Jumat, 23 Juni 2017

Coral Triangle Day 2017: Selamatkan Laut Kita Setop Sampah Plastikmu!

            “Sampun, Bu, enggak usah pakai plastik. Sini saya masukkan ke tas aja,” cegah saya ketika ibu warung hendak mengambil plastik untuk membungkus camilan yang baru saya beli.

“Lho ndak pakai plastik? Ndak sopan toh saya masa mbaknya belanja ndak diplastikin,” sahut ibu warung heran.

Setengah tertawa saya mendengar kalimat polos ibu warung. Saya pun menjelaskan maksud saya mengurangi sampah plastik. Dialog ini masih saya ingat meski sudah bertahun berlalu. Ketika itu saya baru aja memulai mengurangi sampah plastik step by step dalam kehidupan sehari-hari. Ke mana-mana saya membawa tas kain (walau kadang-kadang masih lupa juga duh!). Jadi kalau belanja ini itu tidak perlu lagi minta jatah plastik ke pramuniaga. Belanjaan banyak? Manfaatkan kardus bekas, beres! Inilah sebabnya saya antusias ketika mendapat undangan menghadiri acara Coral Triangle Day 2017 di Goethe-Institut Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat (16/6). Tema kampanyenya kali ini adalah “Selamatkan Laut Kita Setop Sampah Plastikmu!”.

Coral Triangle Day dirayakan setiap tanggal 9 Juni demi meningkatkan kesadaran akan konservasi laut terutama di kawasan Coral Triangle atau di Segitiga Terumbu Karang.

Coral Triangle merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia yang menjadi tempat tinggal 76% spesies terumbu karang, 37% spesies ikan, memiliki luas mangrove terbesar, dan sumber penghidupan lebih dari 300 juta orang di dunia. Ada 6 negara kawasan Coral Triangle, yakni Filipina, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Indonesia.




Bentuknya di peta seperti segitiga. Bangga, Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara yang termasuk dalam kawasan Coral Triangle. Acara Coral Triangle Day 2017 terselenggara berkat kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, CTI-CFF Regional Secretariat, Change.org, dan Coral Triangle Center. Teman-teman di berbagai daerah di Indonesia yakni Lombok, Bali, Makassar, Kalimantan juga merayakan Coral Triangle Day 2017 dengan berbagai aktivitas seperti menanam mangrove, melepas penyu, bersih pantai, dll.  

Lalu, kenapa PLASTIK?

Saya pernah menjelaskan di postingan-postingan sebelumnya (label Lingkungan) tentang bahaya plastik. Sehari-hari kita sulit lepas dari plastik. Walhasil sekitar 60% sampah di laut bebas adalah plastik. Yang paling banyak itu botol plastik, kantong kresek, dan wadah makanan. Bad news, Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terajib nomor 2 di dunia. Mbok ya prestasinya apa gitu ini kok prestasinya menyumbang sampah plastik. :(

Sekadar info, penyu laut tidak bisa membedakan yang mana ubur ubur yang mana sampah plastik. Diperkirakan ikan-ikan di laut sekarang ini lebih senang makan plastik daripada plankton. Paus dan lumba-lumba, misalnya, bakal mengalami gangguan reproduksi bahkan kematian. Lama-lama mereka terancam punah. Daaan, speaking of fish prefer eat plastic than plankton, kita bisa bayangkan nasib manusia sebagai rantai makanan terakhir. If you eat seafood, that means you eat thousand pieces of plastic too! Bahaya betul, apalagi untuk efek jangka panjang! Ragam penyakit siap-siap mengintai.

