Sabtu, 24 Februari 2018

ZOYA Eau De Toilette Blossom, Seharum Bunga Khas Musim Semi

         Tahukah Teman-teman bahwa wewangian yang dijual di pasaran bermacam-macam? Ada parfum, eau de perfume, eau de toilette, dan eau de cologne. Lalu, apa yang membedakan mereka? Menurut info yang saya kutip dari lama brilio.net (24/2), yang membedakan itu adalah kandungan kadar essential oil (kadar konsentrat wewangian) di dalamnya. Parfum mengandung 40% kadar essential oil paling tinggi, harum paling lama, dan harga paling mahal. Eau de perfume 15%, eau de toilette 10%, dan eau de cologne 10%. Semakin sedikit kadar essential oil-nya semakin cepat menguap harumnya.

            Baru-baru ini saya mendapat produk ZOYA Eau De Toilette (EDT) Blossom dari acara workshop Menulis dengan Cinta bersama Mbak Dini Fitria dan komunitas Indonesia Socialblogpreneur (ISB) di JSC EV Hive, Jakarta. Wah, selama ini saya pikir ZOYA hanya menjual kerudung. Rupanya ada produk kosmetika dan wewangian juga.


ZOYA Eau De Toilette Blossom

ZOYA EDT punya 3 varian Marigold (gold), Cotton (blue), dan Blossom (pink). Saya spontan memilih ZOYA EDT Blossom berwarna pink dengan kemasan karton beraksen bunga sakura. Entahlah, mungkin karena saya masih terbayang-bayang senangnya liburan ke Jepang bulan Januari lalu haha. Semua kemasan ZOYA EDT sewarna dengan cairan wewangiannya. Botol kokoh terbuat dari kaca bening dengan desain yang mewah. Cakep lho kalau dijadikan props foto.

Daaan, saya tidak salah pilih. Harum ZOYA EDT Blossom benar-benar bikin jatuh hati. Harumnya manis, perpaduan antara bunga khas musim semi; sakura, lilac, daisy, dan sedikit powdery. Ringan untuk aktivitas sehari-hari. Saya senang menghirup harumnya berulang-ulang untuk meningkatkan mood dan menambah rasa percaya diri. Berasa seperti Kareena Kapoor yang sedang berlari riang di antara hamparan bunga-bunga nan cantik.

Saya menyemprotkan ZOYA EDT Blossom di leher, pergelangan tangan, kaki (paha hingga pergelangan kaki), siku, dan pusar. Pusar? Ya, menurut pakar wewangian asal Inggris, pusar merupakan titik nadi yang memancarkan panas sehingga ideal banget kalau kita menyemprotkan wewangian di sini. Alhamdulillah, kulit saya tidak gatal-gatal atau iritasi. Kalian coba, deh. Pernah juga kesemprot di baju, tapi ternyata ZOYA EDT Blossom tidak meninggalkan noda sama sekali.




ZOYA EDT Blossom bertahan tidak sampai 5 jam di tubuh saya. Entahlah, mungkin karena saya bolak-balik terpapar angin saat jalan kaki ke halte busway atau balapan seru bareng babang ojek. Halah.        

Semua produk ZOYA Cosmetics AMAN, termasuk ZOYA EDT ini. Aman berarti tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan tubuh seperti formalin, merkuri, dan rodamin B. Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) akan memberikan nomor pada produk kosmetik dan parfum yang aman.  

            Teman-teman bisa mengecek apakah nomor POM sebuah produk palsu atau tidak itu di website pom.go.id. Pilih Daftar Produk dan masukkan nomor POM yang tertera di kemasan. Oke, saya coba masukkan nomor POM ZOYA EDT Blossom yang saya punya dan hasilnya produk ini memang tercatat aman di Badan POM.    


Ada nomor POM dan tanggal kedaluwarsa

ZOYA EDT Blossom tercatat aman di Badan POM

            Selain aman, ZOYA EDT juga HALAL. Buat saya, perusahaan yang jempol adalah perusahaan yang mau mendaftarkan sertifkasi halal produknya (pangan, obat, kosmetika) ke LPPOM MUI. Kalau produk sudah memiliki sertifikat halal dari MUI, kita para muslimah ini kan jadi lebih tenang.

