Rabu, 08 Februari 2017

Seru-Seruan Bareng Mommies Daily dan Betadine Sabun Cair Antiseptik

Jujur saya belum bisa move on dari acara hari Minggu (5/2) kemarin. Paling senang kalau ada event blogger yang memperbolehkan membawa anak (malah anaknya disuruh ikut!) dan anak-anaknya bisa seru-seruan bareng di acara. Asyik, kan?

Psssttt … ada apa dengan hari Minggu kemarin? Saya dan teman-teman blogger diundang oleh Mommies Daily ke acara Get Active with Your Kids, Stay Active for Healthy Living gawean Mommies Daily dan Betadine sabun cair antiseptik di RockStar Gym, Mal Kota Kasablanka, Jakarta. Kami semua diminta mengajak anak masing-masing. Ihiiiy … saya dan Shafiyya sekalian me time! :)

Mumpung ibuk-ibuknya ikutan talk show, anak-anaknya diajak menari dibimbing oleh instruktur RockStar Gym di ruangan lain. Wah, cocok nih buat Shafiyya yang memang member gymnastic di salah satu RockStar Gym. Konon pula dia kenalan sama beberapa teman baru. Weleh langsung lengket ngobrol ketawa ketiwi mereka.



 Back to Betadine sabun cair antiseptik talk show. Mbak Fifi Alvianto, mom blogger dan Founder Casa Elana, bercerita tentang kekhawatirannya kalau anak-anak sakit. Terutama sejak heboh kasus flu singapur, kayaknya kita jadi “parno” sama yang namanya kuman dan kotor. Kuman memang mudah menular melalui media udara. Fyi, kuman mampu bertahan di udara selama 24 jam. Bukan cuma flu singapur, penyakit lain seperti flu biasa, cacar air, campak, TBC, dll pun mudah menular melalui udara. Sebagian besar kumannya adalah virus.

Virus bisa musnah dalam waktu seminggu oleh daya tahan tubuh JIKA DAN HANYA JIKA daya tahan tubuh kita sedang baik. Nah, pastinya lebih baik MENCEGAH daripada mengobati. Repot kalau sampai sakit.

Caranya?

Nah, mungkin sebagian dari Teman-teman udah pada familiar ya sama produk Betadine? Saya sih paling hafal sama Betadine yang untuk perawatan luka. Betadine merupakan produk antiseptik dengan bahan aktif utama Povidone Iodine 7,5% dipercaya oleh rumah sakit di seluruh dunia selama lebih dari 50 tahun untuk mencegah dan mengobati infeksi. "Tahun 1969 Betadine menjadi satu-satunya antiseptik yang digunakan NASA untuk membersihkan Apollo 11," jelas Mbak Vina Octavia, Brand Manager Betadine sabun cair antiseptik. Wow. Saya benar-benar baru tahu. Sepak terjang Betadine udah ke mana-mana dan udah puluhan tahun ternyata.



Sebagai antiseptik, Betadine punya 4 kategori produk, yakni perawatan luka, perawatan area kewanitaan, perawatan kesehatan rongga mulut, dan sabun cair antiseptik. Kali ini kita membahas lebih dalam Betadine sabun cair antiseptik. Di pasaran tersedia dalam 2 ukuran, yakni 60 ml dan 100 ml. Saya rangkum keunggulannya berdasarkan penjelasan dari Dr. Mery Sulastri, Product Educator and Consultant Mundhipharma. 

1. Tidak mengiritasi kulit
            Betadine sabun cair antiseptik relatif aman untuk kulit. Anak-anak bisa pakai, bahkan infant sekalipun. Insya Allah tidak mengiritasi kulit. Tapi, kalau sampai kejadian, sebaiknya Teman-teman ke dokter untuk memeriksakan kemungkinan memiliki alergi terhadap komposisi produk ini.