Btw, tiga figur publik yang hadir di sini membuat acara Coral Triangle Day 2017 semakin menarik. Mereka adalah Hamish Daud (artis dan aktivis lingkungan) *aw aw aw mimpi apa bisa ketemu babang Hamish*, Trinity Traveler (penulis buku bestseller seri The Naked Traveler), dan Dayu Hatmanti (Duta Lingkungan Hidup, terutama biota laut). Dayu ini yang menjadi MC acara. Gimana? Gimana? Semuanya kompeten dengan topik yang dibicarakan, yaaa. :)

Narsum acara Coral Triangle Day 2017 Jakarta


Pertunjukan musik pakai drum dan panci bekas

Pembacaan puisi

Siap-siap flash mob dance

So, apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga keselamatan laut?

1. Tidak membuang sampah sembarangan
Iyes, ini berlaku di darat juga, bukan cuma di laut. Toh sampah-sampah di darat akan berakhir di laut. Pilah-pilih mana sampah yang bisa didaur ulang mana yang tidak. Kalau biasanya kita ngecek harga sebelum membeli barang, sekarang coba deh kita ngecek di kemasan apakah barang yang akan kita beli termasuk barang yang bisa didaur ulang atau tidak.   

2. Bawa tas kain ke mana-mana
Gunakan tas kain sebagai pengganti plastik. Banjarmasin salah satu kota yang sukses menerapkan sistem ini. Toko-toko di sana tidak melayani pembelian barang dengan penggunaan kantong plastik lagi. Kita bisa mencegah plastik menjadi sampah! Sekitar 11 juta lembar plastik diproduksi setiap tahun dan hampir 100% berakhir sebagai sampah.

3. Hentikan illegal fishing
Hamish mengatakan sebaiknya kita tidak melakukan illegal fishing. Jangan berpikir pendek. Ikan yang didapat saat itu memang bejibun, tapi setelahnya? Kita merusak ekosistem biota laut. Sementara konsumsi ikan terus meningkat karena populasi manusia di bumi terus meningkat. Btw, foto-foto di Instagram @hamishdw itu bukan sekadar pencitraan. Hamish memang lahir dan tumbuh di daerah laut (di Sumba kalau tidak salah). Sejak kecil pria keturunan Australia ini telah diajak ayahnya mengeksplorasi laut. “Waktu saya kecil, laut masih banyak ikan. Sekarang udah berkurang. Tahun 2020 diperkirakan sampah plastik di laut lebih banyak jumlahnya daripada ikan. Lihatlah, laut dan seisinya itu indah sekali. Jaga mereka baik-baik,” kata Hamish sambil memamerkan lesung pipinya yang menawan. Uhuk. Ampon, Bang.

Hamish Daud, wawasannya luas + gantengnya enggak sante

4. Jadilah responsible traveller!
Sedihnya jika pas jalan-jalan maksud hati pengin melihat laut yang indah, tapi ternyata lautnya penuh sampah plastik! Inilah yang dialami Trinity. Miris, industri pariwisata termasuk penyumbang sampah plastik. Trinity beberapa kali mengamati penumpang kapal dengan seenaknya membuang bertong-tong sampah plastik ke laut. “Yuk, jadi responsible traveller! Take nothing but picture. Leave nothing but footprints,” ajak penulis yang telah menjelajahi lebih dari 80 negara di dunia ini.

Trinity Traveler

5. Edukasi lingkungan sekitar
Menurut Trinity, edukasi kepada masyarakat dari yang muda sampai yang tua perlu lebih digencarkan.

Trinity pernah mengisi acara bincang-bincang di daerah Banda. Anak-anak di sana hanya mengangkat bahu waktu ditanya apa bahaya plastik terhadap terumbu karang. Mereka tidak tahu bahwa plastik yang menutupi terumbu karang dapat menyebabkan terumbu karang tidak bisa bernapas. Fatal, kan?

Yuk, beri edukasi kepada siapa aja di mana aja. Tidak mesti bikin pelatihan dan kelas yang gimana gitu. Kasih info dan kasih contoh kepada anak-anak tetangga atau ibu warung kayak yang saya lakukan juga boleh. 


