Selasa, 24 Mei 2016

Ikutan Kompetisi Desain Maskot “Make Joy Happen”, Yuk!

Suatu masa Mama pernah berkata, “Kamu seperti atokmu (kakek). Atok suka menulis. Entah berapa banyak cerpen yang beliau tulis. Atok juga suka menggambar. Bahkan, beliau pernah memenangi lomba desain maskot perusahaan.” Tuh, canggih, kan, atok saya. Tahun 40-an udah aktif ikut lomba-lomba hahaha! Enggak heran cucunya kayak gini. -____-

Abah dan Mama tidak menulis. Adik-adik saya pun tidak. Seingat saya tidak ada anggota keluarga besar yang menulis. Well, tentu saja saya senang ketika tahu Atok punya minat yang sama dengan saya. Sayang, seumur-umur, saya tidak pernah melihat beliau berkarya karena selalu sakit-sakitan (sekarang udah almarhum). Namun, menurut Mama, Atok sosok yang produktif di saat muda.

Sebaliknya, minat menggambar yang dimiliki Atok betul-betul tidak terjamah oleh saya. (((TERJAMAH))) Nunggu sampe kuda nil berambut juga enggak bakalan bisa. Boro-boro menggambar desain maskot, menggambar anak kucing aja saya FAILED. :))

Ngomong-ngomong soal desain maskot, Teman-teman ada yang suka bikin? Saya punya info lombanya, nih. JD.ID, sebuah perusahaan online direct sales terbesar di Asia, mengadakan Make Joy Happen mascot design competition. Hadiahnya uang tunai puluhan juta rupiah dan gadget! Wow!


Ini dia Wacom Cintiq 13 HD 13.3"

Kenapa tema-nya Make Joy Happen? Biar selaras aja gitu sama misi JD.ID yang selalu ingin menghadirkan kegembiraan kepada pelanggan-pelanggannya. Syedaph! Berbeda dengan lomba lainnya, di kompetisi ini para peserta bisa berkreasi dan berekspresi sebebas-bebasnya tanpa batas. Yang penting tetap sesuai dengan tema Make Joy Happen tadi.

Mentok ide, Kakaaaak.

Jangan khawatir. JD.ID kasih beberapa clue. Ungkapkan 5 elemen nilai JD.ID sebagai perusahaan e-commerce yang menyenangkan.

Customer First, Passion, Innovation, Integrity, dan Teamwork.

Menurut Teddy Arifianto, PR Director JD. ID, tujuan kompetisi ini bukan sekadar mencari maskot asli karya anak bangsa, melainkan juga yang selaras dengan misi JD.ID sebagai perusahaan modern dan dinamis. 

Nah, Teman-teman merasa bisa mendesain? Yuk, ikutan Make Joy Happen mascot design competition! Terbuka untuk UMUM. Deadline 31 Mei 2016 which is minggu ini, yaaa. Boleh kirim lebih dari satu karya ke makejoyhappen@jd.id. Baca info lengkapnya DI SINI. Kesempatan emas untuk unjuk gigi ke masyarakat luas karena desain pemenang akan dipertimbangkan dipakai sebagai ikon JD.ID, salah satu perusahaan global paling sakseeeis sekarang ini! Dan, pastinya … ketiban hadiah puluhan juta rupiah! So, what are you waiting for? Let’s make JOY happen! *terus malah nangis guling-guling karena enggak mampu ikutan* [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Selasa, 17 Mei 2016

Peggy Melati Sukma, Indahnya Menjemput Hidayah

“Pusiiiing! Pusiiing! Pusiiing!” seru Peggy sambil menekan kedua pelipisnya kuat-kuat.

