Senin, 21 Mei 2018

Mari Dukung Peran Forum Anak sebagai PELOPOR dan PELAPOR


Ada yang lain di Lapangan Astrid Kebun Raya Bogor pada hari Minggu (13/5) lalu. Anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia ramai memenuhi lokasi. Bukan, anak-anak tersebut bukan diajak orangtuanya untuk sekadar berekreasi, bukaaan. Hm, ada apakah gerangan?
Rupanya, oh, rupanya ada Festival Inovasi dan Kreativitas Forum Anak (FIKFA) 2018. Festival ini adalah festival pertama yang diadakan di Indonesia. Tujuannya sebagai ajang promosi dan bertukar informasi tentang ragam prestasi, program, kegiatan yang telah dilakukan pemerintah daerah provinsi di seluruh Indonesia terkait pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di wilayah masing-masing.

Kalau lebih spesifik lagi, tujuan FIKFA 2018 ini sebenarnya untuk memperkenalkan, memberikan motivasi, dan memberikan ruang partisipasi kepada seluruh Forum Anak di Indonesia.
Wah, pantaslah saya melihat banyak stand Forum Anak di sana, tepatnya Forum Anak dari 13 provinsi di Indonesia. Stand yang paling menarik bagi saya adalah stand Forum Anak Jawa Tengah (FAN Jateng) yang datang jauh-jauh dari Semarang. Mbak Kristina Setianingrum, Ketua FAN Jateng, menjelaskan bahwa mereka membawa misi memberikan edukasi demi mencegah terjadinya kekerasan kepada anak. Teman-teman mungkin masih ingat kasus bayi Calista di Karawang, anak Angeline di Bali, remaja Yuyun di Bengkulu, dan masih banyak lagi. Duh, menuliskannya aja saya sampai gemetar. :(( Mereka semua anak-anak korban kekerasan. Pelakunya bahkan anggota keluarga mereka sendiri. Miris, semestinya perlindungan anak justru dimulai dari keluarga. 

Stand Forum Anak Jawa Tengah

FIKFA 2018 dihadiri oleh Prof. DR. Yohana Susana Yembisa (Mama Yo), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Yay, anak-anak senang banget bisa ketemu ibu menteri! Mereka mengajukan pertanyaan ini itu. Mama Yo tampak sabar menjawab. Beliau mendukung peran Forum Anak sebagai PELOPOR dan PELAPOR. Forum Anak harus berani berbicara dan kritis terhadap masalah-masalah di lingkungannya.
Anak merupakan kelompok yang sangat rentan, namun di sisi lain merekalah aset bagi masa depan bangsa.
Semua pihak harus bersinergi mewujudkan pemenuhan hak dan kewajiban anak. Keluarga, sekolah, lingkungan sekitar, dst butuh pemahaman akan hak-hak anak dan harus berani bertindak bila mengetahui pelanggaran terjadi kepada anak. Surprisingly, berdasarkan data IRCW 2015, sekitar 48% anak mengalami kekerasan di sekolah dan 50% anak mengalami bullying di sekolah.
Ada 5 kluster hak anak, yakni hak kebebasan + hak sipil, lingkungan keluarga + pengasuhan alternatif, kesehatan + kesejahteraan dasar, pendidikan rekreasi budaya, dan perlindungan khusus (anak berkebutuhan khusus). Jadi, kalau kalian melihat anak tetangga sering dipukuli oleh orangtuanya, misalnya, kalian bisa mendatangi dan menegur langsung orangtua anak tersebut. Jika tidak ada perubahan, kalian bisa lanjut melapor kepada pihak berwajib. Pepatah di ujung rotan ada emas sudah tidak berlaku lagi.   
Dalam kesempatan ini Mama Yo sempat menyinggung tentang hukuman untuk anak dan hukuman untuk pelaku kekerasan kepada anak. Hukuman untuk anak maksimal masa tahanan itu 10 tahun. Selama ditahan, anak tetap bisa bersekolah dan mendapatkan ijazah. Sementara itu, hukuman untuk pelaku kekerasan anak yang mengakibatkan anak trauma, cacat, atau wafat, bisa berupa hukuman mati. Bukan hal mudah kalau udah bicara soal kekerasan kepada anak, tapi kita harus tetap optimistis. Semoga Forum Anak dapat membantu memutus mata rantai kekerasan kepada anak. Semoga Indonesia layak anak tahun 2030 dapat tercapai. Aamiin!     