Teman-teman bisa membeli ZOYA EDT Blossom di website zoyacosmetics dengan harga Rp99 ribu isi 50 ml. Website ZOYA Cosmetics diklaim sebagai satu-satunya online shop yang menjual produk kosmetika dan wewangian alami + halal. Mumpung sebentar lagi gajian, mungkin Teman-teman mau membeli produk yang lainnya juga. Kalau belum, cuci mata dulu aja, Sis. Siapa tahu ada yang cocok eheee. [] Haya Aliya Zaki


Selanjutnya ...

Kamis, 22 Februari 2018

Workshop "Menulis dengan Cinta" ala Dini Ftiria, Izinkan Aku Menambah Rasa ke dalam Rangkaian Kata

“Mbak Haya, apa quote yang Mbak Haya dapat setelah pulang dari Jepang?”

Saya terdiam sekian detik mendengar pertanyaan Mbak Dini Fitria yang tiba-tiba di acara workshop Menulis dengan Cinta di JSC EV Hive, Jakarta (13/2). Jujur, agak keselek juga karena kaget haha. Mbak Dini memaparkan quote yang dia dapat selama di India, yakni Love is selfless, not selfishness. Dengan berpasrah, menghapus dendam dan rasa marah, dia berhasil menemukan cinta di India.  

Saya mencoba memutar ulang memori perjalanan saya selama 8 hari di Jepang. Saya membayangkan penduduk Jepang yang ramah, lingkungan yang aman, bersih, tertib, dst. Semua saling menjaga dan rasanya kok bahagia, ya. Akhirnya saya menjawab mantap, “Kebahagiaan itu ada kalau kita saling menjaga dan memberi cinta.”  

Pada kesempatan yang lain, Mbak Dini mengatakan, beliau senang tulisan saya tentang Papua dan membacanya sampai tuntas. Yay! “Tulisan tentang Papua yang informatif, hanya masih perlu ditambahkan ‘rasa’, Mbak Haya,” lanjut Mbak Dini. Rasa? Rasa seperti apa? Teman-teman pengin tahu contohnya? Yuk, simak!

Berikut kalimat pembuka yang saya buat.

"Teman-teman, apa yang terbayang di benak kalian jika ada yang menyebutkan kata 'Papua'? Mungkin Raja Ampat yang super-indah, ya? Well, di balik keindahan alam dan keunikan tradisinya, ada cerita pilu dari negeri paling timur di Indonesia ini.

Belakangan beredar kabar bahwa puluhan anak di Kabupaten Asmat meninggal karena wabah campak dan gizi buruk. Hingga kini ratusan anak butuh pertolongan. Sebenarnya gimana kondisi di Papua?"

Lalu, Mbak Dini memberikan contoh kalimat pembuka seperti ini.

“Aku masih di sini, duduk seorang diri sambil menatap nanar pada menu makanan yang kupesan di restoran. Perutku yang lapar sedari pagi tak lantas membuatku menyentuh makanan itu.

Entah kenapa pikiranku melayang pada cerita pertemuan yang aku hadiri kemarin. Nun jauh di Papua sana, anak-anak sedang bertarung nyawa karena kasus campak dan gizi buruk. Jangan pikir Indonesia, yang katanya Tanah Surga ini, semua penduduknya sejahtera. Salah besar. Aku malu sebagai manusia ….”

Gimana menurut Teman-teman? :)

Jadi, begitu Komunitas Indonesia Socialblogpreneur (ISB) mengadakan workshop Menulis dengan Cinta yang dimentori oleh Mbak Dini, saya langsung semangat ikutan. Pernah saya diledeki teman penulis karena dari dulu sampai sekarang getol ikutan workshop, terutama workshop menulis. Tapi, bagi saya, belajar tidak kenal batas waktu. Dari buaian ibu sampai tubuh terbujur kaku, yang namanya ilmu akan selalu saya buru.      

Sekilas tentang Mbak Dini Fitria dan novel-novelnya
            Ada yang pernah nonton acara Jazirah Islam di Trans 7? Nah, Mbak Dini adalah presenter (bahkan produser juga) program spesial Ramadhan periode 2010–2015 ini.