Teman-teman familiar dengan adegan ini? Hayooo … ngaku! Yang generasi 90-an pasti khatam sama penampakan sinetron Gerhana dengan tiga bintang utama Pierre Rolland (Gerhana), Peggy Melati Sukma (Peggy Melati Sukma Harum Mewangi Sepanjang Hari), dan Ruhut Sitompul (Poltak Si Raja Minyak). Ceritanya tentang Gerhana yang punya kekuatan gaib karena lahir saat gerhana bulan. Sinetron Gerhana benar-benar melambung pada masanya. Selalu dibahas dan ditunggu-tunggu sama kawula muda kayak kami-kami ini, Cyiiin. *elus-elus koleksi kemeja flanel dan celana cutbray di lemari*   

Buaaanyak banget faktor yang bikin kami kesengsem sama sinetron Gerhana. Suka sama jalan ceritanya. Takjub sama efek visual sinetronnya, yang kalau dilihat para remaja hari gini, pastilah komennya, “Biasa ajaaaa keleus!” *anak 90-an mah gampang disenengin* Kepincut sama gantengnya Pierre. *apa kabar doi sekarang?* Daaan, of kors gemes pol sama kelakuan Peggy Melati Sukma Harum Mewangi Sepanjang Hari yang selalu jailin Gerhana! :)) Tokoh Peggy kerap berpakaian seksi. Centil-til-til-til. Kalau ngomong, tuh, cepet luar biasa kayak laju MRT. Penasaran, saya sampe-sampe latihan ngomong cepet setiap hari di rumah waktu itu. Kali aja bisa kayak Peggy, tapi yang kejadian malah lidah saya yang kegigit hahaha!

Udah lama tidak mendengar kabar Peggy, mungkin Teman-teman kaget dengan transformasi beliau sekarang. Beda seratus delapan puluh derajat! Pada bertanya-tanya, kan, Peggy ke mana ajaaa? Nah, ketika dua bulan lalu masjid yang tak jauh dari rumah mertua saya memampang spanduk Pengajian Bersama Peggy Melati Sukma, saya buru-buru mencatat tanggal. Sebagai fans tokoh Peggy di sinetron Gerhana, kepo juga apa dan gimana kisah hidup Peggy sekarang. Pengalaman langka bisa ketemu dan mendengar ceritanya langsung. Pokoknya tidak boleh dilewatkan!   


Peggy Melati Sukma

Beberapa tahun belakangan, Peggy memutuskan untuk berhijab rapat dan melepas atribut duniawi. Awal-awal berhijab, perempuan kelahiran Cirebon, 40 tahun lalu ini, masih sering galau. Beberapa kali dia buka-tutup hijab karena tergiur tawaran pekerjaan di dunia selebritas. Sering dia merasa sayang dengan baju-baju seksinya, jumpalitan mix and match baju-baju tersebut demi bisa menutup auratnya. Contoh, baju you can see my ketiak dipakein kaus daleman atau celana panjang ketat dipaduin sama rok mini, dst. Setiap mau keluar rumah, minta ampun ribetnya segala urusan mix and match baju. Bisa makan waktu berjam-jam! Hadeuh. Peggy jadi mikir. Benar enggak, sih, yang dia lakukan ini? 

Meski sudah berhijab, Peggy merasa batinnya belum tenang. Padahal, semua dia punya. Harta, karier, prestasi, pacar, semua. “Kalau perempuan main ke mal, yang dibeli biasanya tas, ya? Kalau saya, mainnya ke showroom mobilnya, Ibu-Ibu. Lihat sebentar mana mobil yang saya suka, beli, deh. Kasih depe, besok bayar cash. Semudah itu. Uang ratusan juta tidak ada apa-apanya buat saya, Bu,” kata Peggy ke kami tanpa bermaksud menyombongkan diri.

Sejak masih ngekos di Depok dulu, saya paham bahwa Peggy sosok yang cerdas. Ika, salah satu teman saya di kos-kosan, kebetulan satu kampus. Ika sering cerita tentang kiprah Peggy sebagai mahasiswi. Jadi, saya tidak kaget ketika Peggy menyebutkan prestasinya di dunia kampus. Selain itu, karier Peggy berjaya di kancah lokal dan internasional. Perusahaannya berjejer. Bintangnya di dunia hiburan tak kalah bersinar. Saking ngehitsnya, slogan “Pusiiing!” pun dipatenkan. Penghasilan Peggy satu bulan mencapai Rp2,5 miliar (ini belum termasuk penghasilan dari perusahaan-perusahaan miliknya).    

Lalu, apa yang membuat Peggy benar-benar hijrah? Jawabannya: Alquran. Dalam Alquran, Peggy menemukan kedamaian. Tentu bukan "sekadar" membasahi bibir dengan ayat-ayat suci. Peggy berusaha betul memahami artinya dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Nikmat sekali. Tak pernah sehari pun dia ingin jauh dari kalam Ilahi.