Mama Yo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (duduk)

Lomba mewarnai anak TK dan SD

Tekun mewarnai

Bisa konsultasi

Harapan untuk anak-anak Indonesia

Satu lagi stand yang menarik bagi saya, yakni stand Komunitas Kriya Mata Kucing dari Bandung. Mereka ingin menyuarakan bahwa anak-anak penyandang sindrom autisme juga bisa berkarya. Autisme bukanlah penyakit kejiwaan, melainkan suatu gangguan yang terjadi di otak. Anak-anak dilatih membuat bando, tas, kain ikat celup, dll. Bagus-bagus, lho!
Ibu Tetty TL, pengurus Komunitas Kriya Mata Kucing, berkata, "Komunitas kami berusaha membekali anak-anak dengan pengetahuan dan keterampilan agar mereka dapat mandiri kelak." Nama Mata Kucing memberi harapan agar anak-anak berkebutuhan khusus ini mampu menjadi cahaya bagi para orangtua dan keluarga. Teman-teman bisa cek fanpage Kriya Mata Kucing untuk info lengkap komunitasnya.        

Saya, ibu-ibu pengurus Komunitas Kriya Mata Kucing, dan Raka (anak penyandang sindrom autisme)

Bando karya anak-anak Komunitas Kriya Mata Kucing

Tas karya anak-anak Komunitas Kriya Mata Kucing

Kain ikat celup karya anak-anak Komunitas Kriya Mata Kucing

Kain ikat celup karya anak-anak Komunitas Kriya Mata Kucing

FIKFA 2018 dimeriahkan lomba mewarnai untuk TK dan SD, mendongeng bersama Kak Wahyu, dan aksi Forum Anak dari masing-masing provinsi. Aksi yang ditampilkan antara lain tentang adaptasi perubahan iklim, setop pernikahan anak, dan cegah bullying anak. Teman-teman bisa mengakses info Forum Anak di media sosial Instagram forumanakid. Salut dengan program-program Forum Anak dari berbagai provinsi. Mereka juga komit melaksanakannya. Kami menunggu acara FIKFA tahun depan! [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Rabu, 16 Mei 2018

Dahsyatnya Manfaat Menulis Tangan


Permisiii … numpang lewat … mau tanya, kapan terakhir kali kalian menulis?
Maksud saya, menulis di atas kertas, bukan mengetik di gadget atau laptop.
Berdasarkan info yang saya kutip dari situs hellosehat.com, satu dari tiga orang ternyata sama sekali tidak pernah menulis di atas kertas selama lebih dari enam bulan! Ini hasil survei yang dilakukan oleh Docmail, sebuah perusahaan pengiriman surat dan percetakan di Inggris, terhadap dua ribu responden pada tahun 2014.  
Kebayang ya itu survei tahun 2014, lho. Sekarang mesti tambah banyak orang yang jarang menulis, Teman-teman. Pasalnya, teknologi yang canggih semakin hari membuat kita semakin pengin say goodbye for good sama kegiatan menulis. Tinggal pencet tombol ini itu kerjaan beres. Hari gini teknologi begitu diagung-agungkan.
Nah, orang dewasa aja males menulis, apalagi generasi milenial? Sejak kecil generasi milenial udah kenal sama yang namanya gadget. Jujur, saya sering adu urat leher setiap kali mengajak si bungsu (7 tahun) untuk menulis tegak bersambung di buku tulis hiks. Kalau saya pribadi sempat mencoba rutin mengisi daily plan di aplikasi Evernote, tapi dasarnya saya generasi jadoel, akhirnya balik lagi ke buku agenda. Sensasi menulis di atas kertas berbeda dengan mengetik di gadget atau laptop. Saya bisa memberi stabilo warna-warni, bikin gambar ala ala, menempel tiket atau foto, aaah … seru!
 Makanya, waktu diundang ke acara Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis di Morrisey Hotel, Jakarta (8/5) oleh SiDU, saya senang banget! Siapa sih yang enggak kenal SiDU?
SiDU atau Sinar Dunia adalah merek buku tulis unggulan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas yang udah hits sejak zaman old. Rupanya, oh, rupanya sekarang SiDU punya wadah baru untuk meningkatkan kompetensi generasi milenial melalui gerakan nasional Ayo Menulis Bersama SiDU!.   

Ayo Menulis Bersama SiDU!

