Minggu, 18 Februari 2018

Weekend Belanja Belanji di BCA EXPOversary 2018


Kayaknya netizen ibu kota zaman now hampir tidak pernah mati gaya saat libur. Netizen yang jomlo sekalipun! Di mana-mana bertebar acara keren, tinggal pelototin medsos dan pilih. Salah satu acara keren adalah BCA EXPOversary 2018 yang digelar di ICE BSD CITY Tangerang tanggal 9–11 Februari 2018 pukul 10.00–22.00 wib. Beda sama expo yang lain, BCA Expo dibuka untuk umum tanpa tiket masuk alias GRATIS. Transportasi ke sana hanya Rp20 ribu kalau Teman-teman naik taksi Blue Bird pembayaran dengan kartu kredit BCA. Jauh dekat tarif sama.

BCA Expo digelar dalam rangka menyemarakkan ulang tahun PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) ke-61. Serunya, BCA berulang tahun ke-61, di sini bertebar pula promo spesial serba 61! Entah itu produk didiskon 61% atau harga pukul rata Rp61 ribu. Waaah, sebagai nasabah setia BCA, promonya jelas bikin kami K-A-L-A-P!

Begitu masuk ke area BCA Expo, jejeran mobil mewah menyambut kami. Merek dan modelnya membuat mata terbelalak. Mercedes-Benz, Audi, BMW, you name it. Menurut Pak Jahja Setiaatmadja (Presiden Direktur BCA), ini kesempatan emas bagi merchant dan nasabah untuk bertemu dan bertransaksi.

Ready for BCA EXPOversary 2018

Pak Jahja Setiaatmadja (Presiden Direktur BCA)

BCA Expo melibatkan 22 merek kendaraan bermotor ternama, 6 developer terkemuka, aneka booth makanan, minuman, serta fashion. Total lebih dari 100 tenant. Semua menggemaskan! Dududu. Aneka produk yang selama ini cuma bisa kalian beli via online, khusus minggu lalu mejeng di BCA Expo. BCA mendukung industri kreatif anak muda. Promo KPR BCA, kredit kepemilikan motor, ada. Jangan lupa, transaksinya pakai debit BCA, Flazz, kartu kredit BCA, atau Sakuku. Selain diskon, kalian bisa menukarkan Reward BCA.

Kartu Flazz lucu!

Top up saldo di sini

Es krim ini enaknya enggak sante! :))

Makan-makan

Belanja di aneka e-commerce

Diskonnya bikin nganga

Hunting tiket promo 

Ada yang lagi cari rumah?

Bagi nasabah BCA Solitaire dan BCA Prioritas, tersedia Private Lounge untuk kebutuhan layanan dan kemudahan bertransaksi di BCA Expo. Ada penawaran istimewa dari partner BCA Solitaire dan BCA Prioritas, yakni Laboratorium Prodia, Klinik Mata Nusantara (KMN), SlimXpress, dan RS Bethsaida.

Oiya, saya melihat Kak Tuty membuka rekening BCA dan langsung mendapatkan kartu Paspor BCA Mastercard. Sebaiknya memang kita mengganti kartu lama dengan kartu BCA Paspor Mastercard. Kartu ini udah chip-based sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mewajibkan penggunaan chip pada tahun 2021. Kesimpulannya, kartu lama cuma berlaku sampai tahun 2021. Kartu BCA Mastercard bisa digunakan di 210 negara (termasuk tarik tunai) dan 40 juta merchant. Transaksi lebih nyaman baik di dalam maupun di luar negeri.     

            Selain bisa belanja belanji, kita bisa mengikuti workshop yang bekerja sama dengan Indoestri Makerspace. Hari pertama BCA Expo saya mengintip workshop Compact Leather Wallet Making oleh Nicholas Thoe. Peserta diajari cara membuat dompet kulit berkualitas. Sayang, waktu saya terbatas. Kalau enggak, pengin juga sekalian ikutan workshop-nya. Suami ngefans banget sama dompet kulit hihi. Hari kedua dan ketiga juga digelar macam-macam workshop yang tidak kalah menarik.

Asyik belanja belanji tau-tau hari udah sore banget. Beberapa jam ngider di BCA Expo usah khawatir gerah karena semua ruangan full AC. Teman-teman belum sempat datang ke BCA Expo 2018? Jangan khawatir, tahun depan BCA Expo bakal hadir lagi kok. BCA rutin menggelar BCA Expo demi memanjakan nasabah yang pengin menemukan solusi perbankan dan keuangan dalam satu tempat. Sampai ketemu di BCA Expo tahun depan, ya! :) [] Haya Aliya Zaki



Selanjutnya ...