Pelan-pelan Peggy mengubah caranya berhijab. Hijabnya kini hijab sederhana, lebar, dan tidak menarik perhatian. Sebelum hijrah, Peggy mengaku bahwa dia tukang mabok dan tukang zina. Hampir setiap malam pulang dengan kondisi teler. Lihat cowok cakep dikit pasti pengin dipepet. Semenjak hijrah, otomatis orientasi hidup Peggy ikut berubah. Dia mengurangi dosis tampil di layar kaca, bahkan dua tahun belakangan memutuskan memilih absen sama sekali. Dunia hiburan totally ditinggalkan.

“Meski namanya sinetron religi, saya tetap kurang sreg. Di sinetron, misalnya, kudu berperan suami istri, menatap mesra pasangan pegangan tangan belai bahu dll, padahal di dunia nyata, bukan mahram. Saya tidak bisa lagi seperti itu,” jelas Peggy lirih. Peggy pun maklum ketika satu per satu temannya pergi, terutama teman lelaki. Ada yang tidak klop dengan perubahan sikap Peggy dan ada yang “alergi” karena Peggy sering membahas soal “mati”.

“Karena tidak ada yang pasti di dunia ini selain MATI,” kata Peggy lembut, namun tegas.

Sekarang perempuan berkacamata ini mantap memilih jalan dakwah. Dia tidak mematok bayaran, diundang ke pelosok pun mau. Peggy pernah berdakwah di luar negeri beberapa kali tanpa dibayar. Selama dibutuhkan, dia akan berusaha hadir. Peggy juga aktif dalam kegiatan sosial. Dia menggalakkan gerakan perempuan mengaji. Hingga kini sekitar 5000 perempuan di Indonesia bisa belajar mengaji gratis. Peggy tidak ketinggalan berkontribusi untuk Palestina dengan membangun sekolah untuk anak-anak cacat di sana. Masih banyak lagi proyek kemanusiaan milik Peggy. Sumber dana dari berdagang bros, hijab, dan dari royalti buku. Sebagian penghasilan disisihkan untuk pengrajin dan sebagian lagi untuk amal. Insya Allah rezeki halal, bukan hasil maksiat dan riba.  

Buku karya Peggy

Last but not least. Teman-teman, kita seringkali dibuat kecewa oleh urusan dunia. Rasanya udah berbuat begini begitu udah ikhtiar udah doa, kok, hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Peggy punya tip simpel menghadapinya. Baginya, hidup ini berjuang. Berjuang adalah salah satu bentuk penghambaan kita kepada Allah. Jangan melulu memikirkan hasil. Soal hasil bukan urusan kita, urusan Allah saja. “Oiya, mohon doanya, ya, Ibu-Ibu supaya saya dilapangkan jodoh,” ucap Peggy malu-malu sebelum acara bubar. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin, kami mengamini berjamaah.

Jujur, saya berasa speechless aja gitu ketika mengingat-ingat lagi usaha keras Peggy menjemput hidayah dan alhamdulillah akhirnya dia mendapatkannya. Peggy tidak menunggu hidayah yang menghampiri. Indahnya. Semoga diijabah semua doamu ya, Peggy! Allah pasti menganugerahi yang terbaik untukmu, pasti. [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Jumat, 06 Mei 2016

Siap-Siap Jadi One Step Ahead Mum, Yuk!

Beberapa waktu lalu, para orangtua berlomba-lomba memberikan psikotes dan tes sidik jari kepada balita mereka. Tujuannya demi mengetahui potensi anak sejak dini. Actually, menurut Psikolog Ajeng Raviando di acara office-to-office parenting talkshow One Step Ahead Mum di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (29/4), potensi anak tidak bisa diketahui secara instan. Perlu waktu, Teman-teman. Tugas kitalah sebagai orangtua menjadi pengamat yang baik. Perkaya wawasan tentang pola asuh, tahap perkembangan anak, gaya belajar, dll.

Ketemu inspiring mums (credit: Yonna Kairupan)

Setiap anak pada dasarnya cerdas. Udah pernah dengar, kan, ya tentang 8 tipe kecerdasan majemuk? Alhamdulillah, saya tidak begitu kesulitan mengetahui potensi anak-anak saya. Shafiyya, contohnya, sejak awal kecerdasan kinestetiknya tampak menonjol. Dia senang menari dan belakangan dia yakin sekali ingin ikut kelas senam. Kelas senam bisa membantunya mengembangkan kemampuan menari. Meski begitu, saya dan suami tetap berusaha standby. Bisa aja ada potensi lain dari anak-anak yang belum tergali.