Terus, apa hubungannya kompetensi generasi milenial dengan menulis?
Menurut Kak Nurman Siagian (Pakar Edukasi Anak dari Wahana Visi Indonesia), kompetensi anak Indonesia sedang mencapai tahap kritis. Hasil survei tiga tahunan dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat 60 dari 72 negara dari sisi kemampuan membaca, matematika, dan science. Wah, wah, asli ini bikin kaget! Indonesia kalah dibandingkan Malaysia dan Kamboja yang masuk 40 besar.
Fakta berikutnya, Pak Muhadjir Effendy (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) menyampaikan kegalauan beliau saat melakukan uji publik RUU Perbukuan tahun 2017 di Universitas Muhammadiyah Malang. Kesulitan anak-anak SMA, bahkan mahasiswa, untuk menulis sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar itu masih cukup tinggi. Hmmm, kebanyakan ngetik status di medsos apa ini, ya. Mana statusnya pada alay dan disingkat-singkat pula.
Fakta berikutnya lagi, berdasarkan hasil studi dari Kemendikbud tahun 2014, skor kompetensi rata-rata guru di Indonesia 44,5 sementara yang ideal adalah 70. Pengamatan Kak Nurman dan tim Wahana Visi Indonesia, guru-guru masih kesusahan menulis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mereka sendiri. Biasanya pada main copy paste aja. Hanya 25% dari 125 guru yang mampu menulis dan mengajarkan apa yang mereka tuliskan itu di dalam kelas. Kondisi guru yang seperti ini jelas berpengaruh pada kondisi siswa.         
Di acara juga hadir Ibu Melly Kiong (Praktisi Mindful Parenting dan penulis buku). Saya fans berat buku-buku beliau terutama yang berjudul Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik?. Ibu Melly menjelaskan bahwa sebagai ibu yang bekerja di luar rumah, beliau memiliki lebih sedikit waktu dalam mendidik anak. Lalu, apa kuncinya agar bisa optimal? Jawabannya: menulis!
Ibu Melly punya support system, yakni mbak ART yang sebelumnya udah diajarkan nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada anak-anak di rumah. Istilah Ibu Melly: menjalin kemitraan dengan mbak ART. Selain itu, setiap hari Ibu Melly tidak pernah alpa menulis pesan untuk anak-anak di mocil (memo kecil).
“Pagi hari, ketika saya mulai meraut pensil, anak-anak duduk tekun memperhatikan. Dari situ saja kami bisa menjalin ikatan emosional. Tanpa sadar, anak-anak belajar menyenangi kegiatan menulis. Saat mereka beranjak besar, kami bergantian menulis pesan. Melalui tulisan sederhana anak-anak, saya dapat melihat talenta terpendam mereka atau bahkan masalah yang sedang mereka hadapi di sekolah. Sekarang mereka sudah remaja, mocil masih kami simpan sebagai kenang-kenangan,” kata Ibu Melly dengan wajah terharu. So sweet banget mendengar cerita Ibu Melly. Kami-kami jadi ikutan terharu. Fyi, Ibu Melly masih menyimpan semua gigi susu anaknya di dalam selipan buku tulis!
Ibu Melly yang juga penggagas Komunitas Menata Keluarga (eMKa) ini mencoba menularkan aktivitas menulis yang bermanfaat melalui program SAGITA (Saling Berbagi Cerita) kepada ibu-ibu member komunitasnya. Member diminta memperhatikan aksi baik anak setiap hari dan menuliskannya menjadi cerita. Wih, kece, ya?   
Menulis tangan merupakan keterampilan dasar yang mendukung berbagai aktivitas. Dengan menulis tangan, kita belajar mengkonstruksi isi pikiran, mengolahnya, kemudian menuangkannya menjadi kata demi kata yang bisa dipahami pembaca. Daya ingat kuat dipelihara. Kemampuan motorik pun terasah. Penting banget ini untuk anak-anak.