Rabu, 31 Januari 2018

Darurat Kondisi Kesehatan Papua, Cerita Pilu dari Negeri Paling Timur di Indonesia

Teman-teman, apa yang terbayang di benak kalian jika ada yang menyebutkan kata “Papua”? Mungkin Raja Ampat yang super-indah, ya? Well, di balik keindahan alam dan keunikan tradisinya, ada cerita pilu dari negeri paling timur di Indonesia ini.

Belakangan beredar kabar bahwa puluhan anak di Kabupaten Asmat meninggal karena wabah campak dan gizi buruk. Hingga kini ratusan anak butuh pertolongan. Sebenarnya gimana kondisi di Papua?




Dua hari yang lalu saya dan rekan-rekan media mendapat undangan dari Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Gedung Depan Kominfo RI, Jl. Medan Merdeka Barat no. 9, Jakarta Pusat untuk mendengarkan langsung pernjelasan tentang tantangan kesehatan Papua dari narsum terkait. Kali ini narsumnya cukup banyak; Bu Nila Moeloek (Menteri Kesehatan RI), Pak Idrus Marham (Menteri Sosial RI), Pak Yanuar Nugroho (Deputi II Kepala Staf Kepresidenan/KSP), Pak Mayjen Sabrar Fadhilah (Kapuspen TNI), dan Bu Diah Indrajati (PLT Direktur Jenderal Pembangunan Bina Daerah). 

Menyimak dari berbagai kasus kesehatan di Indonesia, Ibu Nila menegaskan supaya masyarakat melakukan tindakan preventif dan promotif terhadap kesehatan, bukan sekadar mengobati yang telah sakit. Ya seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Saya jadi teringat salah satu peraturan pemerintah Jepang, yakni memberikan sanksi kepada penduduk yang obesitas. Penduduk Jepang wajib menjaga kesehatan. Tujuannya untuk mengurangi jumlah pasien dengan penyakit komplikasi akibat obesitas. Intinya, pencegahan lebih baik.

Kembali ke laptop. Tim kesehatan memastikan sudah memeriksa 12.398 anak-anak di Papua sejak September 2017 – 25 Januari 2018. Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Mereka berperut buncit. Cacingan udah pasti. Napas tersengal-sengal karena mengidap TBC. Belum lagi yang terkena wabah malaria, campak, dll. Pengobatan cacingan sendiri tidak mudah. Pada pasien cacingan parah, jika pasien diberi obat cacing, cacing pasti keluar dari berbagai lubang tubuh seperti anus, mulut, dan hidung. Yang dikhawatirkan jika cacing sampai masuk ke paru-paru.

Di sisi lain, para orangtua sukar sekali menjawab pertanyaan tim medis. Mereka belum paham bahasa Indonesia sepenuhnya. Berikut kondisi Papua (khususnya Kabupaten Asmat) yang dipaparkan oleh para narsum.

1. kondisi tempat tinggal
            Dijelaskan bahwa kondisi geografis di sana merupakan daerah dataran rendah pesisir pantai. Satu kampung terdiri atas 3–5 rumah aja. Masyarakat membangun rumah di atas rawa-rawa di mana air bisa pasang dan surut. Kebayang pemandangan apa yang kita lihat kalau air rawa sedang surut. Kotoran di mana-mana. Pastinya ini rawan penyakit. Bukan cuma rumah. Kantor dan rumah sakit juga dibangun di atas rawa. Sungguh tidak layak.

Kata Pak Idrus, sumber air satu-satunya hanya air hujan. Mana mungkin melakukan operasi (di rumah sakit) jika air sedikit dan belum tentu memenuhi syarat air bersih? Tata ruang kota secara keseluruhan perlu diperbaiki. Ini penanganan jangka panjang.     



Narsum acara

2. transportasi amat sangat terbatas
Tim yang turun ke Papua menempuh medan yang cukup sulit untuk sampai ke tujuan. Tidak ada akses darat yang menghubungkan satu distrik ke distrik lain. Total sekitar 23 distrik yang terpencar menjadi 224 kampung. BBM tipis. Di Jakarta harga BBM Rp6000 per liter, sementara di Papua BBM Rp20.000-30.000 per liter. Listrik tidak ada. Daerahnya seperti terisolasi.  