Acara yang diselenggarakan oleh Nutrilon Royal ini juga menghadirkan Dokter Spesialis Anak dan Tumbuh Kembang Bernie Endyarni Medise. Beliau membahas tentang pentingnya 1000 hari pertama bagi anak. Sementara itu, Praktisi Pendidikan Anak Damayanti Jusuf membahas tentang memilih sekolah yang tepat untuk anak. Tidak ada sekolah terbaik. Yang ada adalah sekolah yang cocok untuk anak. Selain itu, idealisme keluarga merupakan pertimbangan penting dalam memilih sekolah untuk anak. Perhatikan kondisi anak, kurikulum, fasilitas sekolah, ekskul, kebersihan, dan jarak. Satu pesan Bu Damayanti yang sangat saya ingat, jangan langsung percaya komplain anak. Telusuri terlebih dahulu ke sekolah, guru, teman-teman, dll. Orangtua dan guru sebaiknya menjadi partner. Orangtua respek sama guru dan guru tidak menganggap orangtua sebagai “klien”. Dari sini akan muncul sikap anak menghargai sekolah dan gurunya.   
          
Sesi yang paling cair adalah sesi dari Perencana Keuangan Ligwina Hananto. Orangnya kocak! :)) Ligwina menjabarkan dana pendidikan yang harus disiapkan oleh orangtua, yang kalau dibaca-baca pas sampai jenjang kuliah nanti mencapai … ratusan juta rupiah! Huaaa. *kejet-kejet cantik* Zaman dulu, orangtua Ligwina menabung 90% penghasilannya untuk dana pendidikan. Zaman sekarang? Tak mungkiiin. Ligwina menyarankan jangan cuma menabung biasa, tapi investasi juga! Too bad saya tidak sempat bertanya kira-kira investasi apa aja yang risiko rendah, tapi menguntungkan buat ibuk-ibuk kayak saya. Sekali lagi, siapkan dana pendidikan anak seawal mungkin dan sebaik-baiknya. Jangan anggap remeh. We are free to choose, but we are not free from the consequences of our choice.  



Acara One Step Ahead Mum semakin istimewa berkat kehadiran Astrid Suryatenggara. Hm, sounds familiar? Yap, beliau adalah mama dari Chef Revo (Junior MasterChef Indonesia) yang baru berusia 13 tahun! Pengin tahu cerita di balik kesuksesan chef cilik ini? Eits, jangan sangka Astrid jago masak, lho. Beda 180 derajat sama Revo. Astrid malah paling tidak suka masuk dapur! :)) “Yang senang masak itu oma Revo. Sejak kecil Revo memang senang melihat tampilan makanan sekaligus icip-icip. Dia anak yang visual, selalu ingin tahu makanan ini bahannya apa cara membuatnya bagaimana, dst,” cerita Astrid.

Meski memiliki minat yang berbeda dengan anaknya, Astrid mendukung Revo 100%. Astrid rela bangun subuh-subuh menemani Revo belanja ke pasar, padahal malamnya dia tidur larut karena ngurusi kerjaan kantor. Ketika Revo berniat menjual kue yang dibikinnya, Astrid mengajari Revo cara menghitung break even point. Nah, Teman-teman, ada dua tip sukses Astrid mendidik Revo, yakni anak DIPUJI dan DIUJI. Anak DIPUJI karena potensinya? Wes biasalah. Terus, kalau DIUJI, maksudnya?

Ketika Revo meminta dibelikan oven, Astrid tidak serta merta mengiakan. Rugi, dong, udah beli oven mahal-mahal, eh, cuma dipakai sesaat. *mendadak inget Mak Irits* Maka, ibu cantik dan energik ini MENGUJI Revo. Caranya, Astrid meminta Revo mengisi liburannya dengan kerja magang di resto, dengan catatan TANPA DIBAYAR! What?! Kedengarannya sadeees! Jujur Astrid sendiri sebenarnya tidak tega. Namun, dia ingin melihat kesungguhan Revo. Dan, ternyata, Revo … lulus!    