2. Cepat membunuh kuman
Berapa lama kira-kira? Tidak sampai satu menit! Betadine sabun cair antiseptik diklaim mampu membunuh kuman dalam jangka waktu 15 detik aja. Gosok sabun ke tubuh, diamkan selama 15–30 detik, bilas kulit dengan air.

3. Antiseptik berspektrum luas
            Berdasarkan beberapa penelitian, Povidone Iodine terbukti mampu membunuh macam-macam kuman patogen penyebab penyakit, terutama kuman penyebab infeksi saluran pernapasan. Inilah yang dimaksud dengan antiseptik berspektrum luas. Seperti yang saya sebutkan tadi, macam-macam kuman tersebar di udara. Sebuah studi in-vitro yang dilakukan oleh Dr. Tan Eng Lee, Centre Director dari Centre for Biomedical and Life Sciences Singapore Polythechnic, menunjukkan bahwa Povidone Iodine 7,5% mampu mengatasi 99,99% kuman penyebab infeksi Hand Foot and Mouth Disease (HFMD). Fyi, Betadine sabun cair antiseptik tidak punya kandungan antibiotik, lho. Jadi mustahil menyebabkan resisten secara klinis jika dipakai berulang-ulang. Aman dipakai setiap hari.   

            Jangan gara-gara orangtuanya parno, anak-anak jadi dilarang main dan dipingit aja di dalam rumah. Penganteeen kali dipingit. >.< Kasihan taiye. Macam kegiatan kami hari itu. Selesai menari, anak-anak main ninja warrior di kolam renang. Wih, rame! Yang udah nyemplung ke kolam renang pada enggak mau naik lagi. Susah mau diajak pulang. “Ummi, kok mainnya cuma sebentaaar?” Hahaha.








Selesai main, anak-anak mandi pakai Betadine sabun cair antiseptik, deh. Oiya, jangan kaget warna sabunnya memang cokelat kekuningan, tapi enggak bikin kulit jadi kuning-kuning kok. Tinggal dibasuh pakai air, beres. Warna kuning itu dari warna Povidone Iodine-nya. Semoga next Mommies Daily punya acara seperti ini lagi, ya. Ditunggu undangannya! :) [] Haya Aliya Zaki

Selanjutnya ...

Kamis, 02 Februari 2017

Citi Microentrepreneurship Awards, Ajang Penghargaan untuk Pengusaha Mikro Berprestasi

Pernah melihat anak-anak lari riang gembira menyambut babang-babang penjual tahu bulat keliling? Tanpa sadar mereka ikut nyanyi tahu tahu bulat digorengnya mendadak … satu lima ratus kalau duanya seribu …. Di komplek perumahan saya, dagangan tahu bulat termasuk laris. Tahunya enak, musiknya lucu. :)) Hm, kenapa selama ini kita tidak kepikiran berdagang tahu dengan cara unik begini? 

            Ngomong-ngomong soal wirausaha, saya jadi ingat. Kemarin (31/1) saya diundang menghadiri media briefing Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) di Financial Club, Senayan, Jakarta. CMA adalah ajang penghargaan untuk pengusaha mikro berprestasi Indonesia yang diselenggarakan oleh Citi Indonesia (Citibank). CMA ini bagian dari payung program CSR Citibank bernama CitiPeka (Citi Peduli dan Berkarya) dan tahun ini masuk tahun ke-12, lho. CMA program yang sejalan dengan CSR Citibank, yakni inklusi keuangan, dan mendukung program pemerintah Strategi Nasional Keuangan Inklusif @ojkindonesia (Otoritas Jasa Keuangan).



Narsum acara

            Ibu Elvera N. Makki, Country Head Corporate Affairs Citi Indonesia, dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa CMA tidak cuma memberikan hadiah berupa cash. Peserta dibekali ilmu penguatan daya saing ekonomi, workshop, pembinaan kredit usaha rakyat (KUR), dan kesempatan memperluas jaringan. Jadi nanti para finalis dikarantina kayak peserta Indonesian Idol gitu hihi. Selesai ajang CMA, hubungan peserta dengan penyelenggara tidak serta merta terputus alias tetap ada engagement. Kategori penghargaan untuk pengusaha mikro sbb: Green, Agriculture, Service, Fishery, dan Creative. Penghargaan khusus sbb: Young, Best Woman, dan Microentrepreneur of the Year. CMA diselenggarakan di 30 negara sebagai program unggulan Citibank.