Bloggers di acara Coral Triangle Day 2017 Jakarta (credit: @makeupdhe)

            Sumber oksigen di muka bumi ini bukan cuma dari pohon, melainkan juga dari laut. Bayangkan, 70% oksigen kita dari laut, lho. Laut adalah sumber daya terbesar bumi. Apa jadinya jika laut kita sekarat. Teman-teman sepakat kan mau mengurangi sampah plastik mulai sekarang? Hamish Daud aja ke mana-mana pakai backpack untuk tempat belanjaannya, masa kita masih pakai plastik? Hehe. Semua tak lain dan tak bukan demi generasi penerus kita nanti. Peer kita memang banyak, tapi saya yakin, gerakan kecil yang dimulai dari rumah kita sendiri itu pun sangat berarti. Mari! :) [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Senin, 12 Juni 2017

Bersyariah Bersama Bisnis MLM K-Link Indonesia

            Pada tanggal 6 Juni 2017 lalu saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan dari Komunitas Indoblognet untuk berkunjung ke K-Link Tower, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Bukan, kami bukan akan merayakan ulang tahun Raisa di sana. Jangan sebut-sebut nama Raisa, saya udah mengikhlaskan babang Hamish (mantan saya) jadian sama dia. LOL. Jadi, dalam rangka apa, dong? Jawabannya, dalam rangka menghadiri acara K-Link Ramadhan Festival 1438 H. :) Di sini ada bazaar, demo masak, tutorial hijab, office tour, dan talkshow.

            Asli, baru kali ini saya mendengar tentang bisnis K-Link. Ketika saya tanya ke teman, mereka menyahut, “Itu lhooo yang jualan klorofil!” Tambah bingung lagi deh saya. Kalau kata orang-orang, tak kenal maka ta’aruf. Well, dengan senang hati. Kebetulan tempo hari K-Link memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kami untuk menjajal wawasan tentang K-Link melalui office tour dan talkshow. Libaaasss bleh!

Kenalan dengan K-Link yuk!
K-Link ternyata perusahaan multilevel marketing (MLM) syariah yang hadir di Indonesia sejak tahun 2002. Awalnya berkantor 2 lantai di daerah Mangga Dua, Jakarta Utara. Berhubung bisnis semakin berkembang, K-Link pun pindah ke gedung K-Link Tower yang totalnya terdiri atas 25 lantai! Wow. Bayangkan, gedung ini milik K-Link lahir batin, bukan menyewa. (((LAHIR BATIN))) Hingga kini sebanyak 2 juta orang member K-Link tersebar di seluruh Indonesia. Serunya, di sana kami sempat bertemu member-member K-Link yang sedang training. Aura positif memenuhi ruangan. Semangat mereka luar biasa!    


Apa ya yang membedakan MLM syariah dengan MLM biasa? Dalam talkshow Bersyariah Bersama K-LINK, Bapak HM Sofwan Jauhari, Lc, MAg, ASPM. (Dewan Syariah Nasional MUI), mengatakan, “K-Link berbeda karena memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang kompeten, aktif, dan rutin berkantor. K-Link anti money game (semacam judi dkk). Semua produknya bermanfaat dan halal. Tidak ada produk rokok, miras, dll.” Tahun 2010, perusahaan yang dikomandani Dato’ DR. H. MD Radzi Saleh ini mendapatkan sertifikat syariah dari MUI. Per tahun 2017 K-Link terhitung tiga kali mendapatkan sertifikat tersebut (tahun 2010, tahun 2013, dan tahun 2017). Salut, K-Link diklaim sebagai MLM syariah yang paling lama bertahan, yakni sekitar 15 tahun.  




Produk-produk K-Link
            Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, K-Link komit menjual produk yang bermanfaat, berbahan alami, resmi terdaftar di BPOM, dan pastinya halal. Selama ini kita tahunya K-Link menjual produk K-Liquid Chlorophyll aja, padahal … padahaaal … K-Link menjual lebih dari 180 produk dari urusan dapur sampai kasur. Ada makanan, suplemen, perawatan kulit, matras, pupuk, sampai celana dalam berenergi. Ehm. Konsumennya tua, muda, dan anak-anak. K-Link mengakui bahwa produk K-Link Chlorophyll termasuk yang paling laku dan paling dicari konsumen. Mungkin itulah sebabnya 'branding klorofil’ ini begitu melekat pada mereka haha.