Sayang disayang, semua materi disampaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, yakni sekitar 2 jam (sudah termasuk kata sambutan dan tanya jawab) huhuhu. Mungkin lain kali panitia berkenan memberikan waktu lebih. Narsumnya kece-kece banget, sih!

Para narsum

Teman-teman jangan lupa ikutan kuis One Step Ahead Mum di website Nutriclub. Hadiahnya mulai dari voucher belanja sampai tabungan pendidikan senilai Rp7 juta! Share hasilnya di Facebook dengan hashtag #OneStepAhead. Nah, kalau yang ini hasil kuis saya hihi. Alhamdulillah, yaaa. :p


One step ahead mum adalah ibu yang memahami dan aktif mendukung yang terbaik untuk masa depan anak mulai dari gizi, psikis, pendidikan, sampai persiapan dana yang matang. Kiatnya bisa dipelajari dengan mudah dan menyenangkan melalui info dan tip dari para ahli di NutriClub. Gimana, gimana, sudah siap menjadi one step ahead mums? Yuklaah kita maju bareng-bareng! [] Haya Aliya Zaki


Selanjutnya ...

Kamis, 28 April 2016

Selamat Tinggal Anyang-Anyangan!

Teman-teman, kita kaum perempuan mungkin semuanya udah kenal sama yang namanya Anyang-anyangan, ya? Saya kenalnya pas zaman kuliah. Duh, benar-benar perkenalan yang tidak diharapkan. :( Gejalanya, tuh, pengin pipis terus-terusan. Setiap pipis, enggak lancar dan rasanya … SAKIT!

Meski kesiksa sama rasa sakit Anyang-anyangan, saya cuek bebek. Bebek aja sampai kalah cuek. Maklum, pikiran udah penuh duluan sama jadwal kuliah, kegiatan praktikum, bikin laporan, praktik di apotek di RS, dll. Hingga suatu ketika, saya shock waktu lihat pipis saya BERDARAH!

Saya cap cus diantar pacar a.k.a calon suami ke dokter sambil menangis gerung-gerung. Pikiran mengidap penyakit ina inu yang berbahaya berseliweran di kepala. Begitu sampai di klinik, saya sempat aziz gagap mode on saking paniknya.

Saya: “Dok, saya … sa … saya ….”
Dokter: “Kenapa? Hamil, ya?” (senyum-senyum)

Haaah? Saya dan pacar langsung saling pandang. Lha, wong saya belum diapa-apain mana bisa hamil, Dok! *tepok jidat*

Ternyata, setelah diperiksa, saya didiagnosis menderita infeksi saluran kemih berat. Berdasarkan survei, 5 dari 10 perempuan pernah mengalami infeksi saluran kemih. Penyebabnya ternyata adalah bakteri E. coli. Awalnya dari Anyang-anyangan, lalu lanjut ke infeksi level tinggi karena diabaikan huhuhu. Waktu itu saya memang mobile banget. Area V jadi kurang diperhatikan. Bukan cuma dokter yang menasihati supaya saya menjaga kebersihan area V, melainkan juga calon suami! Saya cuma bisa manggut-manggut sambil elap ingus. Kapoook!

Kejadiannya 15 tahun lalu, namun masih sangat membekas di ingatan. Sekarang saya udah enggak punya tampang anak kuliah lagi, sih. Cuma, kegiatan sebagai ibu tiga anak malah lebih heboh. Belum lagi urusan di dunia blogging yang rutin bikin workshop dan sering dapat undangan meliput event segala. Berdasarkan pengalaman pribadi dan saran dokter, berikut beberapa tip mencegah Anyang-anyangan dari saya.

1. Di toilet umum
Sebelum pipis, tarik flush terlebih dahulu. Tujuannya menghindari kuman di air toilet terciprat ke area V kita. Lap dudukan toilet dengan tisu atau semprotkan toilet seat sanitizer. Saat membasuh area V, biasanya saya memakai air baru (tampung lagi dari keran), bukan air yang udah ada di dalam ember di toilet umum.

2. Basuh area V secara benar
Basuh area V dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Kalau tidak, dikhawatirkan kuman dari anus masuk ke area V. Wajib hati-hati soal basuh-membasuh ini karena saluran pipis perempuan lebih pendek daripada milik laki-laki. Kuman lebih mudah masuk dan berkembang biak.  