Tahun 2011 Mbak Dini mendapat tugas meliput negara India. Sumpah ya yang namanya negara India tuh udah kebayang semrawutnya! Di mana-mana bunyi klakson terdengar memekakkan telinga, hewan-hewan berkeliaran jemawa di jalanan, orang-orang pada hobi tarik urat leher (dan pipis sembarangan, OMG!), di lorong-lorong bergelimpangan tubuh pengemis, dan masih banyak problem lainnya. Suami saya pernah dua kali business trip ke India dan KAPOK.

Mbak Dini sendiri terang-terangan juga mengaku kapok ke India bahkan sampai sumpah segala enggak bakal balik ke India! Salah satu yang bikin nyesek itu, pulang dari India, Mbak Dini diare! Sulitnya mencari makanan bersih di India.

Sayangnya, hukum ketulah kejadian sama Mbak Dini. LOL. LOL. LOL. Tahun 2015 beliau terpaksa balik ke India demi menyelesaikan novel Islah Cinta (Falcon Publisihing), novel terakhir setelah novel Muhasabah Cinta (setting Eropa) dan Hijrah Cinta (setting Amerika Latin) yang beliau tulis. Perempuan berlesung pipi ini berusaha menemukan “cinta” di tempat yang dia tidak suka. Di India akhirnya Mbak Dini menemukan hakikat hidup Love is selfless, not selfishness tadi.  

Novel Islah Cinta terasa spesial karena Mbak Dini hanya dan hanya bercerita segala sesuatu tentang negara India di sini, sementara di novel-novel yang lain, beliau memasukkan setting 3–6 negara dalam 1 novel.

“Jujur, novel Islah Cinta hampir membuat saya gila! Ada narsum profesor di India yang susah sekali saya pahami bahasa dan ilmunya karena terlalu tinggi. Begitu banyak value of life  yang harus saya jahit, dari cerita traveling, sejarah Islam, warisan leluhur, sosial budaya, konflik, sampai kisah cinta antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya. Semua perlu ditempatkan dalam porsi dan posisi yang pas supaya enak dibaca. Rata-rata pembuatan 1 novel itu 1 tahun,” tutur Mbak Dini.     

Setelah membaca novel Islah Cinta, saya berasa menemukan idola baru di dunia menulis. Cantik nian cara Mbak Dini mendeskripsikan semua tempat dan peristiwa. Detail, informatif, dan enak dibaca. Saya seolah ikut merasakan panasnya cuaca di area makam Salim Chisti, riuhnya transaksi jual beli di Pushkar, indahnya setiap lekuk bangunan Hawa Mahal, dan syahdunya pertemuan Diva dan Maher di Taman Lodhi.

Mbak Dini pula pandai bermain diksi. Rangkaian kata-katanya indah bermakna, bukan lebay alay jablay. Halah. Tidak heran ya sejak masih remaja Mbak Dini hobi melahap buku-buku filsafat dan psikologi. Biasanya tulisan seseorang dipengaruhi oleh buku-buku yang mereka baca. Teman-teman bisa menyimak lebih lanjut review novel Islah Cinta di postingan saya Islah Cinta, Konflik Cinta Diva dan Indahnya Menelusuri Jejak Islam di India. 


Setelah Islah Cinta, kini siap-siap melahap Hijrah Cinta

Menulis dengan Cinta
Novel-novel Mbak Dini merupakan cerita fakta yang diberi bumbu-bumbu. Berarti …? Berarti …? Tokoh Diva dan Maher di dalam novel Islah Cinta itu beneran ada? Cieee cieee uhuk. Berikut saya rangkum tip Menulis dengan Cinta ala Mbak Dini.

1. Apa passion kalian?
       Apakah kalian senang menulis tentang parenting, otomotif, beauty, silakan jadikan passion ini sebagai ciri khas di blog. Jika kalian biasa membahas beauty, tapi mendapat pekerjaan tema otomotif, apa yang harus dilakukan? Bahas tema otomotif tersebut dari sisi kalian sebagai beauty blogger. Apakah dari bodi mobil yang stylish, warnanya yang ceria, kaca yang melindungi wajah kalian dari sinar UV, dst.