Elvera N. Makki

Kenapa Citibank sangat concern dengan pengusaha mikro? Eits, jangan anggap remeh. Di Indonesia, tercatat 2,8 juta usaha mikro pada tahun 2013 dan meningkat jadi 3,3 juta pada tahun 2015. See, micro-enterprise is one of the pillars of the world economy! Pemenang CMA diharapkan menjadi teladan bagi pengusaha mikro lainnya. Mereka bisa menopang ekonomi mereka sendiri sekaligus membantu orang-orang di sekitar. Btw, saya senang sekali bisa ketemu Ibu Elvera. Indonesia patut bangga memiliki beliau. Ibu Elvera terpilih sebagai salah satu dari 50 Asia’s Woman Leader atas kiprahnya di dunia bisnis.

            Pada hari Rabu lalu hadir pula Pak Kusnodin. Pria kelahiran Magelang berusia 57 tahun ini pemenang CMA 2012 kategori Wirausaha Mikro Lingkungan sekaligus peraih gelar bergengsi Microentrepreneur of the Year. Teman-teman tahu usaha apa yang bisa mengantarkan Pak Kusnodin sebagai pemenang? Beliau memanfaatkan limbah kaleng menjadi kerajinan replika binatang yang indah, seperti burung merak, elang, ayam, dll. Yap, siapa sangka, semua berawal dari sekeping kaleng bekas! 

            Ceritanya tahun 1985 Pak Kusnodin kerja jadi sopir angkot. Suatu hari beliau melihat kotak peralatannya bolong akibat dikerat tikus. Kaleng bekas biskuit digunakan untuk menutup lobang di kotak peralatannya. Setelah itu, ide cemerlang pun muncul. Voila! Sisa kaleng bekas “disulap” menjadi replika burung merak dan langsung dibeli oleh teman Pak Kusnodin seharga Rp25 ribu.  

            Kini Pak Kusnodin bukan lagi sopir angkot. Berkat limbah kaleng, beliau memiliki toko kerajinan replika binatang bernama Karya Baru. Satu buah replika binatang dijual Rp100–500 ribu tergantung kerumitan dan ukuran replika. Semua dikerjakan pakai tangan, bukan mesin. Hasilnya rapi dan halus. Pembeli kebanyakan turis bule. Cocok buat souvenir. Seperti pada acara hari itu, souvenir untuk narsum dibeli dari Pak Kusnodin. Ini termasuk engagement yang disebutkan Ibu Elvera tadi. 

Pak Kusnodin tak hanya bisa menafkahi keluarganya secara berkesinambungan, melainkan juga membantu orang lain. Dulu pegawainya 5 orang. Sekarang? Sekitar 30 orang! Pak Kusnodin memberdayakan para ibu rumah tangga di lingkungan sekitarnya. Eh, saya kok terharu, ya. Insiden kotak peralatan yang bolong menjadi semacam “letikan” dari Sang Maha Pemberi Rezeki agar Pak Kusnodin mengubah jalan hidupnya ke arah yang lebih baik. :)   

            Pak Kusnodin datang jauh-jauh dari Magelang ke Jakarta untuk berbagi kiat memenangi CMA kepada khalayak. Soalnya ajang ini cukup kompetitif. Dari 400 pelamar, hanya akan dipilih 8–10 pemenang. Satu pesan penting dari Pak Kusnodin untuk teman-teman yang ingin mengikuti ajang CMA, “Peserta CMA jangan melihat hadiah dari CMA aja. Pikirkan juga bahwa ini ajang yang sangat tepat untuk mempromosikan usaha kita. Berkat ikut CMA, gaung usaha saya tambah luas. Bahkan bapak bupati ikut mengapresiasi dan memberikan bantuan.” Wah, tambah semangat pastinya, Pak!  