3. Bawa handuk kecil
Area V kering = nyaman. Area V yang lembap merupakan media yang yummy delicioso buat kuman hidup. Etapi jangan nanya soal cairan pembersih area V ke saya karena jujur saya tidak pernah pakai. :))

4. Siap sedia pembalut di dalam tas
Berhubung jadwal menstruasi saya kurang teratur dari sononya, saya usahain siap sedia pembalut di dalam tas. Harus sering-sering ganti pembalut ketika menstruasi supaya area V tidak lembap. Oiya, satu lagi. Hindari nahan-nahan pipis, deh. Ini salah satu penyebab Anyang-anyangan juga.

5. Pola hidup sehat
Konon pula belakangan ini saya sedang gencar menerapkan pola hidup sehat. Segala jus buah dan sayur hayuk diminum. Dengan syarat, nongula atau gulanya minimalis aja.

Omong-omong soal jus buah, beberapa waktu lalu saya membaca di Kompas.com bahwa Cranberry termasuk salah satu makanan super untuk perempuan. Kenapa? Cranberry bersifat antioksidan tinggi dan kaya akan Proantocyanidin (PAC) yang dapat mencegah dan mengatasi infeksi saluran kemih. Soalnya Cranberry mampu menghambat kuman menempel pada saluran kemih (kumannya kepeleset, istilahnya kena “teflon effect”). Ini bukan asbun, lho, melainkan memang sudah direkomendasikan oleh para ahli. Cranberry buah yang kecil, tapi tinggi manfaat. Konsumsi 2 gelas setiap hari. Penting ini, karena berdasarkan riset, 25% perempuan mengalami Anyang-anyangan berulang.    

Alhamdulillah, sekarang ada Prive Uri-cran yang berisi ekstrak buah Cranberry. Praktis-tis-tis karena dalam bentuk sediaan kapsul. Satu kapsul berisi 250 mg ekstrak buah Cranberry. Sehari konsumsi 1 – 2 kapsul. Ada juga bentuk sediaan powder  sachet, bisa diminum dengan air dingin dan rasanya … enaaak! Per sachet berisi 375 mg ekstrak buah Cranberry, Vitamin C, dan Probiotic. No need to worry karena yang memproduksi adalah reputable company, Combiphar. Sekarang Prive Uri-cran udah bisa ditemuin di mana-mana, salah satunya di apotek Guardian.





Mungkin Teman-teman mau nanya, bumil boleh tidak mengonsumsi Prive Uri-cran? Jawabannya: boleh! Semua bahan Prive Uri-cran alami. Fyi, bumil pastinya lebih sering pipis. Jadi, saat hamil, risiko kena Anyang-anyangan pun bisa jadi lebih besar.

Semoga tip di atas berguna, ya. Jangan lupa banyak banyak minum air putih juga. Sekarang tambah satu lagi benda yang kudu ada di dalam tas saya saat bepergian, yakni Prive Uri-cran dengan ekstrak buah Cranberry. Selamat tinggal Anyang-anyangan! [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Selasa, 26 April 2016

Review Hygeia Body Wash

Yeaaay jumpa lagiii dengan Maissy di siniii. Ya di siniii kita berjumpa lagiii. Sesuai janji saya di postingan Hygeia Body Wash, Sabun Cair Pertama Berbahan Propolis bulan Januari 2016 lalu, kali ini saya pengin bagi-bagi cerita. Soalnya kalau bagi-bagi duit belum sanggup, Kak.



Ceritanya, kan, udah 3 bulanan, nih, saya pakai Hygeia Body Wash. Saya dapat info kalau sabun cair ini boleh dipakai di wajah, maka saya coba pakai di wajah dulu. Pertama kali pakai, komedo yang bersemayam nyaman tenteram sejak zaman Flinstone di hidung saya, pada ngelotok. Maklum, selain kilang minyak, wajah saya juga tambang komedo. Pori-pori kulit wajah yang gede (anak panda aja bisa duduk di situ) bikin komedo betah. Gosok-gosok sedikit Hygeia Body Wash di area hidung, lepaslah komedo putih penyumbat pori-pori luar. Senangnya haha! Hasil pemakaian belum tentu sama di saya dan kamyu, yaaa. 