Berbeda dengan mengetik keyboard di gadget atau laptop, semua gerakan monoton dan selalu sama apa pun huruf yang ditik. Dari sisi kesehatan lainnya, mengungkapkan perasaan dan pikiran melalui tulisan tangan, dianggap ampuh membantu menyembuhkan luka traumatis.
Fayanna Ailisha Davianny, peraih penghargaan Tunas Muda Pemimpin Indonesia dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, turut berbagi di acara ini. Kalau saya punya sepuluh jempol, saya acungin deh semuanya untuk Fayanna. Lha, gimana enggak? Usia 13 tahun, doi rampung menulis 42 buku! Berkat menulis buku, Fayanna bisa jalan-jalan gratis ke Korea Selatan dan mengajak orangtuanya pula. Pasang #LuarBiasa!
Kesukaan Fayanna akan dunia menulis ternyata dimulai dari hal sederhana, yakni dibacakan buku oleh orangtuanya sejak dia berusia 1 tahun. Fayanna sering diajak orangtua main ke toko buku. Seterusnya, Fayanna jadi hobi membaca buku sendiri. Dia berlatih serius menulis cerita pada usia 8 tahun dan menuliskannya di buku tulis. Orangtua juga mengajari Fayanna cara memenej waktu antara menulis, sekolah, dan kegiatan lainnya.         
 “Berangkat dari kepedulian kami terhadap pentingnya meningkatkan kompetensi anak, SiDU merintis gerakan Ayo Menulis Bersama SiDU! sejak April 2018 demi mengembalikan kebiasaan menulis pada anak baik di sekolah maupun di rumah,” tutur Pak Martin Jimi (Domestic Business Head - BU Consumer APP Sinar Mas).


Ibu Melly Kiong, praktisi Mindful Parenting dan penulis buku

Pak Martin Jimi, Domestic Business Head - BU Consumer APP Sinar Mas

Fayanna Ailisha Davianny, remaja penulis 42 buku

SiDU mengunjungi SDN Pesanggrahan 03 Jakarta Selatan
 
Tahap pertama, gerakan ini melibatkan 20 ribu murid dari 100 sekolah dasar di Jabodetabek yang berlangsung hingga Mei 2018. Anak-anak diberikan buku Ayo Menulis Bersama SiDU! untuk berlatih menulis tangan. Teman-teman mau tahu siapa penulis naskah di buku Ayo Menulis Bersama SiDU!? Beliau tak lain dan tak bukan adalah teman saya, Mbak Renny Yaniar, penulis ratusan buku cerita anak. Ikut bangga!
Di dalam buku Ayo Menulis Bersama SiDU! ada aneka topik yang memancing minat anak untuk menulis dari topik mengenal diri sendiri, mengetahui asal mula kertas, dongeng, lembar mewarnai, sampai perhelatan Asian Games 2018, di mana APP Sinar Mas menjadi mitra resmi yang turut mendukung Indonesia sebagai tuan rumah.
Pertanyaan-pertanyaan di dalam buku membantu menstimulus anak untuk mengutarakan ide dan pendapatnya melalui tulisan tangan. Orangtua dan guru dilibatkan mendampingi secara intensif dengan modul yang berlangsung selama 21 hari. 
Btw, kenapa 21 hari, ya? SiDU menyusun modul buku Ayo Menulis Bersama SiDU! berdasarkan studi bahwa kebiasaan baru dapat dibentuk jika kita rutin melakukannya selama minimal 21 hari.
Karena itu, gerakan Ayo Menulis Bersama SiDU! patut kita apresiasi dan support! APP Sinar Mas melalui SiDU berharap program Ayo Menulis Bersama SiDU! dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Indonesia dan menjadi motor munculnya program-program sejenis. Semoga kebiasaan menulis, terutama menulis tangan, semakin meluas di Indonesia.
Sekadar info, buku Ayo Menulis Bersama SiDU! tidak dijual bebas. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, buku ini disalurkan GRATIS ke sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan SiDU. Teman-teman pengin sekolah anaknya bekerja sama dengan SiDU? Silakan mendaftar di web situs Ayo Menulis Bersama SiDU. Kita bukan hanya bisa memberikan kebaikan untuk anak kita, melainkan kebaikan untuk satu sekolah. [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Sabtu, 12 Mei 2018

Yuk, Sebarkan Berita Baik di Media Sosial!