Pak Kusnodin

Cantiknyaaa replika binatang karya Pak Kusnodin

            Nah, Teman-teman memiliki usaha dan pengin mengikuti jejak Pak Kusnodin? Simak syarat mengikuti ajang CMA berikut.

1. WNI dan berusia di atas 18 tahun
2. nasabah atau anggota sebuah LKM (Lembaga Keuangan Mikro)
3. telah menjalankan usahanya minimal 2 tahun
4. usaha yang didaftarkan merupakan sumber pemasukan utama
5. nilai aset usaha maksimal Rp50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan)
6. total penjualan atau omset tahunan maksimal Rp300 juta
7. bukan finalis dari program CMA di tahun sebelumnya.

            Sila unduh formulir pendaftaran CMA di link yang terdapat di akun Twitter dan Instagram @CMA_Indonesia atau Facebook CMA.id. Kirim formulir ke email citipeka.indonesia@citi.com dan infocma2016@id.mercycorps.org. Yuk, ikuti ajang kompetisi bergengsi dan berkelas global ini. Ditunggu sampai tanggal 14 Februari 2017, ya! :) [] Haya Aliya Zaki


Selanjutnya ...

Kamis, 26 Januari 2017

Masakan Rumah, the Silent Killer?

Teman-teman, boleh dong saya kepo. Apa alasan kalian melarang anak-anak jajan di luar? Alasannya mesti masalah higienitas dan bahan tambahan makanan, kan? Yap, itu alasan saya juga. Kita khawatir gorengan di kaki lima terpapar debu. Kita khawatir bakso yang dijual babang-babang di simpang jalan dicampur formalin a.k.a pengawet mayat hiii. Namun, pernahkah terpikir oleh kita kalau masakan rumah pun bisa berbahaya jika kita salah mengolahnya? :(

Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional (25/1), saya dan teman-teman blogger diundang menghadiri talk show di auditorium Rumah Sakit Pertamina (RSPP), Jakarta, untuk membahas lebih jauh soal ini. Masakan rumah, the silent killer? Benar enggak, sih? 

Ki-ka: moderator, Pak Entos Zainal, Ibu Theresia Irawati, Ibu Tirta Prawita Sari, Ibu Mulina Wijaya, dan Christian Sugiono

Saya pernah menyebutkan beberapa kali di postingan blog saya yang berlabel Kesehatan bahwa penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab 71% jumlah kematian di Indonesia. Sekadar contoh, beberapa dekade lalu, penyakit jantung hanya diidap orang kaya dan orang yang sudah tua. What happened now? Penduduk ekolem alias ekonomi lemah dan masih muda bisa mengidap penyakit jantung yang berujung pada kematian. :(

Berikut penyebab meningkatnya PTM menurut Ibu Theresia Irawati, SKM., M.Kes.

- Kurang gerak
            Nenek moyang kita dijamin hari-harinya banyak gerak. Betul? Pekerjaannya bertani, berkebun, melaut, dsb. Kita kini kebanyakan berkutat di belakang meja. Butuh info tinggal googling. Jadi ingat waktu saya kuliah. Saya harus jalan kaki ke perpus kampus untuk cari info ini itu. Gimana enggak langsing. :p Fyi, rata-rata penduduk Indonesia menghabiskan waktunya 19 jam untuk duduk nonton televisi dalam seminggu.

- Merokok dan minum alkohol
            Indonesia menduduki urutan keempat di dunia untuk kategori jumlah perokok dewasa dan smoka baby (balita merokok).
Miris. :( Aturannya duit bisa dipakai buat beli buah dan sayur, eh, ini malah dibakar. Dan tadi siang kebetulan saya membaca profil Elizabeth Peña, aktris Hollywood yang wafat pada usia 55 tahun, karena penyakit sirosis hati. Penyebabnya kecanduan alkohol. So, mending jauh-jauh deh sama dua benda ini, Teman-teman.