Kesimpulannya, Hygeia Body Wash cocok buat wajah saya. Satu lagi perbedaan yang saya rasakan, kulit wajah saya tidak berubah kering. Biasanya setelah pakai facial wash, kulit wajah sekitar sudut bibir dan dagu kelihatan bersisik dan kasar. Kalau saya pakai bedak, area kering ini kelihatan belang belonteng sama area kulit wajah yang lain. Nah, ini tidak. Pakai Hygeia Body Wash di wajah, kulit terasa lembap. Kalau untuk kulit wajah cocok, kulit tubuh pun biasanya cocok. Berhubung tidak mengandung detergen, busa sabunnya cuma sedikit. Enak, dong, jadi hemat air buat bilas. :)) Selain saya, suami dan anak-anak juga pakai. Kebetulan kulit anak bungsu saya agak sensitif. Hygeia Body Wash pas buat dia. Teman-teman yang mengalami masalah kulit, terutama yang anaknya sering keringet buntet, mungkin bisa beralih ke Hygeia Body Wash.

Oiya, jangan kaget melihat warna sabunnya yang cokelat! Ini warna asli propolis. Hygeia Body Wash memang tidak ditambahkan pewarna kimia apa pun. Isi Hygeia Body Wash yang satu dengan Hygeia Body Wash yang lain bisa saja tidak sama warna cokelatnya. Ada yang cokelat muda dan ada yang cokelat tua. Tergantung warna propolisnya. Jadi bukan karena tidak memenuhi syarat quality control, ya. :)) Sebagai patokan, produsen mencantumkan range warna cokelat di kemasan. Selama warna isi Hygeia Body Wash yang kita pakai masih masuk range warna itu, berarti produk oke.    




Harum sabunnya relaxing, tapi semerbak ke mana-mana. Padahal, dari info yang saya dapat saat launching, parfum yang ditambahkan sedikit aja. Suami dan anak-anak suka harumnya. Kami sekeluarga memang ndak doyan yang sengit-sengit, omongan sengit sikap sengit, termasuk harum parfum sengit. 
  
Yang perlu diingat, Hygeia Body Wash BUKAN OBAT PENYAKIT KULIT. Intinya, lebih aman aja untuk orang-orang yang memiliki masalah kulit, seperti ruam, gatal-gatal, atau eksim.  Bahan-bahan Hygeia Body Wash alami, tanpa pewarna, sedikiiit sekali parfum, dan pastinya no triclosan. Soal manfaat propolis yang kesohor, kayaknya enggak perlu saya jabarin lagi di sini. Tersedia dua ukuran, yakni 250 ml (Rp70 ribu) dan 500 ml (Rp110 ribu). Yang ukuran 250 ml ini travel-friendly. Saya selalu bawa kalau lagi jalan-jalan bareng keluarga menginap di mana gitu. Pengin beli? Sila ke Hygeia.co.id. Info detail cek di Sentuhan Benar dan PT. Rin Biotek Indonesia. Honestly, bangga, deh, sama produk asli Indonesia ini. Teman-teman, selamat mencoba! [] Haya Aliya Zaki 
Selanjutnya ...

Jumat, 22 April 2016

40 Kiat Ibu Mendidik Anak dengan Penuh Cinta

Judul: Madrasah Itu Bernama Ibu; 40 Kiat Menjadi Wanita Hebat
Penulis: Abdul Cholik
Tebal: 237 hal
Penerbit: Quanta
Cetakan: I, 2016
Harga: Rp57.800,00

Setelah mengandung dan melahirkan, saya pikir saya bisa menarik napas santai. Lepas dari rasa lelah sejenak. Namun, ternyata tidak, Saudara-Saudara. Saya masih harus berusaha sekuat tenaga untuk menyusui lantaran ASI saya sama sekali belum keluar. Tantangan berikutnya dan berikutnya lagi dijamin lebih cetar. Well, kalau mau diceritain betapa heroiknya perjuangan seorang ibu, mungkin tinta yang kita punya untuk menorehkannya tidak akan pernah cukup, sampai kapan pun.

Duluuu, dulu saya sempat takut punya anak. Takut nanti saya dan suami enggak bisa mendidik anak kami dengan baik dan benar. :)) Alhamdulillah, ketakutan itu tidak lama. Selain berbekal ilmu dari orangtua, sekarang banyak banget info yang bisa diakses. Salah satunya dari buku.