Beberapa hari yang lalu saya membaca status Facebook teman saya, Mbak Srijembarrahayu Suwanto (Rahayu), tentang broadcast WhatsApp yang beliau terima. Sebuah broadcast berisi info promo tiket maskapai dalam rangka ulang tahun maskapai tersebut. Mbak Rahayu diminta menjawab 4 pertanyaan, kemudian lanjut broadcast WhatsApp kepada 20 orang. Hmmm, sounds weird, ya? Setelah cek dan ricek, Mbak Rahayu memastikan bahwa broadcast promo itu hoax. Beliau share di Facebook supaya teman-teman tidak tertipu. Good job, Mbak!    
Menurut Oxford English Dictionary, hoax (dibaca: hoks, bukan ho-aks) adalah kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat. 
Sebagian orang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan berita hoax. Masyarakat jadi saling membenci, apalagi kalau sudah dikait-kaitkan dengan politik. Kadang nyawa jadi taruhan. Parahnya, berita hoax lama bisa terangkat lagi dan lagi terutama via broadcast WhatsApp atau Line. Jelas ini meresahkan banget!  
Bukan cuma saya yang resah. Beberapa hari lalu Polda Metro Jaya mengundang blogger untuk menghadiri acara Coffee Morning Kapolda Metro Jaya Bersama Netizen di Gedung Promoter, Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman Jakarta (9/5). Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Metro Jaya Kombes Komarul Zaman mewakili Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz, mengatakan bahwa kita dikepung berita hoax dan hate speech dari berbagai penjuru. Beliau mengajak netizen yang aktif di media sosial untuk bersama-sama menyebarkan berita baik. Ramaikan media sosial dengan konten positif.  




Kombes Komarul Zaman


Btw, bertahun lalu, saya pernah ikut menyebarkan berita hoax. Untungnya, seorang teman keras mengingatkan. Saya kapok. Berikut beberapa hal yang saya lakukan dalam menyikapi sebuah berita.
1. Tidak mudah dikompori oleh judul berita
Judul jebakan betmen dibuat dengan tujuan menarik minat (dan menyulut emosi pastinya bwekekek) netizen untuk klik. Maklumlah hari gini media online cari duwid dengan berlomba-lomba mendapatkan views. Judul jebakan betmen biasanya menyudutkan pihak tertentu, entah itu menyudutkan kubu A, kubu B, atau kubu-kubu yang lucu (eh, itu mah kupu-kupu, ya).
Please, jangan langsung berkomentar marah memaki, lalu share berita dengan nafsu menggebu. Malu Pak, Bu, kalau sampai kelakuan kita dilihat anak. Baca teliti isi artikel! Perhatikan, sering kali maksud dari judul jebakan betmen berbeda dengan maksud isi artikelnya.    
2. Gimana gaya bahasa media yang menyebarkan berita?
            Waspada sama media yang gaya bahasanya melodramatis, bombastis, fantastis, dan tis-tis-tis lainnya. Semacam gaya bahasa berlebihan ala koran lampu merah, kuning, ijo gitu.
3. Baca komentar!
            Teman-teman sayang kuota untuk klik berita? Coba, deh, baca komen-komennya dulu. Kalau sebagian besar netizen komen ngamuk-ngamuk protes bahwa berita itu jebakan betmen atau hoax, bisa jadi memang iya.  
4. Cari info situs
            Seandainya kurang familiar dengan sebuah media yang menyebarkan berita, biasanya saya mencoba mencari tahu jajaran redaksi dan laman About Us media tersebut. Redakturnya siapa aja? Mereka punya profesi dan skill apa? Tercatat baikkah profil mereka di dunia maya? Apa visi dan misi media mereka?  
5. Cek dan ricek
            Cek dan ricek seperti yang dilakukan Mbak Rahayu di atas. Mbak Rahayu googling apakah benar maskapai tersebut ulang tahun pada bulan Mei? Ternyata, tidak. Maskapai tersebut ulang tahun pada bulan Januari. Situs resmi maskapai juga berbeda dengan yang disebarkan via WhatsApp.
            Terus, foto juga sering disalahgunakan untuk berita hoax. Ada orang-orang yang tidak datang ke TKP dan melakukan wawancara langsung, seenaknya aja mencomot foto antah berantah untuk dimasukkan ke artikel mereka demi misi tertentu. Kalian bisa cek dan ricek dengan cara klik kanan atas search Google image. Kalau foto tersebut muncul dalam berita dengan topik berbeda, kemungkinan berita yang sedang kalian cek kebenarannya adalah hoax.
            Satu lagi, saya urung share berita yang tidak mencantumkan nama penulisnya. Sering saya dapat berita broadcast dari grup sebelah, copas dari tetangga sebelah, dst. Kalau ternyata beritanya hoax, saya yang share bisa ikut menanggung dosa. Berat ini.       
Kalau dulu ada pepatah Mulutmu harimau, sekarang yang berlaku Jarimu harimaumu.   
            Dalam rangka menyejukkan media sosial, Polda Metro Jaya menggelar lomba blog dan lomba vlog #SebarkanBeritaBaik dengan tema Mari Bersatu Menjaga NKRI. Hadiahnya sepeda motor, laptop, kamera, laptop, dan ponsel. Periode lomba 9 Mei–22 Juni 2018. Pengumuman pemenang dilakukan tepat pada HUT Bhayangkara, yakni 1 Juli 2018.