- Pola makan yang tidak sehat
          Guess what, hanya sekitar 6,5% penduduk Indonesia yang mengonsumsi sayur dan buah. Padahal negeri kita ini begitu suburnya. Bayam aja bisa tumbuh di tepi jalan. Biji pepaya asal dilempar ke tanah pun bisa tumbuh jadi pohon pepaya. Lantas, apa alasan pada tidak makan sayur dan buah? >.<
            Batasi penambahan gula, garam, dan minyak sayur dalam makanan. Ingat, rumusnya 4-1-5, artinya 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan sayur per hari untuk 1 orang.
Ibu Mulina Wijaya, Deputy Marketing Manager Sunco, menjelaskan bahwa memilih minyak sayur atau minyak goreng pun harus hati-hati. Beliau berbagi beberapa tip, termasuk soal penggunaan minyak goreng yang benar.

Ciri-ciri minyak goreng baik
- Warna bening
- Kandungan lemak jenuh lebih sedikit
- Tampak encer 
- Tidak gampang beku
- Sedikit menempel pada makanan
- Tidak serik di tenggorokan

Penggunaan minyak goreng yang benar
- Tidak dipakai berulang-ulang
- Jika berubah warna setelah dipakai, ganti dengan yang baru
- Hindari suhu yang terlalu panas saat memasak

Ibu Mulina Wijaya

Teman-teman pernah tidak beli tahu goreng di jalanan dan membungkusnya pakai tisu? Lalu minyak dari tahu goreng tadi bikin tisu sobek saking banyaknya. Hidih ... tahu gorengnya 10 biji pula. Kebayang segayung lemak trans dari minyak jelantah masuk ke perut kita. Glek glek glek. Orang minum air, kita minum minyak. >.< Nah, minyak goreng Sunco lain. Sunco termasuk minyak goreng baik yang dikit nempel di makanan.  

 Terus, siapa bilang kita tidak butuh lemak? Kita butuh lemak, tapi bukan lemak trans. “Salah satu manfaat lemak dalam tubuh adalah melarutkan vitamin A, D, E, dan K,” kata Pak Dr. Entos Zainal, DCN., SP., MPHM.

Apa itu lemak trans? Lemak trans (lemak jahat) merupakan lemak yang sudah terhidrogenasi dari bentuk likuid ke bentuk beku. Kalau lagi belanja ke supermarket, perhatikan kemasan makanan. Saran dari dr. Tirta Prawita Sari, Sp. GK., M.Sc, hindari makanan yang di kemasannya tercantum ingredients “partially hydrogenated fats” atau “hydrogenated fats”. Catet!    

Akhirnyaaaa sampai juga giliran sharing dari mantan saya, eh, dari brand ambassador Sunco yang gantengnya sama sekali enggak sante, yakni Christian Sugiono. Kalau melihat fisiknya, sih, udah dijamin Christian sehat bin kekar sekaleee. Poin plus waktu kami-kami mendengar doi ngomong. Kalimatnya santun dan suaranya lembut. *dibahas*

“Sejak umur 30-an, saya benar-benar memperhatikan pola hidup. Beda waktu masih umur 20-an,” kata Christian. Pengin tahu kan tip sehat ala suami Titi Kamal ini? Yuk, cus!

Tip sehat ala Christian Sugiono

- Istirahat cukup
            Bagi Christian, yang paling penting itu istirahat yang cukup! Sebisa mungkin tidak kurang tidur atau kurang istirahat.

- Makan makanan sehat
            Christian merasa beruntung memiliki istri seperti Titi yang sangat memperhatikan kesehatan keluarga. Mereka membatasi penambahan gula dan garam pada makanan. “Ibu-ibu yang memperkerjakan ART atau baby sitter di rumah, jelaskan penyebab kita membatasi gula dan garam.  Jangan sampai mereka mengira karena harga gula dan garam mahal. Padahal alasan sebenarnya karena kesehatan,” imbuh Christian. 