            Di antara sekian banyak produk, saya tertarik dengan produk Pat Pat K-Tupat Mini (ketupat mini). Entahlah, suasana Ramadhan begini, saya rindu ketupat/lontong sayur Medan. Saya lemaaahhh. Katanya, Pat Pat K-Tupat merupakan produk musiman yang dibikin hanya pada waktu Ramadhan dan Idulfitri. Teman-teman tidak perlu repot lagi membuat ketupat, tinggal rebus ketupat mini ini sama kuah sayurnya. Praktis, kan? Satu lagi, saya juga tertarik sama produk-produk skin care K-Link. Di lantai berapa ya lupa ada K-Link House of Beauty, semacam salon di mana semua treatment-nya memakai produk K-Link. Buka Senin–Sabtu untuk customer umum wanita dan pria. Nyaman tenan. Peralatannya pun mapan (lihat foto-foto di bawah). Pada hari-hari tertentu kita bisa tanya-tanya tentang produk kesehatan kepada dokter yang praktik di K-Link Tower. Bicara soal skin care, beberapa hari yang lalu saya mencoba K-Link Hand and Foot Cream di rumah. Wanginya enak, tidak lebay. Teksturnya lembut dan meresap, tidak lengket. Kulit berasa halus setelah pakai. Kandungan madu dan susu kambing membantu melembapkan dan mencerahkan kulit. Semoga saya bisa mencoba produk-produk skin care K-Link yang lain. :)








            Fyi, K-Link memfasilitasi wanita menjadi mitra mereka dengan membentuk Leader Beauty Club (LBC). Member diberi training dan diikutkan seminar mengenai gizi keluarga, kebugaran tubuh, perawatan kulit, pokoknya macam-macam, deh. Acaranya tersebar di seluruh Indonesia. K-Link juga menawarkan alternatif pekerjaan paruh waktu kepada member yang pelaksanaannya bisa kapan aja dan di mana aja. Fleksibel.     

Idealisme K-Link
“K-Link menganut teguh prinsip kekeluargaan,” demikian yang ditekankan Dato’ Radzi. Tidak ada ceritanya leader menjengkali junior. Tidak ada ceritanya leader ongkang-ongkang kaki dapat duit sementara junior kerja over-limit. There is no passive income here. Meskipun sudah berada si atas, leader tetap bekerja, memperhatikan dan membimbing juniornya.

            Setiap hari Rabu para member K-Link kumpul-kumpul produktif di lantai 7. Tempatnya asyik banget! Hejo hejo bikin betah. Di sini member junior bebas konsultasi bisnis K-Link ke leader mereka. Makanan dan minuman gratis! More than that, setiap bulan K-Link mengadakan 700 pertemuan di berbagai daerah. Semua fasilitas disediakan dari pemateri, tiket pesawat, gedung, konsumsi, sampai tempat menginap di hotel (minimal 2 malam). Berapa duit itu, Inaaang. Duit itu duiiit, bukan daon siriiih. :)) K-Link memang fokus pada edukasi dan pengembangan potensi member-membernya. Investasinya di manusia. Leader-leader K-Link bukan keturunan hartawan, mereka berjuang dari nol. Yang namanya menuntut ilmu tidak pernah rugi, yes. Ilmu pasti bermanfaat sampai kita wafat.   