2. Punya goal yang jelas
            Sebelum menulis, tanyakan kepada diri sendiri, apa manfaat yang pengin kita share ke pembaca? Segalau-galaunya tulisan, minimal ada value yang bisa dipetik, bukan tulisan galau dari awal sampai akhir tanpa jelas tujuan. Rugi pembaca buang-buang kuota, Cyyyn. Saya pribadi senang balik ke blog yang isinya membuat saya terhibur, dapat info, pencerahan, dll.

3. Taati premis
            Premis ini semacam guide kita saat menulis. Premis dibikin singkat dan padat. Isinya berupa apa yang akan kita capai, kenapa kita pengin mencapainya, dan gimana prosesnya. Nanti dari premis ini cerita bisa dikembangkan, tapi tetap di dalam track.

4. Kuasai apa yang pengin kita tulis
            Pengin nulis politik, nulis review produk, nulis apa pun, kuasai apa yang pengin kita tulis. Kalau tulisannya ngawur, kan, enggak lucu. Istilahnya kita bertanggung jawab kepada diri sendiri dan juga kepada pembaca. Siapkan bahan-bahan sebelum duduk manis di depan laptop.



Mbak Dini Fitria in action

5. Buat kalimat pembuka yang memesona
            Ini contoh dari Mbak Dini tentang tulisan Papua saya, udah saya tulis di atas, ya. Rebut perhatian pembaca dengan kalimat pembuka yang tidak biasa. Boleh awali dengan sesuatu yang menggugah empati atau yang menggelitik rasa penasaran. Ora usah bertele-tele, mendingan makan ikan lele. Lho. Kalimat pembuka menjadi penentu pembaca bertahan di postingan kita sampai selesai atau tidak. Ayo berlatih membuat kalimat pembuka karena kita bersaing dengan buaaanyak postingan di dunia maya.

6. Show, not tell
            Udara di hutan ini dingin sangat dan aku tersesat. Ini contoh kalimat tell, bukan kalimat show. Pembaca senang didongengin. Ajak mereka berimajinasi, mainkan panca indra. Saya coba, ya. :))

Aku merapatkan jaketku. Butiran hujan yang turun tiba-tiba ibarat jarum dingin yang menusuk kulit. Ya Tuhan, hujannya semakin lama semakin deras! Bibirku tambah menggeletar. Rasanya sulit sekali bersuara untuk meminta pertolongan. Entah ke mana semua jejak tabung air yang kami sebar di hutan terpencil ini tadi.                 

7. Masukkan unsur human interest
            Pikirkan kejadian yang sedang hits saat ini dan ikat dengan unsur human interest. Human interest adalah tulisan yang menyentuh sisi manusiawi pembaca. Pembaca akan dibuat tersenyum, haru, benci, KZL, dst.

Btw, unsur human interest di dalam buku-buku Chicken Soup from the Soul banyak menginspirasi saya. Saya pribadi masih terus mencoba menerapkannya dalam postingan-postingan saya, salah satunya postingan tentang hijrahnya artis lawas Peggy Melati Sukma. Di fanpage Facebook hayaaliyazaki.com, status yang memuat link postingan saya ini meraih hampir 1000 likes dan 20 kali share. Lumayanlah ya daripada lumanyun haha.  
  
8. Mainkan diksi
            Mainkan diksi dengan aneka kosakata. Kosakata ini didapat antara lain dari banyak membaca dan menonton. 

9. Jangan plinplan
            Sebentar-sebentar subjeknya pakai aku, sebentar-sebentar saya, sebentar-sebentar beta. Konsisten dong. Pilih salah satu. Jangan tiru si Doel yang sering bingung pilih Sarah atau Zaenab. Emang kita cewek apaan. Jadi esmosi.

Model tutorial hijab Shafira, kalian kenal dia? Allahu akbar! :)))) (credit: onosembunglango.net)


Isi goodie bag kami yes!

9. Tidak perlu menggurui
            Bikin tulisan yang provokatif, tapi tidak memaksa dan menggurui. Biarkan pembaca menggapai hikmahnya sendiri. Pembaca yang satu belum tentu menggapai hikmah yang persis sama dengan pembaca lainnya. 