“Mohon maaf, bandara udaranya aja lebih mirip warteg. Hanya ada bangku sekadarnya untuk menunggu. Turun dari pesawat, kami menyambung naik speed boat dan sepeda motor listrik. Gimana dengan mereka yang tidak punya biaya untuk menyewa transportasi ini? Jalan utamanya memang terbuat dari beton, tapi jalan masuk ke perumahan warga itu sempit dan masih dari kayu. Begitulah kondisi di sana,” cerita Bu Nila.


Tim Kemenkes RI naik sepeda motor dan speed boat


3. fasilitas dan SDM kesehatan minim sekali
            Di Asmat terdapat 13 puskesmas dan pada tahun 2017 mereka mendapatkan anggaran untuk membangun 3 puskesmas lagi. Dana diberikan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

            Pada tanggal 16 Januari 2018, Kemenkes RI mengirimkan 39 orang tim Flying Health Care (FHC) gelombang I yang terdiri atas 11 orang dokter spesialis, 4 orang dokter umum, 3 orang perawat, 2 orang ahli anestesi, dan 19 orang ahli gizi, kesehatan lingkungan, dan surveilens. Lanjut 26 Januari 2018, Kemenkes RI mengirimkan 36 orang tim FHC gelombang II. Mereka bertugas selama 10 hari. Kemenkes RI tengah mempersiapkan 9 gelombang FHC untuk 3 bulan. Tim terus berganti untuk menjaga stamina tenaga kesehatan.

Sementara itu, 1,2 ton obat dikirim melalui Bandara Soekarno Hatta (Tangerang) menuju Agats (Kabupaten Asmat) lalu didistribusikan ke Distrik Sawa Erma, Kolof Brasa, dan Pulau Tiga dengan menggunakan speed boat. Pengiriman dilakukan bersamaan dengan keberangkatan 39 orang tenaga kesehatan tadi.    

Selain tenaga kesehatan, pemerintah pula mengirimkan TNI, Polri, KSP, dll. Semua tim bekerja sesuai bidangnya terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Transportasi melalui sungai lebar dan melewati hutan yang cukup menakutkan. Sebagian tim menetap permanen di sana karena penanganan ini sifatnya berkesinambungan.
Btw, sebelum ini tenaga medis di Papua kebanyakan perempuan, lho. Laki-lakinya pada ke mana, nih? :( Kondisi kesehatan Papua merupakan tanggung jawab kita bersama. “Jakarta memiliki 14 Fakultas Kedokteran. Setiap tahun 10 ribu orang dokter dinyatakan lulus. Mereka ditunggu di Papua,” kata Bu Nila.

Terkait dengan tindakan pereventif promotif tadi, Bu Nila menyarankan untuk memperbanyak pembangunan poliklinik. Harapannya, masyarakat bisa rutin kontrol dan mendapatkan penyuluhan-penyuluhan kesehatan di poliklinik. 
  
4. kehidupan masyarakat Papua yang berpindah-pindah

Masyarakat Papua adalah masyarakat peramu. Mereka hidup berpindah-pindah tergantung hewan buruan dan ketersediaan bahan-bahan makanan.

Ini mempengaruhi penanganan kesehatan. Baru satu minggu istirahat dan diobati, mereka sudah pengin pindah lagi. Nanti mereka berhadapan dengan masalah pangan lagi. Penyakit lama kambuh lagi. Selain penanganan kesehatan, perlu pendekatan khusus terhadap masyarakat Papua. Salah satu solusinya mungkin mereka disediakan lahan dan diajari cara bercocok tanam atau diajari cara beternak ikan, dll. Selama tersedia bahan makanan, mereka tidak akan pindah. 

5. pemerintahan di Papua
         Sesuai UU, Papua diberi wewenang penuh untuk menyelenggarakan pemerintahannya sendiri. Apa kabar pemerintahan internal Papua?

         Kemendagri RI mengaku siap melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan otonomi khusus ini, terutama soal pemanfaatan dana yang seyogianya untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat Papua.