            Kami diajak Pak Herman Oscar, Area Manager K-Link Kalimantan, jalan-jalan menyusuri lantai demi lantai (tidak semua lantai, sih) K-Link Tower. Hahaaay … mirip di Hollywood, rupanya K-Link punya tembok Hands of Fame yang memajang cetakan tangan member-member mereka yang telah berhasil. Kategori Platinum Leader Club (PLC) berpenghasilan minimal Rp50 juta per bulan. Kategori Executive Leader Club (ELC) berpenghasilan minimal Rp80 juta per bulan. Glek. Glek. Glek. Bisa buat beli sawah berapa hektar di kampung bah. Target K-Link tahun 2020 nanti adalah menghantarkan 100 orang lagi member-nya berpenghasilan minimal Rp50 juta per bulan. Aamiin!  


K-Link dan kegiatan sosial
            Kalau hidup cuma memikirkan untung, untung, dan untung apakah jiwa tidak terasa kering? Aktivitas membantu sesama membuat hidup kita lebih berwarna. Sebagai perusahaan, K-Link urung alpa soal ini. Kira-kira 6 tahun lalu mereka membangun panti asuhan di Yogya. Tahun ini mereka akan membangun panti resmi untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Sentul. Bukan cuma itu. Seluruh benefit penjualan dari Butik Shamil Collection milik K-Link akan disumbangkan ke anak-anak tidak mampu. Penggalangan dana ini merupakan salah satu program K-Link Care. Wah, mulia sekali, makin salut aja sayanyaaa. :)     

Gimana, Teman-teman? Keren banget bisnis K-Link ini, ya? Imej marketing yang jempol. Komplet dan sesuai syariah. Kita yang menjalankannya pun jadi lebih adem, gitu. Satu pesan Dato’ Radzi, “Jika ingin berbisnis, hilangkan rasa waswas. Rasa waswas itu ibarat pisau yang tumpul. Selembut apa pun daging kalau pisaunya tumpul tetap tak akan terpotong.” So, yakin dan percaya, insya Allah.

Sekali lagi, berbisnis bukan sekadar mengejar keuntungan di dunia, melainkan juga harus mempersiapkan ‘modal’ untuk ke akhirat. Rasulullah saw. pernah bersabda, “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah akan dikumpulkan bersama Nabi, orang-orang shiddiq, dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat nanti.” Aamiin yaa Rabb. Nah, apakah Teman-teman, terutama yang ibuk-ibuk tertarik menambah penghasilan dari rumah bersama K-Link? Yuk, mariii main-main ke K-Link Tower atau ke website k-link.co.id! [] Haya Aliya Zaki


Selanjutnya ...

Selasa, 06 Juni 2017

Tip Mudik Nyaman Buat Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak-anak


           Bicara soal mudik, saya jadi teringat peristiwa waktu hamil anak pertama. Usia kandungan 7 bulan, saya mudik ke Yogya (kampung halaman suami) naik kereta. Berjam-jam di perjalanan tanpa persiapan yang baik, sukses bikin tulang ekor saya berasa copot. Balik dari mudik, saya hampir tidak bisa jalan, Saudara-saudara! :( Tulang ekor sakitnya bukan main. Sejak itu, saya jadi lebih aware setiap mau mudik ke Yogya terutama dalam kondisi-kondisi khusus, seperti hamil, menyusui, dan membawa anak cilik.

            Meski udah beberapa kali mudik dalam kondisi tersebut, saya tetap merasa mendapat wawasan baru saat mengikuti talkshow TEMAN (Tempat Mudik Nyaman) SGM Bunda dan SGM Eksplor di Suasana Restaurant, Aston Kuningan Suites, Jakarta, Senin (5/6). Pematerinya jempol semua, yakni dokter spesialis gizi klinik dr. Dian Permatasari, M.Gizi., SpGK., dan psikolog kesayangan, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. (Nina). Tak pernah bosan bertemu beliau berdua ini di acara-acara talkshow bertema ibu dan anak.


