kalian bisa melakukan medical check up pranikah (premarital medical check up) di Mayapada Hospital. Demikian pula jika ingin konsultasi kehamilan dan tumbuh kembang anak. Dokternya patient-oriented. Fasilitasnya komplet.  

          Acara yang berlokasi di Beranda Kitchen, Jakarta Selatan (23/2) ini menghadirkan narsum-narsum kece, yakni dr. Yuslam Edi Fidianto, Sp.OG (dokter dari Mayapada Hospital), Kinaryosih (artis), Rahne Putri (blogger), dan Kartika Susanti (komunitas @TurnBackHoax). Saya tetap antusias ikutan walaupun udah hamil berulang kali. (((HAMIL BERULANG KALI))) Soalnya pengin share infonya ke para bumil (dan bapak-bapaknya jugaaa) supaya mereka jauh-jauh dari galau akibat mitos dan fakta kehamilan.


Ki-ka: Mbak Tika, Rahne, dr. Yuslam, Kinar, dan moderator

Kinaryosih (Kinar) yang sedang hamil 7 bulan share tentang mitos kehamilan yang dia percayai. Hamil kedua ini Kinar selalu minum air kacang hijau supaya rambut bayinya nanti hitam legam. Namun, menurut dr. Yuslam, warna rambut anak bukan tergantung dari makanan yang dikonsumsi ibu, melainkan faktor genetik. Air kacang hijau silakan terus dikonsumsi karena mengandung karbohidrat dan vitamin yang bermanfaat untuk ibu dan janin.

Kalau kejadian Rahne sih mirip seperti saya. Begitu hamil, keluarga langsung kasih segambreng saran. Kadang kurang sreg, tapi diiyakan aja demi menghormati hihihi. Seandainya Teman-teman ragu apakah info tersebut mitos atau fakta, bertanyalah ke dokter. Ini udah keputusan yang paling tepat. Berikut saran dr. Yuslam untuk bumil yang sempat saya catat.

1. Setop stres!
            Sebenarnya tidak ada kebiasaan yang berubah banget setelah kita hamil. Jangan terlalu memikirkan pantangan. Makan es enggak boleh. Makan sambal enggak boleh. Makan ketan enggak boleh. Apa-apa enggak boleh. Enggak begitu-begitu amat kaleee. Mungkin yang lumayan perlu diperhatikan itu kenaikan berat badan. Rata-rata berat badan bumil naik 9-14 kg waktu hamil. 

2. Hindari makanan kurang matang
            Bumil wajib ‘puasa’ sate, ya. Soalnya daging sate bukan daging matang. Bagian yang gosong malah bersifat karsinogenik (memicu kanker). Saya baru tahu, bumil lebih bagus makan daging kambing daripada makan daging sapi. Soalnya daging kambing lebih rendah kolesterol dan lebih banyak nutrisi. Kata dr. Yuslam, ini udah ada penelitiannya. Tapi, teteuuup, daging kambingnya harus matang.       
  
3. Waspadai demam dan diare
            Jangan anggap remeh demam dan diare karena dapat menyebabkan bumil dehidrasi. Minum banyak air putih dan segera berobat.

4. Minum kopi boleh, asal ….
  Boleh-boleh aja bumil minum kopi, maksimum 350 mg per hari. Itu pun dengan syarat bumil tidak mengidap hipertensi.

Beberapa menit kemudian, topik bergeser ke masalah berita hoax. Nah, sebenarnya menangani mitos ini much better daripada menangani berita hoax! Berita hoax yang beredar di dunia maya dan aplikasi pesan bukan berita tentang politik aja, lho. Ada juga berita hoax kesehatan. Saya pernah baca artikel di Facebook, katanya kalau tiba-tiba kita terkena serangan jantung, kita harus batuk keras-keras. Setelah saya konfirmasi ke dokter spesialis penyakit jantung, ternyata berita ini salah besar! Orang yang terkena serangan jantung dilarang bergerak, termasuk batuk. Berita kesehatan hoax bisa berakibat fatal. Nyawa taruhannya!