Menurut Pak Yanuar, perlu pendampingan terhadap aparat daerah dan masyarakat minimal 5 tahun. Kalau kata salah satu teman media, ada masalah leadership di tingkat kabupaten dan provinsi. Hmmm … dilema juga, ya. Kita disergap kekhawatiran seandainya pemerintah pusat campur tangan lebih dalam, nanti muncul pula semacam gerakan Papua merdeka. :(    

Penanganan kesehatan di Papua harus terpadu dan menyeluruh. Sekali lagi, masalah ini adalah masalah kita semua. Mereka manusia juga sama seperti kita. Saya berharap kelak koneksi internet di sana terpasang baik sehingga kita bisa cepat menerima berita, berkomunikasi, dan bertindak. Tempo hari kabarnya 1 foto aja butuh waktu 10 menit untuk terkirim. Gimana kalau kirim 10 foto, dst? Teman-teman terutama dari media dan medis silakan menyumbang bantuan sesuai keahlian kalian. Jangan sampai kondisi luar biasa ini cuma menjadi data statistik. Semoga kondisi Papua segera membaik. Semoga. [] Haya Aliya Zaki


PS. Sebagian foto diambil dari akun Twitter @KemenkesRI dan @FMB9
Selanjutnya ...

Selasa, 30 Januari 2018

7 Tip Mencegah dan Mengatasi Keputihan

Zaman masih hamil, saya cukup terganggu sama keputihan. Kata dokter, keputihan pada ibu hamil itu normal karena adanya perubahan hormon. Selain itu, keputihan merupakan reaksi alami tubuh yang terjadi saat membersihkan area V. Area V mengeluarkan lendir berwarna putih dan tidak berbau. Masya Allah, setiap detail tubuh kita udah diatur sedemikian baiknya oleh Allah Swt. Fabiayyi aala’i rabbikuma tukazziban.

Keputihan akan menjadi berbahaya jika lendirnya bukan lagi berwana putih, melainkan kuning, hijau, bahkan cokelat dan merah. Rasanya gatal, perih, panas seperti terbakar. Bau area V pun sengit sekali. Penyebabnya infeksi jamur. Duh, jangan sampai, deh! Berikut beberapa tip mencegah dan mengatasi keputihan berdasarkan pengalaman saya.

1. atur gaya hidup
            Gaya hidup di sini meliputi pola makan, aktivitas tubuh, dan kesehatan pikiran. Waktu masih kuliah Farmasi, saya ingat banget perkataan dosen tentang makanan yang baik dikonsumsi saat keputihan, yakni yogurt. Vitamin mineral dalam buah-buahan dan sayur-sayuran termasuk mikronutrien, tapi maha-penting untuk tubuh. Olahraga yang cukup supaya metabolisme tubuh tetap oke.

Hindari stres karena stres bisa memicu terjadinya keputihan.

2. minum air putih yang cukup
            Buat saya, air putih itu semacam “obat dewa”. Sekitar 80% tubuh kita terdiri atas air. Kita sering mendengar bahwa setiap hari kita harus minum 8 gelas air, padahal kebutuhan air setiap orang tidak sama. Orang yang berat badannya 50 kg tidak perlu meminum air sebanyak orang yang berat badannya 75 kg (seperti saya haha). Teman-teman yang pengin menghitung kebutuhan air di dalam tubuh, saya kasih rumusnya. Rumus ini saya dapat dari dr. Roslan Yusni Hasan, Sp.BS (dokter spesialis bedah syaraf) waktu ikutan di salah satu seminarnya.
1,5 cc x kg berat badan x 24 jam

Berat badan saya 75 kg berarti jumlah air yang saya butuhkan per hari sbb.
= 1,5 cc x 75 kg x 24 jam
= 2.700 cc (2.700 ml)

            Nah, berapa kebutuhan air, Teman-teman? Waspada jika BAK berwarna kuning keruh atau cokelat. Itu berarti kita kurang minum air putih.


3. jangan sering-sering memakai celana jeans ketat
            Kebayang zaman masih gadis, kalau belum punya celana jeans ketat rasanya kok belum keren. Celana jeans ketat memang tak nyaman dipakai, tapi demi bergaya apalah yang tak awak lakukan. LOL. Celana jeans ketat kurang cocok dipakai di iklim tropis karena akan memicu keluar keringat lebih banyak. Kondisi area V yang lembap menjadi tempat ideal tumbuhnya jamur.

4. pakai celana dalam berbahan katun
            Saya membiasakan memakai celana dalam berbahan katun, bukan sintetis. Seperti yang kita tahu, bahan katun mampu menyerap keringat dan mencegah lembap area V. Celana dalam berenda berbunga dan terawang apalah apalah bolehlah sekali-sekali dipakai di kondisi tertentu, yaaa. :))))

5. bawa celana dalam cadangan
            Hari gini jadi mom blogger aktivitasnya bukan cuma ngeblog di rumah, melainkan juga meliput aneka acara talkshow, launching produk, dll. Saya pernah meliput beberapa acara dalam sehari, dari pagi sampai malam. Kebayang pakai celana dalam yang sama seharian pasti risi. Saya berinisiatif membawa celana dalam cadangan di dalam tas. Hari menjelang sore, saya mengganti celana dalam dan lanjut ke aktivitas berikutnya.