Sebagai ibu, saya merasa perlu cermat dalam menyikapi sebuah berita. Jangan sampai kelak generasi saya jadi pelahap dan penyebar berita hoax. Selain itu, sia-sia banget rasanya jika energi kita hari-hari dipakai nyetatus konspirasi. Ngamuk-ngamuk di media sosial itu pakai energi, lho. Mending energinya saya pakai untuk masak, menyikat kamar mandi, mencuci piring, kelarin deadline, dll. 
Teman-teman punya tip lain dalam menyikapi sebuah berita? Boleh info di sini, yuk. Jangan lupa ikutan lomba blog dan lomba vlog #SebarkanBeritaBaik. Oiya, pemenang utama juga berkesempatan meliput kegiatan Kapolda patroli udara naik helikopter. Wuih, naik helikopter? Kayak apa rasanya, ya? Bakal jadi pengalaman perdana yang luar biasa! Ayo, siapa mau? :) [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Minggu, 06 Mei 2018

Jalan-Jalan Berfaedah Menghadiri Indosat Ooredoo National Media Gathering di Lampung


“Maaf kalau mudik nanti kita enggak bisa WhatsApp-an atau video call. Soalnya susah sinyal, sih.”
Teman-teman, sadar tidak sadar, mungkin kita sering ngomong seperti ini saat mudik, betul? Well, I tell you what, kalian yang nanti mudik ke Lampung,  bakal bisa bernapas lega. Gimana, gimana?  
Ceritanya, saya dkk blogger Lidya Fitrian, Ani Berta, Melly Feyadin, Arie Goiq, Salman Faris, Dede Ariyanto, dan Kang Geri yang tergabung dalam #IM3OoredooSquad diundang Indosat Ooredoo untuk menjajal ekspansi jaringan baru Indosat Ooredoo yang perdana di daerah luar Pulau Jawa, yakni LAMPUNG! Ini salah satu komitmen Indosat Ooredoo untuk memuaskan pelanggannya. Btw, udah berapa lama saya absen main ke Lampung, ya? Saya beberapa kali ke Lampung untuk menghadiri acara saudara thok, tidak pernah jalan-jalan, apalagi mengeksplor tempat wisatanya. Kacian hihi.  
Terus, kenapa Lampung?      
            Lampung provinsi besar yang memiliki potensi oke dari sisi pemakai internet. Penduduknya antusias memasuki dunia digital. Selain itu, Lampung merupakan kota tujuan mudik dan jalur mudik utama rute Sumatera. 


Ada yang bobok manjah di pesawat

Saya dkk blogger

Day 1 (18 April 2018)
Senang banget diundang Indosat Ooredoo di acara Network Expansion Outside Java National Media Gathering yang bertempat di Sheraton Lampung Hotel, Bandarlampung (18/4). Kami bisa ketemu bapak-bapak dan ibu-ibu leader Indosat Ooredoo, terutama Pak Adrian Prasanto (Communication Specialist Expert Indosat Ooredoo). Orangnya ramah dan selalu sabar ditanya ini itu. Kami juga kenalan sama teman-teman jurnalis dari berbagai daerah, yakni Lampung, Medan, Makassar, dll. Seru! Katanya, national media gathering Indosat Ooredoo udah ketunda selama dua tahun. So, national media gathering tahun 2018 ini jadi berasa spesial.  
Actually, ekspansi jaringan Indosat Ooredoo banyak tersebar di berbagai daerah di luar Pulau Jawa. Di Lampung sendiri, Indosat Ooredoo hadir pada tahun 2015, tapi coverage area masih tipis-tipis. Sekarang berbeda. Jaringan baru Indosat Ooredoo bukan cuma oke di Bandarlampung atau di kota-kota gedenya aja, melainkan juga manis merata di 15 kabupaten dan 213 kecamatannya dari Bakauheni, Bandarlampung, Metro, Sribawono, hingga wilayah perbatasan. Semua 4G! Kami menjadi saksi hidup (((SAKSI HIDUP))) mantapnya jaringan Indosat Ooredoo dari bandara sampai ke hotel yang waktu tempuhnya satu setengah jam lebih.
Di dalam bus, kami melakukan test drive jaringan Indosat Ooredoo dengan cara menonton Avengers Infinity War movie trailer via YouTube tanpa buffering, video call, dan pastinya sibuk live tweet haha. Kalian juga sempat menyimak live tweet kami tempo hari, kan? Alhamdulillah, jaringan KUAT dan STABIL! Tim Indosat Ooredoo sengaja memilih perjalanan lewat jalur blusukan, bukan jalur tengah kota. Terbukti jaringan tidak ada gangguan sama sekali.