Siap-siap mengikuti talkshow *narsis dulu ya *ampooon

            Dengar-dengar ‘mudik’ itu berasal dari kata ‘mulih’ dan ‘disik’ yang artinya pulang sebentar. Momen spesial ya bisa ketemu saudara-saudara di kampung halaman. Saya bisa melihat wajah semringah suami kala melepas kangen dengan keluarga besarnya. Saya jadi ikut bahagia. :)

            Sebelum mudik, ibu hamil dan menyusui harus konsultasi ke dokter. Salut kepada ibu hamil dan menyusui yang tetap puasa. Menurut dr. Dian, puasa tidak mengurangi kualitas dan kuantitas ASI. Meski begitu, ibu-ibu yang masih menyusui ASI eksklusif disarankan untuk tidak puasa. Perhatikan asupan nutrisi ibu saat mudik karena akan berpengaruh pada bayi.

Ibu hamil dan menyusui sebaiknya mengonsumsi banyak air putih, buah-buahan, sayur-sayuran, dan boleh ditambah susu. Sebaliknya, konsumsi sedikit aja gula, garam, dan minyak. Hindari makanan karbohidrat simplex seperti donat, cokelat, dll karena akan membuat kita cepat lapar. Selama mudik, jaga stamina. Jika lelah, pilih tempat beristirahat yang nyaman, misalnya di rest area.

dr. Dian Permatasari, MGizi., SpGK


Tip mudik

            Bagaimana nutrisi anak cilik (dan berpuasa pula) saat mudik? Kata dr. Dian, kita bisa membawakan bekal seperti sandwich, sushi (buatan sendiri), dan jus. Jangan jajan sembarangan dan hobi membeli junk food. Kalau ibu-ibu rajin, insya Allah anak-anak tetap bisa puasa, sehat, dan tidak rewel di perjalanan. Tuh, catet! Rajin, rajin, rajiiin, ya. *tepok jidat sendiri*

            Sesi sharing psikolog Nina lebih menarik. Menurut beliau, sebelum mudik, ibu hamil harus menyadari keterbatasan dirinya, yakni gampang lelah, tidak bisa membawa barang yang berat, dan sebentar-sebentar harus buang air kecil. Persiapan mental ini penting demi mengantisipasi segala risiko. Jangan sampai nanti menyalahkan pasangan, keluarga, atau orang lain.

Tip mudik untuk ibu hamil dari psikolog Nina sbb: pakai pakaian yang longgar dan menyerap keringat. Seandainya udara di perjalanan dingin, siapkan jaket. Taruh bantal untuk menyangga leher atau punggung yang pegal. Boleh bawa buku, iPod, foto-foto, dll untuk hiburan. Oiya, ibu hamil kayaknya lebih cocok kali ya duduk di pinggir karena akan bolak-balik ke toilet. Bekerja samalah dengan pasangan karena keterbatasan fisik kita. Teman-teman yang naik bus umum, coba tanyakan di mana aja tempat pemberhentian untuk beristirahat. Kalau semuanya oke, insya Allah tidak ada kejadian sakit tulang ekor seperti yang pernah saya alami dulu hiks. :(  

dr. Anna Surti Ariani, SPsi., M.Si., Psi (Nina) 

Sebenarnya mudik bermanfaat supaya anak-anak belajar bersosialisasi, mandiri, dan mengasah keterampilan emosi. Soalnya lingkungan di lokasi mudik nanti berbeda dengan lingkungan yang mereka temui sehari-hari. Selain nutrisi yang harus tercukupi, berikut tip mudik seru bersama anak dari psikolog Nina.

1. Kebiasaan sopan santun di rumah
            Adab sopan santun bukan sekadar diucapkan, melainkan dipraktikkan dan dibiasakan. Sungguh aneh jika kita menyuruh anak berlaku demikian di hadapan keluarga besar di kala mudik sementara di rumah kita tidak pernah memberi contoh. Sikap kita saat jalanan macet, antre, dst akan diperhatikan dan ditiru anak. Usahakan tidak mudah memaki, menyalip antrean, dst.  