6. jaga area V tetap kering
            Lap area V dengan tisu toilet setelah BAK. Hindari tisu toilet berparfum. Alih-alih memakai pantyliner setiap hari, saya lebih memilih mengganti celana dalam supaya area V tetap kering. Monggo yang mau memakai pantyliner, tapi ingat untuk mengganti setiap 4 jam sekali.

7. bersihkan area V dengan godokan sirih
            Di rumah, saya pernah menanam daun sirih. Daun sirih saya manfaatkan untuk membantu menghentikan mimisan Faruq, si sulung. Setiap kelelahan atau cuaca terlalu panas, Faruq bakal mimisan. Alhamdulillah beranjak gede, mimisannya tidak kumat-kumat lagi.  

Daun sirih juga saya manfaatkan untuk membersihkan area V, terutama ketika keputihan. Caranya, ambil beberapa lembar daun sirih dan rebus. Airnya yang dipakai untuk membersihkan area V. Rasanya hangat, nyaman, dan harum. Jangan salah, remaja sebelum pubertas juga bisa mengalami keputihan. Shafiyya beberapa kali keputihan dan saya pakai godokan sirih untuk mengatasinya.

Suatu hari, tanpa angin tanpa hujan, tetangga membantai habis daun sirih di rumah kami! Huhu alasannya daun sirih kami merambat sampai ke atap rumah mereka dan membuat talang rumah mereka tersumbat. Yaaah … kenapa enggak bilang dulu atuh nanya dulu kek diskusi dulu kek apa kek. Padahal, tidak berapa lama tetangga kami itu pindah rumah. Kabarnya, rumah mereka dijual demi menutupi utang. Lho, malah gosip. Eh. 

Alhamdulillah, 2 minggu yang lalu saya mendapat kiriman hampers Resik-V Godokan Sirih dari PT Kino Indonesia. Warna kemasannya hijau segeeer. Baru tahu ada produk godokan sirih dalam kemasan seperti ini.




Resik-V Godokan Sirih terbuat dari AIR GODOKAN SIRIH ASLI sebagai antiseptik alami yang diperkaya dengan ekstrak rumput fatimah. Proses pembuatannya higienis.

Berdasarkan tes mikrobiologi, produk ini diklaim mampu mengurangi jumlah Candida albicans, jamur penyebab keputihan abnormal. PH area V dipertahankan tetap asam. Pas untuk saya yang kadang-kadang area V-nya gatal dan berbau tak sedap karena keputihan. Umminya bersih dan sehat, keluarga pun senaaang. :)

Resik-V Godokan Sirih istimewa karena telah mendapat sertifikat HALAL dari MUI. Kita sebagai muslimah pun tenang memakainya.  

Hampir 2 minggu saya memakai Resik-V Godokan Sirih (enggak tiap hari, sih). Saya suka harumnya, bukan seperti harum parfum yang menusuk hidung. Harumnya harum khas sirih. Jadi ingat tanaman sirih saya dulu huhu (lagi). Warnanya kecokelatan, persis seperti warna air rebusan daun sirih. Cara pakainya, tuang secukupnya di telapak tangan dan gosok. Ada busa sedikit. Bersihkan area V, lalu bilas. Area V terasa kesat dan bersih.


Ummi bersih dan sehat, keluarga pun senang :))))

Kemasan Resik-V Godokan Sirih enak digenggam dan cocok dibawa travelling. Tahu sendiri, kita enggak selalu mujur bisa nemu toilet yang proper untuk buang air saat travelling. Pengin bersih-bersih area V, tapi di mana pula cari daun sirih? Rebus-rebus lagi? Sungguh tidak praktis, Saudara-saudara. Untung ada Resik-V Godokan Sirih yang tinggal tuang dan pakai. Bagi ibu hamil, harap konsul ke dokter sebelum memakai Resik-V Godokan Sirih. Soalnya ada kandungan rumput fatima itu tadi.

            Gimana, Teman-teman pernah keputihan? Punya tip lain mencegah dan mengatasi keputihan? Yuk, share di sini. Insya Allah bermanfaat buat saya dan pembaca lainnya. :) [] Haya Aliya Zaki


Selanjutnya ...

Iklan