- Olahraga teratur
            Zaman dulu gampang cari teman buat bikin tim sepak bola atau basket, misalnya. Kapan pun mau olahraga ya hayuk. Beda sama sekarang. Semua udah pada punya kesibukan masing-masing. Jadi, olahraga rutin Christian lari dan renang aja. *wah, itu udah mantap banget kok, Saaay* *ditabok bolak-balik sama Titi* Dalam seminggu Christian menyempatkan lari dan renang 2–3 kali. Selain bikin badan sehat, olahraga bisa bikin happy mood, lho.

Pemberian kenang-kenangan untuk narsum

Acara diakhiri dengan demo masak oleh Chef Nanda yang enggak kalah gantengnya sama Christian Sugiono. *sekali-sekali nyenengin Chef Nanda hihihi* Semoga ilmu yang disampaikan narsum tadi bisa kami praktikkan, yaaa. Semoga infonya bermanfaat juga buat teman-teman di rumaaah. Silakan like fanpage Facebook Sunco Indonesia dan intip website Sunco Indonesia untuk mendapatkan info memasak yang cihuy. Sreng ... sreng ... sreng ... selamat memasak secara sehat! :) [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Jumat, 13 Januari 2017

Rahasia Percaya Diri (Mantan) Model Dadakan Saat ke Pesta


Cewek slebor berubah wujud jadi model dadakan?
Bisa kalian bayangkan? Cewek yang biasanya pakai kemeja kotak-kotak atau kaus warna-warni, tahu-tahu harus pakai dress anggun. Cewek yang biasanya pakai sepatu teplek, tahu-tahu wajib mengoleksi minimal tiga warna high heels; hitam, silver, dan gold. Cewek yang biasanya jalan gerabak-gerubuk kalau perlu gelundung supaya cepat sampai, tahu-tahu kudu melenggang manjah seperti bidadari yang turun dari kereta kencana. Yap, itulah saya belasan tahun lalu. Cerita singkatnya pernah saya tulis di sebuah postingan di blog ini. Cari aja sendiri postingan yang mana hahaha. *anduk buluk mana anduk buluk*
Pengalaman fashion show yang paling berkesan itu saat saya hampir jatuh kepeleset karena lantai panggung agak licin. Untung bisa tetap tenang. Pesan pengajar dari agensi, apa pun masalahnya, penonton jangan sampai tahu. Seandainya beneran kepeleset, ekspresi dan gesture kita sebisa mungkin segera back to normal. Tak mungkin pula kita meringis jongkok lama-lama menunggu pertolongan orang di situ yekan.  
     Semua pengalaman di masa lalu saya anggap berharga. Ada ajalah pelajaran yang bisa kita ambil. Dulu saya “akrab” dengan gaun pesta dan gaun pengantin saat show, kini tidak lagi. Saya ya saya perempuan yang kadang masih cuek sama penampilan. Meski begitu, saya berusaha kasih glamorous look ala ala jika mau ke kondangan kawinan. Uhuk.
Nah, ini beberapa tip tampil glamor ke pesta dari saya.
1. Pakaian
            Pakaian dengan payet atau manik-manik akan memberikan kesan mewah. Hijabnya yang yang sederhana aja. Jangan yang berpayet atau bermanik-manik lagi. Hindari motif yang terlalu ramai supaya tidak “tabrakan”. Untuk pesta siang hari saya pilih pakaian warna cerah atau warna lembut seperti pink. Untuk pesta malam hari saya pilih abaya hitam. Warna hitam memang enggak ada matinya. Selain itu memberi kesan langsing juga. Setuju?
2. Perhiasan
            Buat saya, perhiasan tidak perlu ditumpuk semuanya. Nanti kerincing kerincing disangka toko mas berjalan. Biasanya saya pakai cincin karena ujung lengan gamis udah penuh payet. Percuma pakai gelang, nanti gelangnya malah “tenggelam”. Dipadukan dengan kalung panjang pun boleh. Perhiasan untuk pesta malam hari mestinya lebih blink blink daripada pesta siang hari. Selain perhiasan, saya mengakali hijab dengan aksesori bros atau headpiece.        
3. Sepatu
            Berhubung sekarang berat badan udah tidak mendukung untuk pakai high heels, saya pakai sepatu tanpa hak aja, tapi yang ujungnya lancip. Kesannya feminin. Sepatunya ada sedikit permata.
4. Make up
            Fyi, wawasan saya soal make up itu cetek abis. Kalau ke pesta saya pakai alas bedak, bedak padat, terus ditambahin blush on supaya pipi tampak segar saat difoto. Baru-baru ini saya belajar pakai eye liner dan yey berhasil! :)) Setahu saya, jika rias mata udah smokey eyes, warna lipstik jangan terlalu mencolok. Demikian pula jika rias bibir udah merah membara, rias mata jangan ikutan lebay. Jadi, fokus ke salah satunya aja, rias mata atau rias bibir.  *tsaaah* Bawa bedak dan lipstik di dalam tas untuk touch up. Maklum, pestanya sih dua jam, tapi kadang perjalanan ke lokasi bisa tiga jam sendiri. *nasib tinggal ibu kota*
5. Parfum
Parfum! Ini penting biar suami enggak malu-malu amat kalau menggandeng saya. :)))) Saya pun tampil lebih percaya diri depan umum. Oiya, baru-baru ini saya dikirimi parfum Vitalis Fragranced Body Spray Glamorous oleh clozette.id. Oke banget dipakai ke pesta. Ada 3 varian, yakni Vitalis Fragranced Body Spray Glamorous Sheer London (fruity, floral, gourmand, musky), Vitalis Fragranced Body Spray Glamorous Fantasy Paris (floral, powdery, musky), dan Vitalis Fragranced Body Spray Glamorous Dream New York (orange, floral, musky). Berikut review-nya. Mungkin bisa jadi parfum referensi Teman-teman untuk ke pesta. 