10. Say no to typo
            Setelah selesai menulis, periksa lagi dan baca lagi dari awal. Say no to typo. Tulisan yang tidak ada typo itu ibarat kita membawa mobil di jalan tol yang sepi. Lancaaarrr.

“Tulisan bukan cuma untuk dibaca. Tulisan yang bisa memberi kesan, menginspirasi, dan memotivasi orang untuk tergerak melakukan sesuatu, itulah yang disebut tulisan bermanfaat. Dan, ketika ini terjadi, batin saya terasa cukup.” ~ Dini Fitria

Jam terbang memang berpengaruh, tapi bukan segalanya. Pesan Mbak Dini yang telah traveling ke lebih dari 20 negara ini, Teman-teman yang baru memulai jangan patah semangat. Terus latihan, latihan, dan latihan. Selain rajin latihan, saya menyarankan Teman-teman membaca buku trilogi Mbak Dini. Buku ini cocok betul dijadikan acuan belajar menulis. Alhamdulillah, setelah membaca buku ini, saya merasa kaya. :)    

Workshop Menulis dengan Cinta menambah khasanah sudut pandang saya dalam dunia menulis, khususnya menulis tema traveling. Kodrat manusia itu senang memberi cinta dan menerima cinta. Sentuh hati pembaca kita dengan rasa dan jagalah. Kadang sebagai blogger kita lupa menambahkan rasa karena kita pikir yang penting tulisan kita informatif dan selesai tepat deadline. Padahal, tambahan rasa itu membuat tulisan kita lebih bernyawa dan emosi pun sampai kepada pembaca. Make your best content!

Oiya, Mbak Dini, saya menunggu kehadiran blog dan vlog traveling karyamu ya, Mbak! :) Kalau menunggu buku berikutnya terbit, mungkin prosesnya agak lama. So, sepertinya blog dan vlog bisa mengobati kerinduan saya akan karya-karya Mbak Dini. Sukses! [] Haya Aliya Zaki

Terima kasih kepada partner yang menyukseskan workshop Menulis dengan Cinta

C2live
            C2live ini semacam rumah untuk blogger. Kita bisa share konten kita untuk diterbitkan di website C2live (agregator blog), mengadakan kompetisi, bareng-bareng bikin event, dll. Saya pernah beberapa kali kerja sama dengan C2live. Keren, deh. 

            Brand Shafira udah meramaikan dunia fashion Tanah Air selama 29 tahun. Produknya berharga premium dengan kualitas terbaik. Highlight-nya memadukan unsur-unsur tradisional dengan couture. Tahun 2017, Shafira terpilih mewakili Indonesia di ajang Dubai Sparkling Couture. Di sana Shafira memamerkan busana bertabur 20 ribu kristal swarovski seharga Rp20 juta. Dulu saya ingat salah satu model Shafira itu Inneke Koesherawati, kembaran saya. 

            Selama ini saya pikir brand ZOYA cuma jual kerudung, ternyata ada produk kosmetik dan parfum juga. Insyaallah halal. Alhamdulillah saya mendapat goodie bag berisi wewangian. Tunggu review-nya beberapa hari lagi, ya.

Kulina
            Saking menyelerakannya menu Kulina, saya sampai lupa motret. :)) Nasi dengan lauk ayam betutu, kangkung, sambal, kerupuk, memang menggetarkan kalbu. Higienis. Harga murah meriah cuma Rp25 ribu bebas ongkir. Sementara ini hanya bisa diantar ke Jakarta. Cek menu-menu lainnya di kulina.id.

Selanjutnya ...

Minggu, 18 Februari 2018

Weekend Belanja Belanji di BCA EXPOversary 2018


Kayaknya netizen ibu kota zaman now hampir tidak pernah mati gaya saat libur. Netizen yang jomlo sekalipun! Di mana-mana bertebar acara keren, tinggal pelototin medsos dan pilih. Salah satu acara keren adalah BCA EXPOversary 2018 yang digelar di ICE BSD CITY Tangerang tanggal 9–11 Februari 2018 pukul 10.00–22.00 wib. Beda sama expo yang lain, BCA Expo dibuka untuk umum tanpa tiket masuk alias GRATIS. Transportasi ke sana hanya Rp20 ribu kalau Teman-teman naik taksi Blue Bird pembayaran dengan kartu kredit BCA. Jauh dekat tarif sama.