Provinsi lain bakal menyusul. Doakan segera, ya! Ekspansi jaringan Indosat Ooredoo di Lampung merupakan pilot project untuk daerah-daerah berikutnya.
Jadi, apa aja yang dilakukan Indosat Ooredoo sebenarnya? Jawabannya: capacity, quality, dan coverage. Indosat Ooredoo juga bersiap menyambut jaringan 5G dari sisi infrastruktur. Menurut Pak Joy Wahjudi (President Director & CEO Indosat Ooredoo), tahun ini mereka investasi Rp8 triliun di mana 80% untuk jaringan dan 20% nonjaringan. 
Kami kembali mencoba jaringan baru Indosat Ooredoo dengan melakukan video call antara Pak Eric Danari (Head of Region Sumatera Indosat Ooredoo) di Sheraton Hotel Lampung dengan Pak Nurul (pemilik konter pulsa) di Desa Semuli Raya, Lampung Utara. “Alhamdulillah, jaringan bagus di sini, Pak! Jualan jadi naik banyak!” kata Pak Nurul gembira. Video call lancar tidak tersendat sama sekali.   

Test drive jaringan baru Indosat Ooredoo di Lampung

Nonton Avengers Infinity War movie trailer via YouTube tanpa buffering

Sheraton Hotel Lampung

National Media Gathering

Ck ck ck ... siapa tuh ya

Joy Wahjudi, President Director & CEO Indosat Ooredoo

Video call dengan Pak Nurul di Desa Semuli Raya, Lampung Utara

Omong-omong, puasa tinggal menghitung hari, Teman-teman. Can’t wait! Bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah. Sebisa mungkin perbanyak aktivitas bermanfaat di bulan suci ini. Apa aktivitas Teman-teman selama Ramadhan? Nonton tutorial bikin kue kering? Nonton tausyiah ustaz dan ustazah kesayangan? Nonton murottal Alquran? Hari gini semuanya khusyuk dilakukan via YouTube yes. 
Nah, selain info tentang ekspansi jaringan, Indosat Ooredoo juga punya produk baru untuk kita-kita. Beberapa kebutuhan pelanggan sbb; kuota utama yang besar (bukan kuota tepu-tepu), streaming dan nonton video, dan bisa menelepon dan SMS.
Inilah yang akan diberikan oleh Indosat Ooredoo. Beberapa hari yang lalu IM3 Ooredoo meluncurkan Paket UNLIMITED, paket yang betul-betul unlimited, kuota tidak habis-habis, bahkan masih ditambah kuota utama yang besar di luar Paket UNLIMITED-nya.
Paket UNLIMITED bulanan tersedia paket dari harga termurah Rp20 ribu 1 GB, 3 GB, 7 GB, 10 GB, dan 15 GB yang diklaim unlimited pemakaiannya untuk macam-macam aplikasi populer seperti Facebook, WhatsApp, Line, Twitter, Gojek, Grab, Spotify, iFlix, dst. Bahkan untuk paket yang JUMBO kita dapat langsung menikmati bonus unlimited YouTube saat aktivasi paket dan paket ini juga memberikan benefit ke semua operator.     
Selain itu, ada pula Paket UNLIMITED YouTube dan aplikasi sehari-hari yang harian dari Rp5 ribu untuk 3 hari dan Rp12 ribu untuk 7 hari. Hemat! Meski kuota utama dan pulsa udah habis, kita tetap bisa akses paket ini. Akses sebanyak apa pun dan kapan pun bisa tanpa ada penurunan kecepatan. Semua kalangan dari anak sekolah sampai kaum profesional yuk nikmati Paket UNLIMITED ini.
Bagi kalian yang pengin berlangganan paket UNLIMITED YouTube, monggo datang langsung ke outlet atau Gerai Indosat Ooredoo terdekat. Tekan *123# pilih UNLIMITED atau bisa melalui aplikasi myIM3.
Acara hari itu ditutup dengan barbeque dinner dan pesta durian yay! Kami cewek-cewek blogger fans berat durian sampai lupa menghabiskan berapa buah durian. Suer, susah berhenti! Satu per satu muka cantik berubah jadi muka buas saat melahap daging durian. Tidak peduli kami diledekin bapak-bapak jurnalis juga haha. Maklum, harga durian di Jakarta selangit. Tentunya kami sebagai makhluk Tuhan yang paling seksi dan berintelegensi tinggi (halah) urung menyia-nyiakan kesempatan ini.      