Beberapa hari yang lalu saya membaca buku Madrasah Itu Bernama Ibu (MIBI) karya Abdul Cholik. Saya dan teman-teman memanggil penulis: Pakde. Meski sudah lansia, Pakde termasuk blogger dan penulis yang “berisik” oleh karya. Kami aja yang masih muda-muda ngos-ngosan mengikuti jejak beliau hehehe.    

Madrasah Itu Bernama Ibu

Buku bersampul hijau dengan sketsa ibu dan hiasan bunga-bunga cantik ini berisi 40 kiat ibu mendidik anak dengan penuh cinta. Banyak poin yang saya suka, antara lain Pendoa yang Rajin, Mediator Ngetop, dan Polisi Fashion. Eits, jangan salah, yang dibahas Pakde bukan teori belaka. Sebagian besar berdasarkan pengalaman nyata Pakde dididik Emak (ibu Pakde), pengalaman istri, dan pengalaman teman-teman sekitar. Semuanya relevan diterapkan di masa sekarang.

Bicara soal Emak, siapa pun yang membaca buku ini, mesti berkesimpulan Emak luar biasa. Hidup pas-pasan, namun bisa menghantarkan Pakde menjadi seorang jenderal nan terhormat. Sosok Emak digambarkan pemurah, perhatian, dan gesit sat-set-sat-set. Sedikit banyak saya jadi tahu Pakde yang produktifnya ampun ampunan ini mencontoh siapa. :) Satu quote unik dari Emak yang ingin saya terapkan.

“Orangtua itu harus memegang harta untuk kehidupannya sendiri dan selalu bisa memberi kepada anak cucu.”

Nah, penasaran, kan, apa maksudnya?  Mending baca langsung bukunya, ya!     

Sedikit mengganjal, di halaman awal, saya melihat Kata Pengantar ditulis oleh Pakde sendiri. Padahal, sependek pemahaman saya, kata pengantar (foreword) ditulis oleh orang lain, sementara prakata (preface) yang ditulis oleh si penulis sendiri. Jadi, judul yang tepat untuk kata sambutan Pakde tadi adalah Prakata, bukan Kata Pengantar. Kemudian, di halaman akhir, kumpulan testimoni teman-teman dimasukkan dalam bab Endorsmen, yang seharusnya adalah Endorsement.      

Meski ditulis oleh seorang pria berkumis melintang pula, isi buku MIBI tidak serta merta bikin kita para perempuan mengernyit dahi, kok. Kalimatnya simpel dan sesekali diselingi humor kriuk khas Pakde. Sebaiknya para bapak dan calon bapak juga ikut membaca. Di dalam agama dikatakan bahwa ibu adalah madrasah untuk anak-anaknya dan ayah adalah dasar hukumnya. Kerja sama joss antara ayah dan ibu jelas dibutuhkan. Yang bikin tambah seru, buku MIBI dihiasi foto-foto sahabat saya Myra Anastasia dan Nchie Hanie yang jadi model dadakan. *uhuk* Btw, makasih, ya, Pakde sudah mengundang saya meng-endorse buku istimewa ini. It’s an honor for me.  



Jika Teman-teman ingin menambah referensi pengetahuan seputar parenting, buku MIBI silakan dimiliki. Saran saya, berikan sebagai kado kepada pasangan yang baru menikah atau yang baru memiliki buah hati. Lalu, bicara soal kado, saya pun jadi mikir lagi. Sepertinya saya akan menghadiahi buku ini kepada wali kelas anak-anak saya di acara akhir tahun ajaran nanti. Cocok jadi pegangan para guru dalam mendidik anak-anak mereka di rumah masing-masing maupun murid-murid di kelas.

So, jangan ragu untuk mengambil buku MIBI di rak di toko-toko buku terdekat dan bawa ke kasir. Hujan terus, belum sempat keluar rumah? Beli online aja di Gramedia.com. Mumpung lagi World Book Day semua buku di sana diskon 25% tanggal 23 – 24 April 2016. Cuma dua hari; Sabtu dan Minggu! Selamat membaca dan memetik manfaat! [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Pagerank Alexa

Iklan