BCA Expo digelar dalam rangka menyemarakkan ulang tahun PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) ke-61. Serunya, BCA berulang tahun ke-61, di sini bertebar pula promo spesial serba 61! Entah itu produk didiskon 61% atau harga pukul rata Rp61 ribu. Waaah, sebagai nasabah setia BCA, promonya jelas bikin kami K-A-L-A-P!

Begitu masuk ke area BCA Expo, jejeran mobil mewah menyambut kami. Merek dan modelnya membuat mata terbelalak. Mercedes-Benz, Audi, BMW, you name it. Menurut Pak Jahja Setiaatmadja (Presiden Direktur BCA), ini kesempatan emas bagi merchant dan nasabah untuk bertemu dan bertransaksi.

Ready for BCA EXPOversary 2018

Pak Jahja Setiaatmadja (Presiden Direktur BCA)

BCA Expo melibatkan 22 merek kendaraan bermotor ternama, 6 developer terkemuka, aneka booth makanan, minuman, serta fashion. Total lebih dari 100 tenant. Semua menggemaskan! Dududu. Aneka produk yang selama ini cuma bisa kalian beli via online, khusus minggu lalu mejeng di BCA Expo. BCA mendukung industri kreatif anak muda. Promo KPR BCA, kredit kepemilikan motor, ada. Jangan lupa, transaksinya pakai debit BCA, Flazz, kartu kredit BCA, atau Sakuku. Selain diskon, kalian bisa menukarkan Reward BCA.

Kartu Flazz lucu!

Top up saldo di sini

Es krim ini enaknya enggak sante! :))

Makan-makan

Belanja di aneka e-commerce

Diskonnya bikin nganga

Hunting tiket promo 

Ada yang lagi cari rumah?

Bagi nasabah BCA Solitaire dan BCA Prioritas, tersedia Private Lounge untuk kebutuhan layanan dan kemudahan bertransaksi di BCA Expo. Ada penawaran istimewa dari partner BCA Solitaire dan BCA Prioritas, yakni Laboratorium Prodia, Klinik Mata Nusantara (KMN), SlimXpress, dan RS Bethsaida.

Oiya, saya melihat Kak Tuty membuka rekening BCA dan langsung mendapatkan kartu Paspor BCA Mastercard. Sebaiknya memang kita mengganti kartu lama dengan kartu BCA Paspor Mastercard. Kartu ini udah chip-based sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mewajibkan penggunaan chip pada tahun 2021. Kesimpulannya, kartu lama cuma berlaku sampai tahun 2021. Kartu BCA Mastercard bisa digunakan di 210 negara (termasuk tarik tunai) dan 40 juta merchant. Transaksi lebih nyaman baik di dalam maupun di luar negeri.     

            Selain bisa belanja belanji, kita bisa mengikuti workshop yang bekerja sama dengan Indoestri Makerspace. Hari pertama BCA Expo saya mengintip workshop Compact Leather Wallet Making oleh Nicholas Thoe. Peserta diajari cara membuat dompet kulit berkualitas. Sayang, waktu saya terbatas. Kalau enggak, pengin juga sekalian ikutan workshop-nya. Suami ngefans banget sama dompet kulit hihi. Hari kedua dan ketiga juga digelar macam-macam workshop yang tidak kalah menarik.

Asyik belanja belanji tau-tau hari udah sore banget. Beberapa jam ngider di BCA Expo usah khawatir gerah karena semua ruangan full AC. Teman-teman belum sempat datang ke BCA Expo 2018? Jangan khawatir, tahun depan BCA Expo bakal hadir lagi kok. BCA rutin menggelar BCA Expo demi memanjakan nasabah yang pengin menemukan solusi perbankan dan keuangan dalam satu tempat. Sampai ketemu di BCA Expo tahun depan, ya! :) [] Haya Aliya Zaki



Selanjutnya ...

Iklan