Paket UNLIMITED YouTube resmi diluncurkan

Leader Indosat Ooredoo, jurnalis, dan blogger foto bersama

Barbeque dinner

Santaiii

Seafood Lampung rasanya juwarak!

Belah durian malam-malam

Day 2 (19 April 2018)
            Nah, khusus cerita day 2 saya bikin postingan terpisah di ceritamelalak.com, ya. Silakan mampir. Kami jalan-jalan ke Pahawang, snorkeling, makan-makan, duh pokoknya asyik banget, deh! Ada kasus blogger dikejar ubur-ubur (entah siapa dia). Please jangan baca kalau kalian mengidap penyakit iri kronis. LOL.
Day 3 (20 April 2018)
Rasanya kurang afdal sebuah perhelatan besar kalau tidak ada aksi sosialnya iya kan? Pada day 3 kami diajak mengunjungi SMAN 2 Bandarlampung. Indosat Ooredoo dan SMAN 2 Bandarlampung mengadakan acara Digital Day.
Acara Digital Day di SMAN 2 Bandarlampung merupakan wujud kepedulian dan bentuk tanggung jawab sosial CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan. Pihak sekolah menerima rangkaian perlengkapan olahraga dari Bu Deva Rachman (Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo). Dukungan ini merupakan tahap awal dari kerja sama kedua belah pihak.

Dedek-dedek gemesh diberi edukasi mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi digital, terutama media sosial, untuk membantu meningkatkan kreativitas mereka. Lebih dari 40% total populasi di Indonesia terhubung melalui dunia maya. Kekuatan media sosial betul-betul terasa pada tahun-tahun belakangan ini. Informasi menjadi senjata utama membentuk opini publik. Kita bisa mempengaruhi sikap dan kebiasaan masyarakat, mengganti regulasi, dan ikut serta dalam pengambilan keputusan di tingkat tertinggi. Sayangnya, masih ada aja yang memanfaatkan media sosial untuk keuntungan pribadi atau kelompok. Yuk, dukung gerakan #bijakbersosmed! Acara Digital Day dimeriahkan dengan games adu pengetahuan umum kolaborasi siswa dan jurnalis + blogger.    



SMAN 2 Bandarlampung

Penyerahan dukungan perlengkapan olahraga dari Indosat Ooredoo

Games!

Tak diduga tak dinyana menang instastories competition

Hape balu alhamdulillah

Terima kasih Indosat Ooredoo atas jamuan yang luar biasa untuk rekan-rekan jurnalis dan blogger! Sungguh media gathering pertama (dan semoga bukan yang terakhir uhuk) yang sangat berkesan bagi saya. Para blogger mendadak mesra sama teman-teman jurnalis, makanan enak seolah tiada habisnya, perjalanan wisata yang memorable (fyi, this is my first snorkeling experience!), banjir doorprize, dan pulangnya kami udah disiapkan sekardus oleh-oleh makanan khas Lampung pula! Belum, belum selesai nikmat dunia ini, Saudara-saudara. Saya dinyatakan menang instastories competition berhadiah handphone! Aaakkk … mimpi apa aku, Mak! Handphone balu alhamdulillah ‘tuk dipakai di hali laya yeyeye.
Teman-teman silakan mencoba Paket UNLIMITED YouTube dan semua aplikasi populer mulai Rp5 ribu, produk terbaru IM3 Ooredo dan tunggu kejutan-kejutan lainnya dari Indosat Ooredoo. Cek info lengkapnya di im3ooredoo.com/unlimited. Rasakan pengalaman internetan terbaik bersama keluarga dan teman dari sahur sampai berbuka puasa. Selamat dan semangat menyambut bulan Ramadhan! [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Iklan