- Kemasan
            Seperti kemasan body spray lainnya, kemasan produk Vitalis Glamorous 100 ml terbuat dari kaleng. Kemasan semprot yang praktis. Waktu paling oke untuk memakai parfum sih setelah mandi. Cara pemakaian, semprot parfum ke beberapa titik tubuh dari jarak 15 cm. Jangan terlalu dekat. Dua minggu ini saya mencoba pakai Vitalis Glamorous, lubang spray-nya mantap, tidak geser sana-sini. Dipencet tidak pernah macet. Bodi ringan. Simple and travel handy. Hanya, kalau boleh rikues, saya pengin kemasan yang lebih imut dan terbuat dari kaca bening yang cantik. Parfum yang imut gampang dimasukkan ke tas pesta. 




- Ketahanan
            Apa yang paling Teman-teman harapkan ketika memakai parfum? Pastinya harumnya tahan lama, ya.
Harum Vitalis Glamorous bertahan sekitar 6 jam di badan saya. Lumayan. Pulang ke rumah masih ada harum samar-samar. Formula quick dry-nya bikin kulit tidak basah dan tidak lengket setelah parfum disemprotkan.
Oiya, tempo hari saya membaca artikel bagus di Kompas Female. Selain di leher dan pergelangan tangan, ada lagi bagian tubuh yang bisa kita semprotkan parfum supaya harumnya bertahan sepanjang hari. Pusar, rambut, kaki (paha hingga pergelangan kaki), dan bagian dalam siku. Serius? Pusar? Ya, menurut pakar parfum asal Inggris, pusar merupakan titik nadi yang memancarkan panas sehingga ideal banget kalau kita menyemprotkan parfum di sini. Untuk rambut, hati-hati rambut berubah kering karena kandungan alkohol. Pakai sisir, jangan semprotkan parfum secara langsung.       