Thank God ada Mbak Kartika Susanti (Tika) dari komunitas Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia.  Mereka merilis layanan pelaporan berita palsu bernama Turn Back Hoax. Kita bisa melaporkan konten internet yang diduga hoax ke turnbackhoax.id dan disatukan dalam basis data. Nanti masyarakat bisa memilah-milah mana berita yang benar dan mana berita yang hoax. Kebetulan saya udah main-main ke sini dan nemu banyak banget berita yang viral dan ternyata oh ternyata hoax, Saudara-saudara. 

Kami antusias mengikuti acara

“Internet memiliki banyak kegunaan. Sayang sekali jika kita berhenti menggunakan internet hanya gara-gara menghindari berita hoax. Kami ingin merangkul masyarakat, terutama komunitas-komunitas, untuk bergerak menangkis berita hoax. Kita tidak bisa berharap kepada pemerintah aja. Gerakan masif akan lebih berdaya,” jelas Mbak Tika.  
   
Untuk mengecek apakah sebuah berita kesehatan itu hoax atau tidak, kita bisa bertanya kepada dokter. Namun, apakah kita bertemu dengan dokter setiap saat? Adakah tip-tip untuk mengecek berita kesehatan yang hoax? Jawabannya: ada, yakni 6P.

6 P tip untuk mengecek berita hoax
1. Perhatikan hati
            Waspada pada berita yang memuat kalimat “Berita ini jangan putus di Anda! Nanti keselamatan Anda terancam!” dan sejenisnya. Waspada pada berita yang memunculkan segala rupa emosi negatif di kita.       

2. Putus rantai
            Cara yang paling ampuh ya jangan ikut menyebarkan berita hoax. Sekalipun jika kita menyebarkan untuk sekadar bertanya kebenaran berita tersebut. Sadar atau tidak, sikap kita turut membantu penyebaran berita hoax.

3. Periksa sumber
            Apakah berita tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya? Situs webnya abal-abal atau bukan? Jangan pasrah dan menelan berita tersebut mentah-mentah.

4. Periksa redaksional
            Situs webnya tampak kredibel. Kalimat-kalimat di postingannya rapi dan sesuai tata bahasa. Tapi, coba periksa, apakah ada jajaran redaksionalnya? Apakah ada nama-nama yang tercantum sebagai penanggung jawab?

5. Pakai akal sehat
            Beberapa waktu lalu tersebar berita larangan mengonsumsi obat parasetamol bertuliskan ‘P500’ karena berarti obat itu palsu. Hadeeeh, ‘P’ itu kan singkatan dari ‘parasetamol’ dan ‘500 mg’ itu dosisnya. Mari gunakan akal sehat!  

6. Perhatikan informasi
Perhatikan informasi sekalipun informasi tersebut berasal dari orang yang selama ini kita percaya. Hari gini sebagian orang merasa menjadi pahlawan karena telah menyebarkan sebuah berita. Hari gini sebagian orang terjebak dalam slogan Sharing is Caring. Mudahnya copy paste atau klik tombol ‘share’. Tidak ada filter sama sekali. Menurut Mbak Tika, yang paling apik itu ya filter dari diri sendiri.

“Of all the things I’ll ever do in my lifetime, mothering my children will always be my greatest accomplishment.” – anonymous

My babies

Segitu aja share dari saya, Teman-teman. Sepertinya berat ya mempersiapkan kesehatan kita dan kesehatan anak, terutama buat kaum ibu. Namun, percayalah, setelah dijalani, ternyata tidak seseram yang kita bayangkan, kok. Kebahagiaan memiliki buah hati menghapus sempurna semua lelah dan letih. Yuk, persiapkan kesehatan kehamilan untuk investasi masa depan generasi nanti. :) [] Haya Aliya Zaki


Selanjutnya ...

Iklan