2. Ceritakan tentang keluarga di tempat tujuan
            Kadang anak tidak mau diajak salim sama keluarga besar saat mudik. Betul? Ora usah dipaksa, dibujuk sih boleh. Coba cari akal, mungkin anak tidak mau salim, tapi maunya toss haha. Jangan terlalu kaku. Atau, ini mungkin karena anak merasa belum kenal betul siapa-siapa aja anggota keluarga besarnya. Maka, untuk mengantisipasi, beberapa hari sebelum berangkat kita bisa menceritakan seperti apa dan bagaimana om, tante, keponakan-keponakan dan asyiknya lokasi yang akan ditemui. Ceritanya yang positif dong, bukan yang negatif. Kalau yang diceritain, “Om itu galak, lho. Tante itu cerewet, lho. Sepupu-sepupumu jail, lho,” yang ada anak malah tambah keder. :))   

3. Biarkan anak membawa tas sendiri
            Siapa sangka dengan membawa tas sendiri anak-anak jadi belajar mandiri? Isi tas anak dengan mainan dan makanan kesukaannya. Tapi, jangan berat-berat. Ini tas anak cilik bukan tas anak kuliahan. LOL. Ketika butuh, anak akan mengeluarkan sendiri barang-barang tersebut dari tasnya. Dia juga berlatih bertanggung jawab menjaga tasnya jangan sampai isinya hilang di perjalanan.

4. Siapkan macam-macam permainan
            Please noted, permainan ya bukan mainan. Psikolog Nina punya beberapa ide untuk di perjalanan. Simak yuk! Pertama, dongeng berkelanjutan. Kita yang memulai mengarang dongeng, lalu minta anak-anak bergantian melanjutkan sesuai imajinasi mereka masing-masing. Biarkan imajinasi mereka terbang. Kedua, tebak-tebakan nama hewan atau tumbuhan. Buat anak yang udah ABG bisa diganti dengan tebak-tebakan nama tokoh idola. Ketiga, bermain teka-teki. Kumpulkan banyak teka-teki dan print di kertas. Lempar teka-teki tersebut di perjalanan mudik. Kami pribadi punya permainan lucu yang kami instal dari App Store, namanya aplikasi Tebak Gambar. Kami berusaha menggabungkan beberapa gambar untuk menemukan kosakata baru. Saya, suami, dan anak-anak ramai-ramai menebak. Semakin tinggi level permainan, semakin sulit tebak-tebakannya. Gregetan euy! :))

5. Jangan merasa rugi beristirahat
            Usahakan perjalanan nyaman untuk anak. Sensitif dengan kebutuhan mereka. Istirahatlah beberapa kali seandainya mudik perjalanan yang cukup jauh. Percayalah, dengan beristirahat, energi akan bertambah. Ini penting banget, apalagi kalau kita mengajak balita mudik.

Btw, tadi saya menyebutkan TEMAN (Tempat Mudik Nyaman) SGM Bunda dan SGM Eksplor. Pengin tahu maksudnya? TEMAN adalah program yang digelar SGM Bunda dan SGM Eksplor dalam memfasilitasi mudik yang yang menyenangkan bagi ibu dan anak. TEMAN hadir di 6 titik rest area di jalur Pantura pada periode arus mudik dan arus balik 19 Juni–2 Juli 2017. Di sini tersedia nursing room dan poster tip tentang nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui, playground untuk anak-anak, dan booth penjualan susu. Kalian tidak harus membeli susu jika ingin mampir ke TEMAN. Gratis! :)    

6 titik TEMAN di jalur Pantura

Dengan program TEMAN Bunda SGM dan Bunda Eksplor, ibu dan anak diharapkan dapat menikmati mudik yang menyenangkan. Pastikan nutrisi tetap terpenuhi. Rayakan momen istimewa Idulfitri dengan happy. Nah, Teman-teman punya persiapan apa saat mudik nanti? Boleh share, dong! [] Haya Aliya Zaki


Selanjutnya ...

Iklan