- Aman
            Sering baca tentang produk yang mengandung bahan berbahaya? Nah, ini tugas BPOM untuk memastikan apakah sebuah produk aman kita gunakan atau tidak. Jika aman, BPOM akan memberikan nomor BPOM untuk produk tersebut. Bahan-bahan yang berbahaya, antara lain formalin, merkuri, dan rodamin B. Kira-kira seperti itu ilmu yang saya dapat waktu kuliah di Farmasi.
            Gimana mau mengecek apakah nomor BPOM palsu atau tidak? Sila ke website pom.go.id. Pilih “Daftar Produk” dan masukkan nomor BPOM yang tertera di kemasan. Saya mencoba memasukkan nomor BPOM produk Vitalis Glamorous dan terbukti memang produk ini tercatat aman di BPOM. Lebih jauh lagi, Vitalis Glamorous udah dibuat sesuai IFRA (The International Fragrance Association). Semacam ISO produksi parfum gitu. 

Produk Vitalis Glamorous tercatat di BPOM
Expired date juga jelas

- Halal
            “Produknya halal kok. Kan udah ada nomor BPOM.”
            Duh, pengin garuk-garuk kepala kalau baca komen kayak gini. Sekali lagi, nomor BPOM itu didapat jika sebuah produk dianggap aman dipakai atau dikonsumsi alias tidak memiliki kandungan yang membahayakan bagi tubuh. Soal kehalalan, beda lagi. Buat saya, perusahaan yang jempol itu perusahaan yang mau mendaftarkan sertifikasi halal produknya (pangan, obat, kosmetika) ke LPPOM MUI. Kalau udah ada sertifikat halal dari MUI, kita para muslimah ini kan jadi lebih tenang.
Syukurlah Vitalis Glamorous SUDAH sah memiliki keduanya, nomor BPOM dan sertifikat halal dari MUI. :)     

Sertifikat halal dari MUI

Vitalis Glamorous favorit?   
            Hmmm … bingung juga karena semua harumnya … enak! Tapi, kalau terpaksa memilih, saya pilih Vitalis Fragranced Body Spray Glamorous Fantasy Paris. Harumnya maniiis, bikin saya tambah manis. Harumnya relatif paling ringan. Bukan pendapat saya aja, suami dan anak-anak ikut memfavoritkan yang Fantasy. Selera kami semua sama ternyata. :)) Actually, saya pakai Vitalis Glamorous bukan cuma saat kondangan kawinan. Hari-hari untuk keluar rumah juga, terutama ketika pergi ke event blogger. Bikin tubuh fresh serasa baru mandi terus. Kerjaan pun deal! Bayangkan jika tubuh kita bau kecut binti asem saat ketemu klien. Aiiih, yang ada malah pada sibuk tahan napas sambil mual-mual! Belum termasuk “bonus” sumpah serapah dari dalam hati. >.< We don't expect an admiration, but it would be nice if we are appreciated because of our work and our good performance. Performance di sini termasuk tubuh yang harum. Pokoke, siap sedia selalu produk Vitalis Glamorous di tas. Teman-teman bisa mendapatkannya di toko terdekat. Harga cukup terjangkau sekitar Rp25 ribu per botol.

My glamorous look

            Ngomong-ngomong, Vitalis lagi bikin OOTD competition #GlamorousQueen periode 28 November 2016 –28 Januari 2017. Pengin ikutan? Like fanpage Facebook Pesona Vitalis, IG @pesonavitalis, dan Twitter @PesonaVitalis dulu. Terus, main-main ke website Pesona Vitalis untuk tahu info lengkapnya. Hadiah utama berupa perhiasan swarovski senilai jutaan rupiah huhuuuy! Cocok banget buat dipakai ke pesta!
            Nah, itu cerita (mantan) model dadakan tampil percaya diri ke pesta haha. Apakah Teman-teman suka memakai parfum? Udah coba Vitalis Fragranced Body Spray Glamorous? Harum yang mana yang paling kalian suka? Share di sini, ya! :) [] Haya Aliya Zaki
Selanjutnya ...

Iklan